Pengalaman Sakit Syaraf Terjepit

3:09:00 PM


Pada suatu malam saya bangun dari tidur dengan posisi tertelungkup. Pinggang sebelah kanan saya terasa sakit. Saya berpikir “wah keseleo lagi nih”. Tetapi saya membiarkan saja rasa sakit tersebut. Biasanya akan hilang sendiri dengan berjalannya waktu, pikir saya awalnya. Makin lama sakit itu semakin terasa menjalar dalam tubih ini. Kemudian, pernah suatu siang karena sangat mengantuk saya tertidur dikursi dan kemudian kaki sebelah kanan (lutut keatas) terasa semakin tebal dan kebas.  Kembali, saya berpikir kalau ini bakalan hilang dengan sendirinya.

Suatu hari diakhir bulan November. Itu adalah hari kunjungan rutin saya kerumah orang tua di Cilegon dan pada saat kunjungan tersebut.  Saya meminta untuk diurut soalnya sakit pinggang ini sudah mulai menggangu aktifitas saya. Saya diurut dengan tukang urut langganan disana. Sewaktu diurut oleh tukang urut sakitnya amit-amit, sampai-sampai berteriak saya dan rasa sakit itu sedikit berkurang setelah selesai diurut dan perjalanan balik kerumah dari Cilegon.

Akan tetapi keesokan harinya. Alih-alih makin baik, rasa sakit ini terus bertambah parah. Sakit yang seperti keseleo sudah menjadi perih sekali seperti disobek uratnya. Rasa sakitnya sudah mulai menjalar ke kaki. Kedua kaki saya mulai melemah dan rasa sakitnya menjadi-jadi kalau sudah sore hari pada saat saya pulang kantor. Kalau kaki ini keduanya diangkat sekaligus saat motor akan berjalan, maka akan terasa kejutan yang menyakitkan di pinggang saya  dan itu sangat sakit sekali. Kadang saya harus menyiapkan diri akan menerima rasa sakit. Pernah suatu waktu, motor saya dan saya tentunya  melewati jalan yang beda ketinggiannya 10 centimeter, walaupun pelan dan efeknya sangat terasa dipinggang. Padahal saya sudah berhenti dahulu unutk menghilangkan rasa sakit yang saya alami. Sakit dan perih itu yang saya rasakan. Akibatnya kaki saya makin lemah dan pada saat menopang beban kendaraan dengan kaki.  Akibat kaki ini lemah, saya langsung rebah ke jalan. Jatuhnya saya itu berlangsung dengan indahnya hehehehe. Saya terdiam dan tidak bisa bergerak. Beruntunglah ada seorang pengendara  motor yang baik hati menolong saya mendirikan sepeda motor saya. Masalah saya bukan hanya sampai disana. Didepan sudah menanti rel kereta dengan beda ketinggian 5-10 cm dengan jalan (soalnya lewat jalan tidak resmi alaias jalan pintas). Daripada saya kembali jatuh saya meminta kepada pengendara yang tadi untuk membantu menyeberangkan motor saya ke seberang jalan kereta. Terima kasih banyak kepada mas yang telah berbaik hati menolong saya. Semoga Allah membalas dengan pahala yang setimpal.

Back to the topic,  sakit dipinggang, hal itulah yang saya rasakan setiap hari. Saya juga berobat ke dokter umum, sebelum dirujuk ke spesialis. Akan tetapi saya hanya diberikan obat pengurang rasa sakit, setelah efek obat itu hilang maka rasa sakit yang amat perih  itu kembali menghampiri. Pagi hari adalah waktu yang paling saya tunggu, karena saat itulah rasa sakit itu hilang dan dengan bertambahnya aktifitas saya di hari itu maka rasa sakit itu kembali datang.  

Saya ingat sekali. Pada saat ada aksi 212 dari umat Islam, yang mana saya ingin sekali hadir,  akan tetapi pinggang ini makin sakit. Setiap bergerak, tiap kali itu juga rasa sakit itu datang. Saya sholat pun kadang duduk karena menahan rasa sakit. Kadang masih dipaksakan sholat secara normal, akan tapi setiap bergerak selalu menderita sekali. Tiap batuk atau bersin itu adalah penderitaan yang lain, rasanya disobek-sobek (istilah Mr. Tukul Arwana) semua bagian dalam badan ini. Jadi saya harus menghindari penyebab batuk dan bersin, apapun itu penyebabnya. Untuk beraktifitas saya lebih banyak duduk. Pernah suatu kali, tim saya akan mengadakan rapat dilantai dua gedung kantor kami dan saya keberatan akan hal ini. Saya tidak mampu menahan rasa sakit kalau harus naik tangga.

