Perpanjangan 5 tahunan STNK Mobil di SAMSAT Kota Bekasi

11:59:00 AM


Sudah hampir dekat ulang tahun neng Erti alias kendaraan keluarga kami yang biasa kami pakai dalam berkendara bersama keluarga. Suzuki Ertiga lansiran tahun 2013 sudah hampir habis masa berlaku STNK sekarang. Sudah harus untuk memperpanjang masa berlakunya. Sebenarnya masih ada sisa beberapa waktu lagi sebelum benar-benar habis masa berlakunya. Dikarenakan kami akan mudik bulan depan, saya lakukan lebih cepat, takut banyaknya persiapan yang harus saya lakukan saat mudik nanti.

Untuk prosesnya sendiri sudah saya dapatkan dari teman satu komunitas yang telah lebih dahulu memperpanjang masa berlaku STNK. Caranya akan saya ceritakan dibawah ini. Berhubung saya datang pada saat bulan puasa saya mencari tahu jam operasional SAMSAT Kota Bekasi. Saya mendapatkan kalau SAMSAT buka lebih cepat pada saat bulan puasa tapi itu informasi tahun lalu huhuhuhu….. Saya berharap kalau pada tahun ini sama jam operasionalnya.

Untuk perpanjang STNK 5 tahunan kendaraan bermotor roda 2 dan roda 4. Kendaraan yang akan dilakukan perpanjangan masa berlakunya STNK harus membawa kendaraannya ke SAMSAT Kota Bekasi untuk dilakukan pengecakan fisik. Bisa saja sih saya meminta orang untuk melakukan proses ini tapi jadinya nanti saya tidak punya bahan cerita dong buat di bagi kepada pembaca setia blog saya ( hahahaha pede abizzzz).

Untuk persyaratan yang dibutuhkan dalam prpanjangan masa berlaku STNK (eh mengganti STNK ) dan penggantian plat adalah:
  • KTP asli dan Fotokopi  1 lembar
  • STNK asli dan Fotokopi masing-masing 1 lembar depan belakang
  • BPKB Asli dan fotokopi halaman yang ada tulisan tangannya (total 3 lembar)
Pada jam 06.15 saya meninggalkan rumah menuju SAMSAT Kota Bekasi sekalian mengantarkan anak kesekolah. Sedangkan bunda terpaksa naik gojek menuju Stasiun kereta soalnya kami beda arah. Perjalanan dari dalam komplek menuju pintu tol masih aman dan lancar. Permasalahan mulai terlihat ketika saya masuk kedalam tol. Rencananya saya akan masuk tol Jatibening dan berputar arah di tol Pondok Gede kemudian mengarah ke Bekasi.

Sewaktu akan masuk kedalam terlihat kemacetan di tol yang menuju arah Bekasi. Waduh….. yang bener saja. Berhubung saya sudah masuk kedalam jalan arteri tol saya meneruskan jalan dan berputar kembali menuju Bekasi. Sebenarnya saya ada pilihan untuk keluar kembali di tol Jatibening dan meneruskan perjalanan melalui jalan Kalimalang. Akan tetapi saya tidak mengambil pilihan ini dan benar saja saya memilih pilihan yang salah. Kemacetan yang disebabkan oleh pertemuan dua jalan tol (JORR dan Jakarta Cikampek) ditambah lagi pengurangan lajur akibat pembangunan jalan tol layang Jakarta Cikampek.

Setengah jam lebih saya tertahan dijalan tol arah bekasi. Akhirnya saya tidak tahan lagi. Saya akhirnya keluar ke Jalan tol JORR di pintu tol Bintara. Kemudian kembali menuju Bekasi. Perjalanan bisa dikatakan lancar walau lalu lintas ramai. Tetapi ujian ini masih berlanjut.

Menjelang perempatan Metropolitan Mall bekasi. Kemacetan kembali menghadang saya. Terpaksa saya mengambil jalur alternatif melewati Stadion Bekasi dan Stasiun kereta Bekasi. Terusssss menuju Bulak kapal. Perjalanan kembali terhambat saat saya melewat pasar Kota Bekasi. Kembali saya mencari jalan alternatif. Akhirnya dalam 1,5 jam saya bisa juga mencapai tujuan saya yaitu SAMSAT Kota Bekasi.  (Lokasi : https://goo.gl/maps/RknfRazs6j22). Perjalan 15 km yang melelahkan…

Mobil langsung saya masukkan kedalam kawasan SAMSAT. Setelah mengambil tiket parkir manual (pake catet manual gitu) saya mengarahkan mobil ke bagian kanan Gedung SAMSAT untuk melakukan pemeriksaan fisik kendaraan. Pemeriksaan fisik ini adalah untuk memeriksa nomor rangka dan nomor mesin dengan sistem gesek-gesek.
Lokasi cek fisik

Menuunggu giliran
Berhubung saya baru sampai disana, jadi kondisi mesin masih dalam keadaan panas-panasnya. Alhamdulillah, dengan kesabaran si petugas bisa mengambil data nomor mesin yang masih dalam keadaan panas dan juga nomor rangka. Kemudian menempelkan hasil esek-esek ke sebuah formulir kosong yang dipegang oleh petugas.

