Wednesday, July 27, 2016

Bukittinggi - Jawa (Bekasi) via Lintas Pantai Timur Sumatera (KASKUS Road to Sumatera 2016 edisi return)

Tidak terasa hampir dua minggu kami menikmati libur lebaran di kampung kami. Sebenarnya di Bukittinggi adalah kampung istri saya. Kampung asal saya adalah Lubuk Alung dan rumah saya di Padang. Berhubung  rumah keluarga saya di Padang sudah dijual jadi saya dan keluarga mudik ke Bukittinggi saja. Kalau lebaran tidak mudik itu sepertinya kurang kekinian hehehe….. Waktu liburpun sudah hampir habis. Sekarang saatnya kami sekeluarga akan balik ke  tanah rantau yaitu tanah Jawa.

Kami dari jauh-jauh hari memutuskan kalau kami akan balik ke Jawa hari kamis pada tanggal 14 Juli 2016. Biasanya kami meninggalkan rumah pada malam hari. Banyak pertimbangan saya buat untuk menempuh perjalanan malam, antara lain; berkurangnya motor yang berseliweran dijalan dan juga kendaraan mobil, cuaca yang tidak terlalu panas. Tentu saja mata harus dipersiapkan dengan baik supaya tidak mengantuk.

Rabu malam tanggal 13 Juli 2016. Saya mulai melakukan pengisian bensin di SPBU terdekat. Saya tidak ingin menghabiskan waktu mengantri BBM pada saat akan melakukan perjalanan jauh. Saya sengaja mengisi agak malam untuk menghindari antrian kendaraan yang akan mengisi BBM juga.

Selesai mengisi BBM, kami langsung menuju minimarket terdekat dengan rumah dan kemudian berbelanja kebutuhan selama di perjalanan yaitu makan kecil untuk anak kami. Untuk makan besar kami juga membawa makanan untuk selama 1 hari makan. Jadi tidak perlu membeli makan di perjalanan (kecuali makanan kami habis). Menu kali ini hanya ayam dan telur rebus plus sisa jengkol dirumah (hmmmmmm maknyusssssss).

Saya sengaja membeli jengkol karena selama hampir dua minggu saya dirumah tidak pernah menemukan jengkol, eh pernah deng. Saat kami pergi ke pesta adik iparnya om Rinaldi. Disanalah saya menikmati jengkol muda yang nuiikkkkkkkmat dan juga cancang dagiang yang mantap…… Kalau bukan acara pesta perkawaninan bakalan saya sapu bersih tuh jengkol.
Memasang roofbox dulu

Back to the topic. Hari kamis pagi saya mulai memasang roofbox dan Bunda juga telah menyiapkan barang-barang yang akan diletakkan diatas sana. Barang yang diletakkan diatas roofbox biasanya barang yang tidak pernah dibongkar selama perjalanan dan akan hanya dibongkar pada saat sampai di Tujuan. Seperti baju-baju (terutama) sepatu dan sandal dll. Untuk baju disisakan sedikit untuk ganti diperjalanan dan ini letakkan didalam mobil. Untuk barang berharga sangatlah tidak bisa diletakkan di roof box.

Wisata Kuliner di Padang

 Hari ke-empat lebaran kami bertiga (saya Bunda dan Nabil) menuju kota kelahiran saya yaitu Padang. Tujuan utama bersilahturahmi dengan keluarga dan wisata kuliner serta jalan-jalan. Kami berangkat dari Bukittinggi menuju Padang tidak melewati jalur utama tapi melewati jalur alternatif yaitu Bukittinggi-Kelok 44-D. Maninjau-Lubuk Basung-Pariaman-Padang. Cerita perjalanan kami  bisa di baca di link berikut.