Teman kantor mengatakan kalau kemungkinan saya kena syaraf terjepit, tapi saya masih berpikir “tidak mungkin saya terkena penyakit itu”. Saya tetap tidak bisa menerima kalau, saya terkena penyakit tersebut.

Akhirnya saya dirujuk ke dokter syaraf oleh dokter kantor. Pada hari Rabu tanggal 6  Desember dengan berbekal surat rujukan dari dokter kantor saya menuju sebuah rumah sakit yang letaknya tepat dibelakang kantor . Saya berangkat dengan diantar oleh teman kantor yang kebetulan akan berangkat keluar. Untuk masuk kedalam mobil membutuhkan tenaga ekstra. Tiap kali ada  pergerakan langsung saja pinggang saya bereaksi.

Setelah masuk kedalam mobil mulai tenang dan penyiksaan kembali terjadi saat turun dari mobil beberapa kali pinggang ini dikejutkan oleh rasa sakit. Terus menjalar sampai ke kaki. Sesampai di rumah sakit untuk turun penderitaan saya masih berlanjut.  Ditambah lagi saya harus mendaftar berobat sendiri. Saya menghampiri ibu sekuriti yang sedang bertugas.
Saya “Harus pakai nomor antrian ya?”
Security “Iya pak” jawabnya.
Saya “Tolong diambilin dong bu, dah ga kuat lagi saya”.  Kemudian Ibu sekuriti bertanya “Pribadi atau asuransi pak?”.
“Asuransi” Jawab saya cepat. Seraya memberikan nomor antrian sekuritinya bertanya “Perlu pakai kursi roda pak?”. Saya menjawab “Tidak usah bu terima kasih”. Memang saya sudah tidak mampu jalan lagi apa gengsi huh hahaha. Padahal sakitnya udah kemana-mana huhuhuhu.

Setelah menerima nomor antrian saya langsung berdiri di loket pendaftaran, saya seperti orang yang mau masuk IGD. Langsung saja saya dilayani oleh petugas pendaftaran.  Nomor pendaftaran saya berikan kepada suster yang bergerombol dimeja   dan pada saat pemeriksaan tekanan darah saya dilayani ditempat saya duduk karena tiap kali saya berusaha untuk berdiri, saya akan merasakan sakit dipinggang dan langsung terhenyak duduk karena sakit.

Tidak berapa lama, saya dipanggil oleh asisten dokter dan sayapun masuk kedalam ruangan praktek. Saat akan berdiri saya kembali terhenyak duduk.

Saya langsung diperiksa oleh dokter dan disarankan untuk dirawat. Jreng jreeeeng (dramatisir ON)…… maksud hati hanya minta obat terus pulang sekarang pada kenyataannya harus dirawat. Sesuatu diluar prediksi. Kemudian dengan berat hati menyetujui usul  dokter tersebut dan langsung saya diberi pengantar rawat inap. Saya sendiri pula yang mengurus segala  urusan administrasi untuk rawat inap. Berhubung kantor saya berganti provider asuransi, maka proses administrasi menjadi lebih lama dan obatpun terbatas.

Saya meminta ijin untuk menghubungi kantor saya, soalnya saya tidak membawa handphone dan semua barang masih dikantor. Saya juga harus menginformasikan hal ini kepada istri. Orang kantor berhasil dihubungi dan akhirnya saya bisa masuk kamar perawatan saya diberikan obat yang katanya membuat mengantuk dan benar saja, tidak lama kemudian saya mengantuk berat dan tertidur.

Sebelum meminum obat, saya melakukan sesi foto rontgen (hehehe) dan malamnya akan di foto MRI. Wah ini pengalaman pertama saya di MRI. Malam sekitar jam 9an saya dibawa dengan kursi roda ke ruangan MRI. Awal saya masuk ker rumah sakit perpindahan saya dari satu ruangan ke ruangan yang lain menggunakan kursi roda. Saya kasihan saja melihat susah  yang mendorong saya, soalnya pasti keberatan dengan beban tubuh ini hehehehe.  Operator MRI mengatakan kalau prosesnya 20-30 menit tergantung si pasien, kalau banyak gerak bakalan lebih lama lagi. Seluruh tubuh saya masuk kedalam mesin MRI, saya dipasangkan headphone yang saya rasa kurang berguna. Suara alat MRI lebih keras dari lagu yang saya dengar. Dengan tabah saya menunggu sampai pemeriksaan selesai. Keesokan harinya saya disuruh puasa untuk pemeriksaan darah.