Setelah menutup kap mesin saya langsung memarkirkan kendaraan di depan gedung utama. Untuk motor banyak tersedia lokasi parkir dibagian depan dan belakang gedung. Kalau untuk mobil hanya tersedia parkir didepan gedung dan juga disamping gedung secara paralel.
Parkir mobil dulu
Setelah mememarkirkan mobil saya menuju loket pengesahan cek fisik yang tepat berada dibelakang Gedung utama atau disamping lokasi cek fisik.  Sebelum kita menyerahkan data-datanya silahkan diisi dahulu formulir kosong tadi yang diberikan atau yang telah ditempel dengan hasil esek-esek (bahasanya ga asik kali) nomor mesin dan rangka. Data-data yang kita isi tersebut bersumber dari data pemilik (KTP) dan data kendaraan (STNK).

Loket pengesahan cek fisik

Meja pengisian form yang tidak enak buat kita

Kursi penunggu

Informasi di loket

Form penuh dengan stempel
 Sebelum menyerahkan data-data  persiapkan data sebagai berikut:
  • KTP asli dan Fotokopi  1 lembar
  • STNK asli dan Fotokopi masing-masing 1 lembar depan belakang
  • Fotokopi BPKB halaman yang ada tulisan tangannya (total 3 lembar)
Untuk BPKB masih kita pegang jangan sampai hilang. Hanya fotokopi yang diserahkan ke Petugas pengesahan cek fisik. Kalau kita fotokopi disana makan petugas fotokopi akan menyusun berkas-berkas kita, karena saya fotokopi  diluar makanya saya meminta petugas yang mengaturnya hehehe.

Disini kita diminta menunggu sebelum nanti dipanggil kalau berkas selesai diperiksa. Kondisi saat itu masih lengang dan proses ini berlangsung dengan cepat. Setelah itu kita masuk kedalam gedung utama melalui pintu depan karena pintu belakang hanya untuk pegawai.

Pintu utama yang dijaga Polisi bersenjata (atut)
Di pintu masuk utama disana dijaga oleh Polisi dengan besenjata lengkap. Berbeda keadaan saat saya melakukan perpanjangan masa berlaku STNK di gedung lama yang berada didepan stadion. Mungkin karena beberapa saat lalu terjadi peledakan dibeberapa tempat, jadi penjagaan diperketat. Tapi memang sih jadi kurang nyaman jadinya. Bahkan untuk mengambil gambar saya sempat ditanya oleh pegawai disana. Aduh Pak ini mah murni buat blog saya. Jangan suudzon deh…. Mentang-mentang saya make celana cingkrang apa? Lah kok saya yang suudzon. Kali aja itu bapak memang kepo aja.
Meja informasi

yang nunggu lumayan ramai

Meja pengisian formulir

Masih meja pengisiian formulir

Kalau ga kebagia meja ya disini ngisinya

Ada Bank DKI juga
Pada meja petugas keamanan tadi kita bisa meminta formulir lagi untuk diisi lagi. Formulir yang bewarna biru dan data yang diisi sama persis dengan formulir pertama yang diberikan oleh petugas cek fisik .

Gedung ini berbentuk dalamnya bundar, sekelilingnya berupa loket-loket. Disini loket sayap kanan untuk kendaraan roda 4 atau lebih dan sayap kiri untuk kendaraan roda 2 dan 3. Bagitu masuk ada 3 pilar besar yang menopang dan memisahkan sayap kiri dan sayap kanan gedung.
Loket Cek Progresif
Setelah mengisi data di formulir berwarna biru, kemudian berkas yang diterima dari pengesahan cek fisik langsung digabung dengan formulir dan diberikan ke petugas security yang ada didepan loket pajak progresif. Posisi loket berada di sebelah kanan gedung dan kalau kita saat masuk di sebelah kiri kita.

Ternyata saudara-saudara jam operasional SAMSAT selama bulan puasa lebih cepat dari jam normal. Yah sudahlah, akibat macet pekerjaan saya jadi terhambat. Jam operasional SAMSAT dimulai pada jam 07.30 pagi pada saat bulan puasa.

Begitu masuk gedung ini memang kesannya luas tapi seperti rame sekali…. Sayang saya melihat loketnya tidak didesain dengan baik. Sebagian besar terbuat dari almunium. Jadi kurang elegan hihihihi .  Saya membayangkan kalau pada saat hari sabtu pasti ini gedung penuh sekali…

Saat memeriksa Pajak progresif tidak terlalu lama. Bisa dibilang cepat malah, kemudian kita diminta membawa berkas ke bagian tengah gedung di bagian Loket Pengecekan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor Pilihan dan Perpanjangan STNK 5 tahunan… Panjang banget itu nama loket. Disini berkas kita kita serahkan semua dan kita akan diminta untuk memperlihatkan BPKB asli. 
Loket pengesahan

Ini dia loket nama terpanjang
Selesai memeriksa kemudian  BPKB asli akan dikembalikan inget dikembalikan (jangan sampai lupa). Sedangkan berkas kita akan diambil dan diganti dengan selembar kertas  yang bertuliskan nomor plat kendaraan kita.

