Training ke Bangkok

3:19:00 PM


Cerita ini sebenarnya sudah hampir 2 tahun berlalu akan tetapi sayang untuk dilupakakan begitu saja. Tugas dari kantor inilah kali pertamanya saya mendapatkan tugas mengajar keluar negeri. Kami ditugaskan berdua untuk keluar negeri, dan akan tinggal di  daerah pinggiran Bangkok (tepatnya daerah Bang Na) mulai tanggal 21-27 Agustus 2016. Walaupun berkunjung ke sesama Negara Asia Tenggara, bagi saya hal ini cukup berkesan.

Untuk menceritakan hal pengalaman saat berada di Bangkok, sedikit kesulitan bagi saya karena ada beberapa tempat ayng saya tidak tahu nama lokasinya. Sayapun tidak bisa membaca tulisan dari orang Thailand ini. Jadi yah ceritanya apa adanya saja jadi harap pembaca maklum yah….. hehehehe.
Kali ini saya berkunjung berdua dengan teman satu kantor, jadi sesudah training berlansung bisa ,menjelajah daerah ini. Sebenarnya secara jarak hotel kami berjarak 30 km dari pusat kota Bangkok. Nama daerah kami menginap adalah Bang Na.

Kami diberikan pilihan untuk menginap didekat lokasi training. Ada 3 pilihan yang diberikan yaitu Novotel Bang Na, Hotel Maple Bang Na dan satu lagi saya lupa. Kami memilih akan menginap di Novotel Bang Na dengan pertimbangan cuma itu yang kami tahu informasinya. Sedangkan dua hotel yang lain dari segi kamar dan fasilitas masih dibawah (base on informasi dari online yah)…..

Semua persyaratan dan perlengkapan telah saya persiapkan dan juga telah selesai diurus. Keberangkatan saya tidak akan diantar oleh anak kami karena Nabil sedang sakit dan tidak boleh keluar rumah. Jadilah saya sendiri yang akan berangkat ke Bandara. Biasanya pasukan komplit mengantar saya kalau saya bertugas ke luar negeri.

Penerbangan kami pilih menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Pemilihan maskapai lebih dikarenakan menu makanan yang kami dapat lebih sesuai dengan lidah orang Indonesia (gam au rugi tapi juga ga mau makanan ga jelas). Padahal untuk ke Thailand masih ada Thai Airways. Sayang saya tidak mendapatkan kesempatan mencoba pengerbangan itu.
Nungguin temen dulu

Sesampai di Bandara ternyata saya sampai dahulu dan tidak berapa lama rekan saya datang. Kami langsung makan siang di restoran cepat saji didepan bandara. Setelah itu kami langsung masuk kedalam bandara untuk melakukan proses check in.
Masuk ruag tunggu biar masuk cepet ke pesawat hehehe

Proses check in dan Imigrasi berjalan dengan lancar. Kami langsung menunaikan ibadah sholat sebelum masuk kedalam ruang tunggu bandara.

Pada saat masuk kedalam pesawat dan telah datang waktu keberangkatan. Untuk masuk ke pesawat, ternyata ruang tunggu kami masih jauh dari pesawat dan kami harus menggunakan bus untuk menuju pesawat. Saya pikir untuk menuju Thailand ini Garuda akan menggunakan pesawat besar ternyata dugaan saya salah. Ternyata Garuda menggunakan pesawat yang biasa digunakan untuk penerbangan domestik.
Pesawatnya kecil cuyyyy

Penumpang yang akan berpergian ke Thailand juga ramai pada saat itu. Saat turun bus dan antri naik pesawat saya saya berdiri dibawah panasnya sinar matahari  yang sangat terik. Terpaksa saya berteduh dahulu dan membiarkan orang lain naik. Setelah mulai legang baru kemudian kami naik dan duduk dipesawat

Penerbangan ini akan ditempuh dalam 3 jam penerbangan dan lumayan saya bisa menikmati 2 film sekaligus hehehe….

Singkat cerita sesampainya kami disana akan dijemput oleh teman yang pernah datang ke Indonesia. Tidak begitu sulit bagi kami untuk menemukan mereka. Sesaat kami keluar dari pintu bandara kami langsung disambut oleh dua orang teman yang asli orang sana. Ittipol dan Attichai langsung menyambut kami dengan hangat.

Berhubung Negara ini  tidak menggunakan dollar atau rupiah terpaksa kami menakarkan dollar yang kami bawa dari Indonesia menjadi Baht yang merupakan mata uang Negara Thailand. Setelah itu kami langsung digiring (wow) ke gedung parkir dimana mereka memarkirkan kendaraan.