Hasil tes darah sebelum makan

Tes darah sesudah makan

Hasil rontgen

Hasil MRI

Dari pemeriksaan MRI diketahui kalau posisi syaraf saya yang kena ada di 3 tempat (berdasarkan hasil kesimpulan MRI sih). L5-L6 dll (sudah dicerna orang awam bahasa kedokterannya). Tapi dikatakan belum terlalu parah maka akan difisioterapi saja dahulu. Sedangkan untuk hasil pemeriksaan darah saya, dokter mengatakan normal.

Perawatan saya jalani dengan aktifitas tidur seharian dan menikmati cairan infus. Pagi hari pemeriksaan rutin tekanan darah dan suhu badan, dilanjut sarapan pagi, minum obat, tidur,  snack pagi , kemudian fisioterapi pagi, kunjungan dokter makan siang, minum obat , pemeriksaan tekanan daran dan suhu siang, tidur, snack sore, fisioterapi sore, makan malam, minum obat dan tidur. Eh malam masih ada tambahan susu ding hehehe.  Itulah kegiatan saya selama 8 hari di rumah sakit.  

Untuk fisioterapi ada beberapa alat yang saya gunakan disana. Untuk pertama kali, karena saya masih menderita sekali maka di punggung saya di diginkan dahulu. Kemudian di lanjutkan dengan alat yang akan mengalirkan arus listrik tegangan rendah ke bagian punggung saya. Kemudian dilanjutkan dengan pemakaian alat ultrasonik yang tujuannya merusak jaringan dan memaksa jaringan itu memperbaiki jaringan itu sendiri (kalau tidak salah sih). Kemudian ada lagi alat untuk menyinari punggung, pemakaian berdasarkan keinginan kita. Kalau semakin tinggi penyetelannya maka akan makin terasa panas serta  yang  terakhir adalah alat traksi yaitu alat untuk menarik. Jadi badan kita diikat kemudian ditari dari bawah sebesar setengah berat badan.

Setelah sakit di badan saya berkurang maka pamakaian alat yang dingin tadi tidak dipakai lagi. Sekali fisioterapi itu memakan waktu 1-1,5 jam.

Sewaktu saya beristirahat datanglah dokter bersama suster untuk kunjungan dan kemudian memberikan informasi kalau saya harus memakai korset dan diberikanlah sebuah merek dan tipe yang akan digunakan. Begitu dokternya pergi, saya lansung gugling merek tersebut dan ternyata harga yang saya dapat paling urah adalah 2 jutaan. Wowwwww amazing…. Keesokan harinya sewaktu melakukan fisioterapi saya bertanya kepada petugasnya fisiotrapi, apakah merek yang dipakai harus sesuai dengan merek yang dianjurkan oleh dokter. Ternyata petugasnya menjawab tidak harus karena yang diperlukan fungsinya yang menahan bobot tubuh dan bukan mereknya. Dia menyebutkan sebuah merek yang harganya masih bersahabat.

Adalagi datang dokter yang melakukan kunjungan dan  yang pasti bukan dokter syaraf saya, beliau menyarankan untuk melakukan suntik blok syaraf sehingga rasa sakitnya akan berkurang.  Saya bilang ke dokter ini kalau saya akan berdiskusi dulu dengan istri. Setelah bunda datang saya langsung meminta dia untuk mencari informasi  tentang hal ini.  Didapatkan informasi bahwa suntikan ini hanya menghilangkan rasa sakit sementara. Rasa sakit akan bisa datang lagi. Suntikan yang diberikan adalah berupa steroid. Akhirnya saya menolak untuk dilakukan penyuntikan ini, akan tetapi menjelang pulang si dokter malah terus mengejar saya. Menganjurkan untuk disuntik.  Saya malah membulatkan tekat untuk tidak disuntik

Anak-anak sudah sering bertanya kapan ayah pulang kerumah dan akhirnya bunda membawa mereka menemui saya di rumah sakit pada  hari Sabtu. Kakak dan Nabil datang setelah mereka menghadiri undangan pesta dari temen kakak. Sesampai dikamar, Nabil seperti biasa menjelajah kamar perawatan saya yang berbagi dengan pasien lain. Bunda menawarkan untuk menginap di sana kepada anak-anak. Akan tetapi Nabil mau pulang dengan beribu alasan. Akhirnya sekitar jam 9 malam Bunda dan anak-anak pulang.