  • Es Durian Iko Gantinyo
Sesampai di Kota Padang kami langsung menuju area tujuan wisata kuliner kami yaitu makan es durian. Tujuan kami ada warung es durian Iko Gantinyo. Warung ini adalah langganan kami tiap berkunjung ke Padang. Sedangkan di area tersebut ada dua warung yang terkenal yaitu Iko Gantinyo dan Ganti nan Lamo. Kedua warung ini sangat rama dikunjungi saat lebaran tiba oleh para pemudik.
Lokasi Es Durian (Iko Gantinyo)
Coordinat by G-Map -0.959443, 100.360820

Es Durian buat kami da Es krim buat Nabil

Thursday, July 21, 2016

Perjalanan Bukitting – Padang via Danau Maninjau

Perjalanan menuju kota kelahiran saya mempunyai banyak destinasi yang ingin dikunjungi. Tetapi untuk semua itu  saya ingin sekalian menikmati keindahan wilayah Sumatera Barat ini walau kadang terbentur waktu kadang malas jalan juga sih hehehehe. Untuk menuju Padang ada banyak jalan yang bisa dilalui. Yang paling umum digunakan adalah Bukittingi – Padang Panjang – Sicincin – Padang. Berjarak sekitar 90 km bisa ditempuh 1,5 jam sampai 2 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi. Jalur ini sangat sering sekali saya lewati.
Jalur Bukittingi - Padang via Danau Maninjau
Kali ini saya ingin mengambil jalur terjauh yaitu Jalur Bukittingi – Kelok 44 – Danau Maninjau – Lubuk Basung – Pariaman -  Lubuk Alung – Padang. Jarak yang akan kami tempuh nantinya hampir dua kali lipat dari jarak yang biasa saya pakai. Sekitar 160 km mesti kami tempuh apa bila kami melewati jalur ini, dan dibutuhkan waktu 5 jam untuk menuntaskan perjalanan ini. Sebenarnya masih ada jalur alternatif yang bisa dipakai kalau terjadi macet yaitu via malalak dan nanti keluar di Sicincin, tapi opsi melewati daerah ini kami abaikan.

Perjalanan kami dimulai pada hari Sabtu pagi jam 5.30 pagi. Saat itu Matahari belum menunjukkan cahayanya. Kami bertiga (saya, bunda dan Nabil) meninggalkan rumah di Tilatang Kamang. Saya memacu menuju keluar Bukittiingi melewati perempatan bypass dan terus naik Flyover menuju Padang Luar. Diperempatan Padang Luar kami berbelok kekanan menuju arah Maninjau. Kami berhenti sejenak untuk setting kamera. Sedikit masalah terjadi pada mengatur kamera dan menyita waktu sekitar 45 menit.

Setelah semua selesai kemudian perjalan kamipun dimulai. Hamparan sawah dikaki gunung singgalang menyegarkan mata kami. Jalan yang sedikit sempit tidak membuat kami surut. Sebenarnya kami ingin singgah di Puncak Lawang akan tetapi karena kami belum tahu jalan menuju kesana, maka rencana ini kami batalkan. Mendekati Kelok 44 jalanan mulai mendaki dan menurun serta berkelok-kelok. Jalanan seperti ini sangat menghilangkan kantuk dan menguji kemampuan dari pengemudi.

Pasar Pabukoan Nagari Kapau

Dua hari di kampung, membuat kami mencari menu tambahan untuk berbuka puasa hari itu. Awalnya kami ingin mencari ke Pakan Kamis menu berbuka hari itu. Tetapi entah mengapa saya berubah pikiran. Saya meneruskan perjalanan menuju Nagari Kapau yang letaknya beberapa kilometer jaraknya dari Pakan Kamis. Alasan saya adalah, kalau di Pakan Kamis sudah sering saya berbelanja tapi kalau di Kapau belum pernah menjelahinya.... Dulu pernah kami hanya lewat kesana.

Kalau didaerah kami Sumatera Barat kalau mencari menu berbuka baik yang menu utama atau kecil disebut Pabukoan. 