Mereka berdua telah mempersiapkan acara penyambutan kami. Ini terlihat ada tersedia minuman dingin dalam pendingin dan juga makanan kecil didalam mobil mereka.
Duo terdakwa penjemput
Jalannya licin dan lega
Setelah meninggalkan bandara kami langsung menuju hotel. Saat itu sudah menunjukkan jam 2 siang. Jarak Antara bandara internasional Suvarnabhumi dengan hotel lama perjalanan sekitar 1 jam perjalanan. Kondisi jalan di Bangkok yang saya rasakan lebih baik kondisinya dari jalanan di Indonesia (pendapat pribadi yah maklum ndeso).  Mungkin saya hanya mencoba beberapa dari jalanan disana tapi secara umum jalanan di Bang Na lumayan terawat dibandingkan dengan jalanan yang saya jalani di Jakarta atau Bekasi.
Check in dahulu

Lokasi training
Suara klakson motor atau mobil sangat jarang saya dengar walau sesekali terdengar, seminggu saya disana. Kalau dikatakan tidak macet tiap pagi saya berangkatan juga pasti berhadapan dengan kemacetan jalan walau tidak separah di Jakarta. Mungkin saya berada di luar kota Bangkok. Katanya sih kalau di Bangkok juga macet.

Setelh melakukan check in dan meletakkan barang di Hotel kami langsung diajak untuk mengunjungi lokasi kami mengadakan training esok hari. Lokasi yang berada d area pergudangan di daerah Bang Chalong. Tidak lama kami disana kemudian kami lagsung meninggalkan lokasi dan menuju daerah yang saya tidak ketahui. Saya hanya melihat sekeliling. Jalan yang dilalui sangat mulus dan lebar sekali. Di kiri kana nada persawahan dan juga perumahan.

Ditengah perjalanan saya melirik ke penunjukan bahan bakar yanga ada di meter cluster dan kondisinya sudah menjelang habis, akan tetapi setelah jauh berkendara ini penunjuk bahan bakar tidak pernah berkurang. Kemudian saya bertanya irit sekali ini mobil. Ternyata mobil ini sudah dilengkapi bahan bakar gas selain bensin. Jadi keduanya saling melengkapi. Jadi itu rahasianya kenapa ini mobil begitu hemat.

Beberapa kali pintu tol telah terlewati dan kamipun belum sampai juga di tujuan. Entah dimana kami akan dibawa, yang penting saya duduk manis saja didalam mobil.
Ini lokasi pertama (ada yang tahu)

Kuil-kuil sih isinya

Petunjuk keamanan dari otoritas

Gede banget yah (orangnya)
Akhirnya setelah sore kami sampai di lokasi pertama jalan-jalan kami. Kami memarkirkan kendaraan di depan sungai dan didekat sana banyak sekali orang yangsedang berolahraga. Kami ternyata menuju Semacam kuil yang berada diseberang parkir. Memang di Thailand banyak sekai kuil Budha di negeri ini.

Secara saya sudah diajak kemari ya waktu saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengambil gambar. Banyak sekali patung Budha dipahat disini. Setelah puas mengambil photo kami bergerak meninggalkan lokasi kuil
Ini lokasinya apa yah?
Lokasi berikutnya adalah semacam istana dari raja Thailand. Kata Ittichai sih. Saya sendiri tidak tahu menahu mengenai lokasi ini. Akan tetapi saya tidak bisa masuk kedalam karena sudah sore dan kami hanya bisa mengambil foto-foto dari luar. Lokasi parkir yang disediakan luas sekali dan juga tesedia warung-warung yang menjual souvenir dan juga makanan.
Poto dulu

Kaya candi kalau di Indonesia

Ini muka Budha asli atau dipahat?

Ambil gambar dulu


Yang seperti ini banyak di Thailand
Naik Tuk Tuk yang mirip bemo tapi kenceng cuy
Kemudian kami  menuju lokasi ketiga yaitu pusat pemerintahan Thailand jaman dahulu. Katanya lagi (lah namanya juga diajak dia bilang itu kerajaan Majapahit juga saya bilang ita juga)…. Lokasi ini begitu luas. Juga ada kepala buda yang nongol dari akar pohon beringin. Entah… sepertinya di pahat. Kemudian Ittipol mengajak kami berkeliling menggunakan Tuk tuk. Kendaraaan roda tiga yang disana lumayan kencang juga mesinnya.