Pada hari minggu, infus yang terpasang sudah dilepas. Jadi aktifitas saya sudah bisa bebas. Sekarang tidak ada lagi selang yang mengganggu. Saya dirumah sakit hanya menunggu untuk fisioterapi sebanyak dua kali sehari dan minum obat. Saking bosannya dengan makanan rumah sakit, saya sampai turun dan mencari makanan didepan rumah sakit. Kemudian makan dikamar hahahaha.
Sakit masih kadang terasa, jadi saya berpikir apakah obat yang diberikan juga sama dengan obat yang diberikan dokter kantor.  Kalau efek obat habis maka akan terasa sakit kembali. Tapi biarlah saya mau pulang dulu baru nanti dipikirkan langkah berikutnya.
Resume medis
Tanda terima dokumen

Satu minggu lebih satu hari saya di rumah sakit. Saya kembali kerumah memang rasa sakit berkurang tapi kalau kalau banyak bergerak makin terasa sakit.

Sepulang dari rumah sakit, tetangga datang menjenguk. Terima kasih atas perhatian bapak dan ibu semua kepada saya. Ada yang membawa sop iga (ampun enaknya nih sop sumpah) dan juga ada yang membawa kue. Dalam proses penyembuhan saya membeli korset untuk menyangga badan dan juga melakukan pengurutan tradisional  dengan tukang urut dengan rumah yang direkomendasikan tetangga. katanya biasa untuk orang sakit seperti saya. 

Setelah beberapa kali melakukan pengurutan saya merasa belum ada perubahan yang siginifikan kepada tubuh ini, kemudian saya pindah ke tukang urut yang lain. Sekarang saya sudah tidak menggunakan korset lagi tapi kaki ini masih terasa belum seratus persen kuat.

Saya percaya semua penyakit dan kesembuhan itu datangnya dari Allah. Hanya sesuai dengan ijin Allah lah saya sembuh, dan kesembuhan itu bisa melalui siapa saja. Jadi saya tidak merekomendasikan siapapun disini yang penting yakinlah semua penyakit ada obatnya dan semua itu hanya bisa terjadi atas kehendak Allah.

Yang pasti sehat itu mahal. Saya baru menyadari sakit yang dialami oleh para penderita syaraf terjepit lainnya. Semoga Allah bisa menyembuhkan para pembaca  yang terkena penyakit yang sama dengan saya dan juga penyakit lainnya. Yakinlah Allah itu dekat dan Maha Mendengar.