Jalan menuju Kapau (Gunung Singgalang malu-malu)
Gerbang Nagari Kapau 

Sekelumit cerita dan Foto Mudikers "KASKUS Road to Sumatera Jilid II (KRS 2016)"

Kali ini saya ingin berbagi cerita dan gambar tentang cerita mudik rekan kami para perantau yang ingin mudik ke kampung halaman. Cerita dikirim kan kepada saya melalui jaringan sosial media Whatsapp. Sebagian besar berbagi melalui gambar dan ada juga yang bercerita singkat:


Om Fajar

Tidak mau kalau dengan yang lain. Om Fajar juga membuat blog sendiri untuk menceritakan perjalanan selama mereka mudik. Perjalanan om Fajar bisa dibaca pada link berikut (klik disini)


Om Fajar & keluarga dengan wajah bahagia


Om Yoyo

Untuk Om Yoyo sudah lama mengontak saya untuk mengajak mudik bersama bareng. Beliau berkunjung ke blog saya. Untuk cerita mudik om Yoyo dituangkan dalam tulisan di blog pribadinya. Dapat diakses pada link berikut ini. (Klik disini)


Mobil om Yoyo yang sama dengan mobil saya


Om Fyko

Om fyko juga tidak mau kalah untuk menulis blog, mengenai mudik dia kalai ini yang lumayan berputar-putar jalurnya. Detail perjalanan bisa dibaca langsung di Blog om Fyko di sini (klik disini)


Sisa 3 mobil yang satu sudah hilang....


Wednesday, July 20, 2016

Mudik Bareng KASKUS Road to Sumatera Jilid 2 (Mudik ke Bukittinggi 2016) via Jalur Lintas Tengah


Hari yang kami sekeluarga nanti-nantikan selama beberapa bulan belakangan ini telah tiba. Hari dimana kami akan mudik bersama ke kampung halaman kami di Sumatera Barat setelah selama setahun merantau dinegeri orang. Perbedaan tujuan akhir tidak menyurutkan kami untuk bersama-sama menuju kampung halaman. Pagaralam, Dhamasraya, Kerinci, Curup, Padang, Bukittinggi, Batu sangkar, Payakumbuh, Bangka, Bangkinang, Medan, Pariaman, Solok, Baturaja, Jambi, Kisaran adalah tujuan dari peserta mudik kali ini. mengenai pembetukan grup mudik "KASKUS Road to Sumatera Jilid II" telah saya ceritakan di postingan saya sebelumnya. Clik here (KASKUS Road to Sumatera Jilid II)

Kali ini saya mendapatkan grup dengan anggota om Heri, om Panca dan Herlan.  Herlan rekan saya di S3rious dan juga di ERCI walau beda Chapter. Sebelum keberangkatan kami sepakat kalau akan menggunakan HT nantinya selama perjalanan. Tujuan untuk mempermudah kami dalam berkomunikasi selama diperjalanan. Kami menetapkan frequensi yang akan digunakan selama perjalanan dan menentukan juga frequensi cadangan seandainya berbenturan dengan pengguna lain.

Barang-barang yang akan kami bawa pada saat mudik telah dipersiapkan bunda dan telah di packing dengan rapi jauh sebelum hari keberangkatan. Jadi saya hanya tinggal memasukkan barang tersebut kedalam kabin mobil dan juga kedalam roofbox.  Pemasangan Roofbox telah selesai dilakukan seminggu sebelum keberangkatan dan tentu  saja dibantu oleh asisten saya yang paling cantik dan setia yaitu istri saya hehehehe. Akan tetapi pada beberapa hari sebelum keberangkatan saya mendapatkan kabar kalau didaerah 4 lawang(Sumatera Selatan). Bagi yang memakai roof rack kena razia. Saya sendiri sedikit terkejut mengenai hal ini. Apa yang harus saya lakukan? Tetap memakai roofbox atau melepasnya. Kalau saya melepasnya tentu saja barang akan semakin pada didalam kabin. Mudik kali ini formasi mudik kami sekeluarga adalah 4 orang dewasa dan 2 orang anak-anak. Jadi lumayan padat didalam kendaraan, jika ditambah lagi barang maka pasti akan bersempit-sempitan. Kalau tetap mamakai tetap memakai roofbox maka kemungkinan akan terkena razia nantinya. Saya akhirnya memilih opsi tetap memakai roofbox dikarenakan kami ingin mudik kami nyaman.
Jarak yang mesti kami tempuh by G-map 1356km
Tanggal 1 Juli 2016 ba’da Shubuh, saya mulai memasukkan barang-barang kami kedalam mobil dan juga kedalam roof box dibantu oleh bunda. Bunda telah selesai memasak menu yang akan kami bawa nantinya pada saat perjalanan.  Adapun menu kami kali ini sedikit elit dan lengkap yaitu dendeng lado mudo, ayam goreng bumbu, telor rebus bulat dan teri kacang balado merah plus sayur mentimun. Barang telah tersusun rapi didalam box yaitu barang yang tidak akan dibongkar selama diperjalanan.  Sedangkan barang yang ada di dalam kabin adalah barang yang akan dipergunakan selama perjalanan, yaitu makanan kecil, menu makan, alat sholat dan air minum.