Proses selanjutanya adalah pembayaran di loket kasir. Loket kasir berada diantara loket pajak progresif dan Loket Pengecekan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor Pilihan dan Perpanjangan STNK 5 tahunan. Disana ada dua loket yang tersedia dan juga dua orang mbak kasir. Pada proses inilah yang paling lama. Lebih dari setengah jam nama saya tidak dipanggil-pangil. Silih berganti orang dipanggil dan belum juga ada nama saya. Orang yang selalu dekat dengan saya menyerahkan berkas tadi sudah dipanggil.

Ini dia loket kasir

Setelah bayar cuma dapat ini aja
Kegalauan itu berakhir, ketika nama saya dipanggil oleh mbak kasir. Untuk perpanjangan ini saya diminta membayar Rp. 2.722.000.  Naik sekitaran 200rb dari tahun lalu. Uang diserahkan dan struk kecil tadi kemudian diberikan stempel  oleh mbak tadi. Kemudian kita masih dan masih disuruh menunggu proses pencetakan STNK kendaraan.

Loket penyerahan STNK
Ternyata untuk menunggu mencetak ini juga tidak sebentar. Lama juga saya menunggu nama saya dipanggil oleh petugas. Nama saya dipangil setelah STNK dicetak. Posisi loket penyerahan STNK berada persis disebelah loket pajak progresif. Kita diminta untuk menyerahkan tiket kecil yang yang kita pegang tadi untuk ditukarkan dengan STNK yang baru.

Nah untuk urusan administrasi bisa dikatakan sudah selesai. Sekarang saya hanya perlu untuk mengambil plat nomor kendaraan yang baru. Lokasi pencetakan plat nomor tidak berada di dalam gedung utama, tapi berada di gedung terpisah tepatnya dibelakang sekali. Posisinya berada dipojok belakang kantor ini. Persis disebelah kantor Bank Jabar. Kita hanya perlu menyerahkan STNK yang baru tadi ke petugas dan STNK akan diambil sementara oleh petugas.
Tempat mencetak plat nomor baru ada diujung sana
Ini dia disamping Bank Jabar (luar)

Tidak sampai 10 menit, plat nomor baru telah selesai dibuat dan nama saya dipanggil oleh petugas dan kemudian plat nomor yang baru diserahan kepada saya. Akan tetapi ukurannya lebih besar dari ukuran sekarang. Jadi cover plat nomor sekarang, tidak bisa saya pergunakan lagi. Terpaksa harus beli lagi huhuhuhuhu.

Tepat Jam 10.45 siang hari saya meninggalkan kantor SAMSAT Kota Bekasi untuk kembali menuju kerumah. Adapun dari cerita saya diatas dapat diambil garis besar urutan proses perpanjangan 5 tahunan STNK adalah:
  1. Cek Fisik (area cek fisik)
  2. Isi form dan lampirkan berkas KTP (asli dan  fotokopi 1 lembar), STNK (asli dan fotokopi 1 lembar), BPKB (fotokopi 1 lembar)
  3. Pengesahan Cek Fisik (Dibelakang gedung utama)
  4. Ambil form (dipintu masuk)  dan isi
  5. Pemeriksaan Pajak Progresif (Dalam Gedung Utama)
  6. Pengecekan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor Pilihan dan Perpanjangan STNK 5 tahunan Pembayaran di Kasir (Dalam Gedung utama)
  7. Mengambil STNK baru (Dalam gedung Utama)
  8. Mengambil Plat nomor Baru (Dibelakang Gedung Utama dekat kantin)

Sedangkan untuk total biaya yang saya bayarkan untuk perpanjangan 5 tahunan ini adalah
  • Uang tips cek Fisik (Rp. 10.000,-)
  • Pajak 5 tahunan Ertiga (Rp. 2.722.000,-)
  • Uang parkir (Rp. 2.000,-)
  • Makan dan Minum (Rp.-) Puasa soalnya hehehe
Informasi tambahan:

Mekanisme perpanjangan STNK

Katanya sih 30 menit 

Jam operasional Samsat

Informasi tambahan

Mau blokir ini syaratnya

Jadi murni semua pengeluaran perpanjang pajak 5 tahunan ini tidak ada uang siluman Alhamdulillah. Hanya uang tip buat petugas cek fisik yang berpanas-panas melakukan pengambilan data nomor mesin. Kalau memang ada waktu sebaiknya kita melakukan ini sendiri sehingga kita bisa tahu alur prosesnya.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Nice sharing om. Biaya 2.7 juta itu udh termasuk pajak setahun dan biaya perpanjang stnk 5 tahunan ya. Mksh

    BalasHapus

Like us on Facebook

Flickr Images