You Might Also Like

25 komentar

  1. Assalamu'alaikum om sonny, lama tdk saya intip blog ini dikarenakan aktifitas pagi lumayan padat, padahal biasanya sblm mulai bekerja saya selalu ngintip beberapa blog yg saya senangi n tlah dikasi bintang biar ga ketinggalan ceritanya hehee.. sbb cma hobi bacanya tp ga bisa nulisnya, lepas dr itu hari ini saya kembali ngintipin blog yg pertama buka ya blog om sonny ini sungguh terdiam sejenak saya membacanya dg membaca kabar kesehatan om sonny sbb istri jg mengalami syaraf kejepit cuma tdk sampai rawat inap cuma rawat jalan dan fisioteraphy tiap akhir pekan,klo boleh saya sedikit bercerita pengalaman istri mengalami syaraf kejepit dia area punggung kiri hingga tungkai sebelah kiri dan sudah teraphy kurang lebih 2 bln namun ya.. yg namanya teraphy harus ekstra sabar sbb sesuai tubuh masing2 dlm perkembangan syaraf tersebut, yang pasti saran dokter jng terlalu beraktifitas berat n rutin teraphy namun jg disarankan utk berenang utk mempercepat pemulihan dan itu dilakukan sekali seminggu sbb terlalu sering n lama jg tdk bagus sbb takutnya syaraf tersebut terlalu lama kontraksi dan saya jg pernah bawa istri ke spesialis penyakit dlm takut2 ada imbas ke bagian lain namun Alhamdulillah tdk apa2 kemudian kami cerita jg ke dokter spesialis dalam klo istri sdh ke dokter syaraf cma beliau menyarankan sedikit hati2 dg resep dr dokter syaraf sbb rata2 ya itu td obat mereka dosis tinggi yg bisa mempengaruhi fungsi ginjal dan lainnya jd beliau sarankan utk meminum obatnya ketika sdh terlalu sakit atau seperlunya saja sbb yg namanya syaraf itu sembuh dg sendirinya dibantu dg penyinaran dan teraphy, sbb kami pernah pengalaman pindah dokter syaraf karena sedikit kurang memuaskan saat di dokter yg baru beliau sedikit kaget dg resep yg diberi oleh dokter yg pertama sbb termasuk obat keras (saya lupa nama obatnya)sehingga beliau menanyakan apakah mual minum obat tsb dikarenakan efek obatnya seperti itu (syukur dr awal saya sdh melarang utk meminumnya sbb saya sdh ragu dr awal)namun ya kembali teraphy rutin dan ikhtiar sekali sebulan dikontrol oleh dokter fisioteraphy, memang perubahan utk syaraf ini sedikit lambat tp yg penting kita yakin sembuh om, sbb tdk ada obat langsung yg bisa menyembuhkan dan tetap semangat utk teraphy dan sedikit berolahraga ringan.... semoga lekas pulih om sonny dan bisa touring lg dan saya siap membaca setiap reptournya... (maaf panjang lebar tulisanya om hehee...)wassalam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam warahatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas kunjungan om Lenky ke blog kami sekeluarga. Alhamdulillah, saya kata dokternya belum terlalu parah penyakitnya dan masih bisa ditangani dengan baik. Sekarang, saya sudah jauh lebih baik. Sudah tidak perlu pake korset lagi naik motor, cuma masih terasa lemah di bagian kaki-kaki ini. Mudah-mudahan semakin lebih baik.
      Kalau untuk berobat saya memang agak malas, saya minum obat rutin hanya dirumah sakit. Obat yang diberikan dokter sewaktu pulang dari rumah sakit hanya dua hari saya minum. Sementara, obat dari kontrol dari dokter malah masih setia menunggu dalam plastiknya, tidak saya sentuh sama sekali. Saya hanya terapi sebanyak 3 kali selepas pulang dari RS, soalnya antrinya itu yang bikin males. Mudah-mudahan sakit ini jangan kambuh kembali . Sekarang jadi takut-takut untuk mengangkat yang berat-berat.
      Memang kita harus optimis om lenky, itu yang membuat kita punya semangat untuk menatap masa depan, yang penting usaha dan berdoa kepada Allah.
      Semoga istri om Lenky dan semua penderita penyakit yang sama dapat sembuh dan kembali beraktifitas dengan normal. Amin.

      Hapus
    2. Saya mau share sedikit nich pengalamanku tentang saraf kejepit, semoga dapat membantu :)

      https://medium.com/@103cia/syaraf-kejepit-sembuh-tanpa-operasi-bukan-mitos-6e5eb6a323d0

      Hapus
  2. Mlm Om Sony, salam kenal dri sy... :)
    baca pengalaman sakit nya si om, jdi pengen sharing jg pengalaman sy, siapa tau bisa bermanfaat untuk sdr" kita yg lain...
    Cerita di mulai kurleb 4 bulanan yg lalu..
    bagun tidur di depan TV (di karpet) krn terburu buru, pinggang sebelah kanan sy tiba" sakit, sy pikir wah sakit lgi... dan seperti biasanya sy biarkan aja kesakitan sedikit krn lama" bakal sembuh sendiri.. setelah 1 mingguan ternyata gak juga membaik, malah nambah sakit nya ke paha dan betis bagian bawah kanan.. klo mlm betis nya serasa di injek sesuatu yg berat... klo di paha pegel nya minta ampun.. mau ke RS jauh. RS yg bisa ngobatin sakit seperti yg sy alami, temen" sy yg ngasi info klo sy kena syraf kejepit di liat dri sakit nya... (250 km lah untuk sampe ke RS tersebut) akhirnya cuma di tolong dgn obat penahan sakit aja yg sy dapat dri puskesmas.