Persiapan Mudik Bareng ke Sumatera(Kaskus Road to Sumatera Jilid II)


Tidak terasa satu tahun berlalu kami melewati mudik bareng alias mudik bersama dengan kaskuser yang kami lakukan tahun lalu.  Tahun lalu anggota mudik kami 13 orang dan semuanya  murni kaskuser.  Tahun ini peminat mudik bareng ke Sumatra mengalami peningkatan yang cukup drastis. Pada awalnya saya hanya ingin membatasi sekitar 20 orang pemudik saja yang akan bergabung, akan tetapi banyak yang meminta untuk bergabung maka ditambah menjadi 40an anggota dan terus menjadi sekitar 50an anggota. Memang tidak semua peserta mudik adalah kaskuser, ada juga sebagian adalah pengunjung dari blog ini dan ingin mencari teman untuk mudik. Sebagian dengan alasan mudik sendiri dan ada juga yang ingin bergabung dengan alasan ingin mencari teman.

Kami sebenarnya juga mempunyai grup WA untuk bertukar informasi dan di grup ini mempunyai 2 orang Admin saya (ID Kaskus : kerong_xxx) serta om Reza. Akan tetapi kali ini om Reza tidak mudik ke Sumatera, kali ini dia lebih memilih menjaga tanah Jawa (hehehe). Jadi kali ini tugas saya yang mengundang anggota untuk masuk kedalam grup WA(sebagai Admin). Satu persatu anggota kami bertambah dan sekarang sudah menjadi 60an anggota (total dengan tahun lalu).

Kemudian pemilihan judul yang dipakai untuk mudik. Berhubung tidak semua yang mudik adalah Kaskuser, saya sedikit bingung akan judul mudik kami. Maka saya tetap memutuskan  memakai “KASKUS Road 2 Sumatera”, karena akar ini dari semua ini adalah berasal dari para kaskuser  dan saya ingin kalimat KASKUS itu tetap dipakai. Sementara saya tidak menggunakan angka 2 (dua) pada akhir judul karena  sudah ada ditengah. Jadilah judul mudik yang dipakai kali ini adalah “KASKUS Road 2 Sumatera”

Seperti biasa saya mendesign stiker untuk ditempel pada kendaraan kami nantinya. Sebagai penanda kami para mudikers. Awalnya saya mendesign sesuai dengan batas kemampuan saya. Jadilah stiker karya saya sebagai berikut ini.
Stiker Belakang Mobil

Thursday, May 26, 2016

Mamasang Peredam Panas di Suzuki Ertiga


Kali ini saya ingin berbagi mengenai pemasangan peredam panas di kendaraan Suzuki Ertiga Doble Blower. Tujuan pemasangan peredamam ini adalah untuk mengurangi panas pada cabin sewaktu mobil dijemur diterik matahari (siang bolong).

Sebenarnya ertiga sendiri sudah dilengkapi dengan peredam panas tapi hanya terpasang dibeberapa tempat. Untuk itu saya ingin memasang peredam panas tambahan di plafon mobil kami sekeluarga.
Peredam panas yang dijual sangat bermacam material dan beragam harganya. Dari yang murah sampai yang mahal. Sedangkan materialnya ada yang Busa ditambah alumunium foil dan aja juga aspal plus alumunium foil, bahkan ada yang tiga bahan digabungkan sekaligus (aspal busa dan alumunium foil). Sebenarnya aspal cenderung kepada peredaman suara sedangkan busa dan alumunium foil ke peredaman panas. Saya sendiri disini hanya memilih peredam panas busa dan alumunium foil saja. Entah kenapa saya lebih cenderung memilih bahan ini. Ini sebenarnya tergantung kebutuhan saja. Bisa dipakai yang aspal.