Kami berkeliling area ini kurang lebih 20 menit dan berhenti bebrapa kali. Hari sudah menunjukkan jam 6 lewat dan mulai beranjak gelap.

Setelah turun dari Tuk tuk kami langsung menuju mobil yang membawa kami untuk beranjak dari lokasi ini. Wah… sampai di hotel jam berapa nih pikir saya. Saya belum belajar dan ini sudah pasti jauh dari hotel. Ahhh… berdoa saja semoga berhasi besok hahahaa.

Kemudian saya dibawa ke daerah yang lumayan gelap dan ditambah lagi saat itu turun hujan yang deras. Ternyata kami diajak makan malam yang berlokasi di kampung-kampung begitu. Katanya kalau biasanya rame dan saat itu sudah sepi sekali. Ternyata benar saja restorannya sudah tutup. Wajar saja kalau sepi.
Restoran tengah danau

Attichai kemudian berdiskusi dengan Ittipol dan akhirnya kami dibawa kesebuah rumah makan yang berada diatas kolam. Suasana rumah makan tersebut agak sepi mungkin dikarenakan hari masih dalam keadaan hujan dan juga sudah lumayan malam saat itu.
Order makanan dulu
Kami tidak bisa memesan makanan yang dimaksud karena semua berbahasa Thai. Jadilah tuan rumah memesan makanan buat kami semua. Katanya kami akan  memesan dua macam Tom Yam dan menu lainnya. Ya sudah kita makan saja, semua yang sudah dipesan.
Tom Yam 1

Tom Yam 2

Minumannya
Ketika menu datang dan kami mulai menikmati menu yang dihidangkan . Rasa makan yang dihidangkan sangat sesuai dengan selera saya. Saya dan Dwijo sangat menikmati makanan yang disediakan. Semua makanan langsung habis dengan cepat.

Selesai makan kami masih terus berbincang-bincang sampai akhirnya hujan berhenti dan kamipun beranjak pulang. Ketika sampai di hotel jam sudah menunjukkan jam 10 malam dan saya pun sudah kecapean untuk belajar (sangat sangat capek), akhirnya saya memutuskan untuk tidur dan belajar besok saja (kalau mau).

Hari Pertama training

Keesokan harinya adalah hari pertama kami mengajar training di luar negeri. Untuk mencapai lokasi training tidak ada transportasi penjemputan. Sehingga kami menggunakan taksi sebagai alat transportasi kami. Untuk mencapai lokasi training  kami membayar rata-rata 500 baht untuk perjalanan selama 30 menit perjalanan. Sarapan pagi dihotel lumayan enak dan banyak yang bisa dibawa kedalam kamar untuk menemani saya nonton film dikamar hahahha.
Training dulu yah
Training kali ini menggunakan peterjemah karena sebagian besar peserta tidak mengerti Bahasa Inggris. Dua orang penerjemah dipersiapkan oleh panitia. Singkat training hari ini dimulai dari Dwijo dahulu baru saya yang nanti melanjutkan. Untuk training sendiri terdiri dari dua sesi yaitu sesi pagi dan siang. Tiap sesi diberi waktu istirahat didalamnya. 

Nah sekarang sampai ke bagian yang saya suka yaitu makan siang. Untuk peserta trainee akan makan dilokasi training sedangkan kami akan makan di warung muslim. Kami dibawa oleh direktur operasional perusahaan itu ke sebuah ruma makan muslim yang berada di Thepharak Rd dan berjarak sekitar 6 km dari lokasi training. Sebuah restoran untuk masyarakat muslim di Thailand. Jujur saya tidak bisa membaca karakter huruf Thailand. Saya mengetahui kalau itu halal dari lambing bintang dan Bulan sabit yang mengartikan itu restoran yang menjual makanan halal.

Nah ini restoran favorit kami untuk makan siang

Menu sop yang selalu hadir setiap hari

Nah ini dia si Bapak yang mengantar kami makan siang
Saya memperhatikan kalau disebelahnya juga menjual makanan halal juga. Wah enak juga kalau banyak yang menjual makanan halal seperti ini. Kemudian saya memesan sop daging beserta nasi. Tuan rumah tidak lupa menambahkan beberapa menu tambahan sebagai pelengkap. Jujur sopnya seger sekali kalau tidak inget masih training bakalan nambah saya.

Saya makan dengan lahap sekali. Sepertinya menu Thailand ini cocok sekali dengan selera saya (apa saya saja yang kegedean lambung kali ya hahahaha)… Restoran ini tidak terlalu ramai tapi pembelinya datang pergi dan  silih berganti. Jadi selalu ada pembeli yang membeli makanan disana. Kadang suatu saat memang semua bangku full book. Penjualnya saja memakai jilbab jadi tenang saya makan siang disana.