    Sy coba cari informasi cara ngobatin sendiri sakit yg sy derita lewat mbah gugel.. hehehe... berbagai macam info sy dapet.. sy dapet info klo untuk ngobatin nya dengan Jongkok ketika rasa sakit nya menyerang.. (maaf, Jongkok gaya eek..) emang sedikit berkurang...

    dan yg menyembuhkan nya sampai saat ini walau masih terasa sedikit pegel klo mlm di betis paha dan pinggang kanan..
    sy membaca tulisan yg sy lupa nama blog nya.. krn baca cuma sepintas, tpi sy pikirkan beberapa hari.. kurleb tulisan nya " Obat efektif untuk syaraf kejepit adalah SHOLAT 5 WAKTU "

    setelah sy pikir" beberapa hari, trus sy praktekan.. minta ampun untuk tegak berdiri aja sakit nya minta ampun, ga bisa lurus kaki sy, ruku pun aneh bentuk nya.. krn sambil nahan sakit, sujud bisa, pas bangun dri sujud minta ampun sakit nya... tpi sy paksakan, dan akan berbunyi krek di pinggang bagian bawah..
    satu minggu sholat dengan perjuangan yg amit" sakit nya sy jalanin... alhamdulilah.. mulai hilang sakit nya.. 2 minggu mulai seperti sedia kala.. walau kadang masih terasa sakit.. hingga detik ini sy menulis tinggal 5% lah kira" rasa sakit nya...

    kebetulan terakhir sy sholat udah bertahun yg lalu.. dan sholat lgi karena sakit itu.. hehehe...

    demikian, maaf dgn tulisan nya, krn sy kurang mahir untuk nulis.. kurang lebih seperti itulah... semoga yg baca bisa nangkep isi cerita nya... :P
    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malam om Harry ternyata awal sakit yang kita alami kurang lebih sama dan prosesnya menuju parahpun ternyata kurang lebih hampir sama. Memang yang dari saya baca itu memang kalau sholat juga bisa menyembuhkan sakit yang diderita oleh pasien. Akan tetapi proses penyembuhan yang Bapak alami berbeda dengan saya saya membaca lebih banyak di Facebook tentang penyembuhan dengan menggunakan akupuntur.sempat terpikirkan oleh saya menggunakan pengobatan jenis itu kereta tapi hal itu belum terlaksana. Pengobatan yang saya lakukan hanya menggunakan fisio terapi dan pengobatan secara medis. Mungkin ini dikarenakan sakit yang saya alami masih dalam tahap yang sangat rendah. Sampai sekarangpun saya masih mengalami sakit di bagian pinggang ke bawah tapi itu tidak mengurangi semangat untuk melakukan aktifitas sehari-hari kadang-kadang di dalam perjalanan menggunakan motor melewati jalan berlobang pinggang sedikit merasa sakit.
      Sekarang terapi yang saya digunakan adalah dengan sholat.Sholat yang benar seperti yang diajarkan oleh Rasulullah.Karena Allah telah menjamin bahwa semua penyakit itu ada obatnya.
      Semoga Allah memberikan kesehatan bagi kita semua amin.

      Hapus
  3. Assalamualaikum..salam kenal pa soni. Nm sy rubi..sdh 2 minggu sy cr info dgn sesama pndrita syaraf kejepit..awalnya sy yg tebiasa aktif ini ckp trsiksa krna pnykit ini sngt mmbtasi ruang gerak sy...tp sy hnya optimis kl Alloh sdang mmberi ksmpatan utk mnggugurkan dosa2 sy..
    Rata2 gejala nya sama..bgitu sy divonis kena hnp walaupun blm bgitu parah sy mndaddak rajin brenang..terlentang.gaya katak.berjalan maju mundur di dlm air.awalnya mlai berasa ad hasil nya sy bs ruku sujud...dokter pun mnyrnkan terapi tp g prnh sy lakukan..obat pnahan nyeri pun jarang sy minum.malah sy memilih akupuntur...2x sy di akupuntur dn sy sdh mulai berjalan tnpa ksakitan.walaupun msh horor kl bersin at batuk itu rasanya uda mo jatuhin bdn aj..sking nahannya rs sakit ini...pas 2 minggu sy optimis sembuh tp pagi ini btapa kagetnya sy bgitu bangun angkat badanpun susah...sepertinya ada posisi nyeri yg baru..yg mau saya tanyakan apa bapa dulu sering brasa ada sesuatu yg seperti bergerak entah itu syarafnya atau apa di pinggang sblah kanan at kiri..krna itu ygvsering sy rasakan..sy sering tahan nafas kesakitan jika pergerakan itu mulai berasa....smpai saat ini sy blm mnemui dokter lg..krna obatnya msh habis 2 mingguan lagi..sy lawan rasa males dgn jalan2 at bersih2 rmh..krna hnp ini bawaannya pngen tiduran trus krna sakit kl digerakin...dn itu sy kurang suka.kalau boleh tau obat apa yg bapa minum dn apa pencegahan nya biar ga kena hnp lagi.
    Terimakasih sblm nya...ay tunggu sharing nya pa😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsamalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam kenal Mbak Rubi. Insyaallah semua penyakit ada obatnya dan Allah sudah menjanjikannya tapi kita tidak tahu itu dari mana datangnya. Yang penting kita tetap berusaha dan jangan putus asa.
      Untuk penyakit saya Alhamdulillah sampai sekarang saya tidak merasakan sakit lagi. Entah dari mana obatnya saya juga bingung. Dahulu saya merasakan sakit tiap ada pergerakan di pinggang yang sakit sekali.
      Keluar dari rumah sakit memang rasa sakit yang saya rasakan memang berkurang tapi belum hilang. Setelah 2 kali fisioterapi setiap hari selama 1 minggu. Ditambah lagi fisio setelah keluar rumah sakit.
      Setelah itu saya berobat dengan cara urut tradisional atas anjuran tetangga dan itu masih tetap terasa.
      Kemudian saya dampingi dengan olahraga renang. Memang sih cuman sekali saja habis itu ga pernah lagi. Terakhir saya melakukan pijat juga dan akhirnya sejak itu rasa sakit itu hilang.
      Jujur sejak keluar dari rumah sakit saya hanya minum obat 2 kali, setelah itu obat tidak pernah saya minum.
      Mungkin penyakit saya belum terlalu parah dibandingkan mbak, tapi kta perlu optimis kalau akan sembuh.