Bahan peredam saya beli di toko karet mobil didaerah sawah besar. Tepatnya di gedung muzatek. Perlembarnya saya beli 50k dengan ukuran 100 cm x 120 cm.

Adapun perlengkapan yang dibutuhkan dalam memasang peredam panas ini adalah, sebagai berikut :
  • Busa peredam panas  (2 lembar)
  • Alumunium tape
    Alumunium Tape (Rp. 35.000)
  • Obeng (screwdriver) +/ Plus
  •  Cutter
Cutter

  •  Ornament remover

Friday, February 12, 2016

Memperpanjang SIM C beda alamat dengan KTP

Sebenarnya saya memperpanjang SIM C berbarengan dengan SIM A yang juga habis masa ceritaya bisa dibaca pada pada link berikut ini http://goo.gl/vcPwxs . PAda awalnya saya sedikit ragu apakah saya bisa memperpanjang SIM C tersebut soalnya alamat yang tertera pada SIM C berbeda dengan alamat yang ada pada KTP elektronik saya.

Beruntungnya saat ini sudah ada perpanjangan SIM secara online. Jadi saya tidak harus datang ke SAMSAT kota Bekasi yang biasanya selalu ramai dengan antrian orang membuat SIM. Syaratnya tentu saja harus punya E-KTP yang mana datanya sudah tersimpan di server milik pemerintah dalam ini mungkin Kementrian Dalam Negeri (CMIIW)….

Pada hari pertama kedatangan saya ke Gerai SIM yang berada di lantai 3 Mall Artha Gading, dimana saya saat itu kurang beruntung. Loket pendaftaran sudah ditutup karena jam operasionalnya untuk pendaftaran jam 08.30 -12.00. Saat itu saya dating pada pukul 13.30.  Ototmatis saya tidak diayani, mereka hanya melayani penyelesaian berkas yang belum dipanggil.

Saat itu saya bertanya “Mbak kalau alamat pada SIM dan KTP elektronik beda bagaimana?”, “Apakah bisa diperpanjang?” lanjut saya. Dijawab oleh Mbak penjaga loket “Bisa mas, nanti alamat mengikuti KTP”. Alhamdulillah jadi saya tidak perlu lagi mencabut berkas dan mengurus ke Bekasi. Cukup satu kali dating SIM saya langsung selesai.

Wednesday, February 3, 2016

Memperpanjang SIM A di Gerai SIM Artha Gading

SIM (Surat Ijin Mengemudi) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseoraang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan trampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Pada tahun ini kedua SIM saya akan habis masa berlakuknya. Baik itu SIM A dan SIM C, keduanya berakhir masa berlakunya pada bulan Januari 2016.  Pada awalnya saya mencari informasi tentang dimana lokasi untuk memperpanjang SIM di daerah Bekasi. Itu ada Mobil SIM Keliling/ Gerai SIM yang bisa memperpanjang SIM A dan C, dan lokasinya berpindah-pindah. Kadang  di daerah Harapan Indah (kata orang sih saya belum pernah kesana). Untuk detail seluruh Indonesia bisa didapat informasi mengenai SIM keliling di alamat berikut ini.  http://www.simkeliling.info/ (data tidak lengkap lohhhh).

Perpanjangan SIM ini saya bagi dua cerita karena untuk SIM A, Alamat KTP dan SIM sama, sedangkan alamat pada SIM C, KTP dan SIM C alamatnya berbeda. SIM C alamat Jakarta (sewaktu indekos) dan KTP Bekasi. Untuk perpanjangan SIM C saya ceritakan pada sesudah artikel ini.

Ternyata saya mendapatkan informasi tambahan, ada keluar surat pembaruan surat pembaruan dari No.: ST/271/II/2015  menjadi No.:ST/2652/XII/2015 pada 18 Desember 2015. Peraturan baru resmi berlaku 1 Januari 2016 dari Kakorlantas Polri  sebagai tindak lanjut peraturan Kapolri No 09 tahun 2012 pasal 28 mengenai masa berlaku surat izin mengemudi (SIM).