      Hapus
    2. maaf bos, kl boleh tau bagaimana metode atau cara berenangnya ya ?

      Hapus
  4. Hiaaaa...blok adiaak wak kiroe yg daku baca..tadinya kg liat sapa yg punya blok tapi pas baca ada nama nabil koq ceritanya mirip pengalaman kerong alias sony irawan pas baca judulnya dan dibawah da nama azra ziana baru sadar blog kkeker ternyata,uni cuma baca2 krn ibu periksa kedokter katanya pinggang liau tu sakit pas kedokter dan bilang saraf kejepit pula...nah uni baco2 berobat alternatif urut saraf kejepit ntu dimana...eehh tabaco pengalaman adiak wak surang hahahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pariso bana lah apo sakiknyo ibu tuh... kini mungkin dek pengaruh ubek..
      biasonyo makin sakik kalau nda minum ubek

      Hapus
  5. Alhamdullilah akhirnya sembuh dari derita HNP / saraf kejepit :

    Di opname 2 hari di RS eka hospital, cuman di infus yg menurut sy gak perlu.

    Di resepkan obat penahan sakit
    1.Zitanid 2mg ini HCI khusus pelemas otot sehari 3X
    2. KETESE 25mg sehari 3X
    3. Coxiron 120mg 1Xsehari pagi
    Ini semua pereda sakit resep super

    Yg penting ternyata obat yg bener2 nya buat saraf adalah PROVELYN METHICOBAL
    Ini obat seperti vitamin utk saraf.

    Setelah teler krn kebanyakan obat pereda sakit. Sy menemui dr.yg lebih berprikemanusian ramah obat hehehe..

    Meresepkan :
    METHYCOBAL semacam vitamin utk saraf
    Vitamin c CDR
    glokosamin wellbon
    GElly gamat
    Hemaviton colagen
    Semua Vitamin utk menjaga saraf

    Menu kolang kaling

    Berenang

    Berendam airpanas sangatanjur

    Juga menyarankan drpd fisioterapi selain mahal dan cape bulak balik di saranin beli alatnya sinar infrared caman 600 ribu drpd sekali terapi 200 dan harus seminggu 2kali.

    Jangan di pijat krn akan memperparah otot2 yg nahan sakit dr effek saraf yg terjepit akan memar. Bisa bikin double sakit

    Yoga liat2 di youtub yoga utk penyembuhan saraf kejepit

    Pelan2 1 bulan hilang sembuh total tapi tetap kata dokter tdk boleh angakat berat2 terlalu lama duduk atw berdiri sering yoga gerak2 buat jaga tulang belakang.

    Finally korset sangat membantu.

    Happy share semoga kita semua di sehatkan. Aamiin YRA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai,,perkenalkan saya tresye.skarang ini saya jg ngalamin hal yg sama.menurut dokter saya terkena saraf kejepit, dan di sarankan untuk MRI.setelah itu disarankan untuk suntik di saraf yg terjepit.saya mo bertanya apakah rekan2 disini jg pernah melakukan suntik di saraf sesuai anjuran dokter?

      Hapus
  6. Halo Pak salam kenal
    Saya helga berumur 26 tahun
    Saya juga mengalami saraf kejepit krena saya trkena skoliosis.
    Tapi dari Rs saya hanya d beri obat penghilang rasa sakit dan itu brsifat sementra. Udah d lakukan fisioterapi juga
    Tapi rasa sakitny makin hari kok smakin brtambah.
    Kira2 ada masukan gak pak untuk pngobtan alternatif? Krena sakitny sungguh menyiksa

    BalasHapus
  7. Coba hubungi dokter Muhammad yusuf... Saya minum obat dari beliau selama 1 bulan sekarang sudah bisa jalan seperti biasa lagi... Kalau dahulu untuk duduk sakit, kalau br diri juga sakitnya luar bisa, kaki kebas dan kesemutan, kalau buat jalan aja sakitnya luar biasa rasa nya urat di tarik dan sakitnya luar biasa...
    Tapi semenjak saya hubungi beliau dan berobat dengan cara konsumsi obat racikan beliau dan rajin senam Hnp, trapi alhamdulillah 1 bulan sudah sangat jauh lebih baik bu kondisi saya...sudah bisa duduk enak, berdiri enak, jalan juga sudah bisa jauh... Coba saja hubungi beliau langsung mana tau juga bisa sembuh seperti saya ini. Ini serius loh...
    Ini No hp dokter nya 0853-6167-5232

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah terimakasih atas saran nya... Alhamdulillah saya semenjak sering trapi, senam yang di sarankan dr yusuf serta minum obat resep dari beliau selama 1 bulan kondisi saya sekarang sangat jauh lebih baik... Yang sebelumnya saat bangun tidur sangat sakit di pinggang dan sampai susah untuk br diri apalagi untuk jalan sekarang sudah sangat jauh lebih baik dan sudah sembuh Alhamdulillah terimakasih banyak mas AUTO2000

      Hapus
    2. Saya tadi baru saja menghubungi beliau ( Dr yusuf ) dan insyah Allah saya akan br ikhtiar dengan beliau melalui saran nya dan obat racikan beliau yang saya pesan langsung dengan beliau... Mohon bantu doanya agar saya bisa sembuh juga dari HNP tanpa oprasi seperti saudara amin....trimakasih atas petunjuk dan saran nya

      Hapus
    3. Ass, ,sy ibu endang.kena saraf terjefit juga sy sudah di opnama di rumah sakit. Dy uda di suntik paha 8 kali.uda 2 pemeriksaan.obat saya dosis tinggi,semua.sakitya berkurang,sedikit . cuma sy tdk bisa angkat kaki kiri saya untuk berjalan serasa,pinggul,kiri saya mau jatuh. Dan kaki,saya,yg kiri gemetar. Tolong beri infoya...agar sy bisa sembuh .sblmya terimakasih

      Hapus
    4. Coba brobat dengan Dr yusuf bu endang

      Hapus
    5. Dr yusuf tempat prakteknya dimana ya pak

      Hapus
    6. Alhamdulillah saya juga sembuh dengan dokter yusuf setelah 4 bulan rajin konsultasi dan kosumsi obat resep beliau yang saya tebus dengan beliau dan rutin konsultasi dengan beliau,enak nya bila brobat dengan dokter yusuf kita bisa rutin konsultasi bila kita kendala semasa proses penyembuhan,rasanya kita punya dokter pribadi dan konsultasi bisa jarak jauh dan gratis.trimakasih pak atas saranya untuk brobat dengan dokter yusuf Yang saat ini beliau tugas di balai medical center aceh.

      Hapus
  8. dr. Muhammad yusuf tempat praktek ya dmn ya pak?

    BalasHapus
  9. Coba brobat dengan Dr Yusuf
    Beliau punya racikan obat nya yang bagus dan semoga cocok dengan obat racikan beliau kalau mau brobat / pesan obatnya coba saja hubungi beliau langsung...
    08-53-61-67-52-32 ini nomor Dr Yusuf.
    Ayah saya sudah sembuh semenjak saya beri kan obat dari Dr Yusuf selama 1 bulan

    BalasHapus
  10. Saya juga mengalami sakit saraf sudah hampir 6 bulan karena kecelakan motor.. posisi sy skrg lagi krja di malaysia. . Aku bingung harus mau gimana lagi.. tindakan apa yg harus aku lakukan,ada yg bisa ngasi solusi gak������+60143222643

    BalasHapus

Like us on Facebook

Flickr Images