Selesai makan kami kembali ke training dan siap melanjutkan pengajaran sampai jam 4 sore. Jadi saya tidak perlu menceritakan secara detail progress trainingnya. Soalnya pasti kurang menarik.

Selesai training saya dan Dwijo mulai berbenah dan akan menuju pulang. Kami ditawari oleh salah satu translator disana untuk nebeng mobilnya. Akhirnya kami berdua menumpang bapak tersebut (maaf pak kami lupa nama bapak). Dia sekalian akan menuju Paradise Mall yang berada sekitar 2 km dari hotel kami menginap.
tuh kan trotoarnya lebar banget

Menguruskan badan
Perjalanan dari lokasi training menuju Paradise Park kami lalui dengan kondisi lalu lintas cukup padat. Saya merasakan kalau jalanan di Bang Na ini lebar-lebar sekali dan untuk memutar balik saja disediakan jembatan layangnya. Jakarta agak sedikit tertinggal dalam urusan hal ini pikir saya.

Sesampai di Paradise Park kami langsung berpisah dengan bapak translator karena dia akan menuju konter HP, sedangkan kami akan berpusing-pusing ria terlebih dahulu…. Kami mulai menjelajah mall ini. Akhirnya kami menemukan tempat favorit kami yaitu di lantai bawah. Disini banyak menjual makanan, kami mulai mencari barangkali ada sesuatu yang bisa dibawa pulang untuk dijadikan makan malam.  Sebenarnya saya mencari es gulung yang biasa saya dilihat di Youtube akan tetapi saya tidak menemukannya disini. Padahal saya berangan-angan untuk menikmati langsung disini.

Setelah membeli beberapa makanan, kemudian kamipun beranjak pulang. Nah untuk menuju pulang ini sedikit kebingunngan mengunakan moda transportasi apa. Kalau taksi apakah mau jarak 2 km saja? Kalau menggunakan bus nanti kalau bilang stopnya pakai apa dan bagaimana? Akhirnya kami memilih cara tradisional untuk pulang. Yaitu dengan berjalan kaki. Lumayan jauh sih tapi tidak mengapa sekalian sambil jalan-jalan sore. Olahraga yuksss.
Makan malam dikamar
Sepanjang perjalanan saya memperhatikan banyak toko-toko yang menjajakan mobil bekas atau ada juga dealer mobil baru. Pejalan kaki sepertinya dianak emaskan disini. Trotoarnya sangat luas dan kita bisa berjalan tanpa diganggu para pemotor (walau saya juga pemotor hihihihi).

Tidak terasa saya dan Dwijo sampai di hotel tempat kami menginap. Kami langsung masuk kedalam kamar dan tidak ada rencana keluar untuk malam ini. Jadi kami akan istirahat full malam ini.

Hujan lebat……..

Keesokan harinya rutinitas kami berjalan seperti hari sebelumnya. Pagi berangkat ke lokasi training, mengajar dan makan siang di lokasi yang sama dan menu yang sama (hihihi) Cuma sekarang kami ditemani oleh karyawan perusahaan tersebut yang beragama Islam. Sayang sekali kamunikasi kami sedikit terhambat oleh masalah Bahasa.

Pulang dari lokasi trainingpun dengan menggunakan transpotasi yang sama alias nebeng hahaha. Rencananya malam ini kami akan berangkat bekeliling daerah sekitar hotel. Tujuan pasti belum ada tapi yang pasti kami akan keluar mencari makan malam.

Selesaai mandi dan sholat, saya mendengar tetesan air dari luar kamar. Saya kemudian membuka gorden dan melihat keluar. Teryata diluar sedang hujan deras dn hujan ini belum berhenti dalam waktu sejam dan akhirnya kami putuskan kalau kami akan istirahat lagi malam ini dalam kamar saja…. Huhuuuhuhuhu…. TV pun menjadi pelampiasan kegagalan saya bejalan-jalan keluar.

Bang Na Banjir

Saya bangun seperti biasa, menjalankan ibadah subuh dan kemudian mandi. Jam 7 pagi kemudian turun kebawah untuk menikmati sarapan pagi. Namanya gratis pokoknya ga mau rugi deh. Sekitar 30 menit saya menikmati sarapan di resto hotel tersebut bersama Dwijo. Kami tidak menyadari apa yang terjadi diluar hotel.
Banjir bukan hanya di Jakarta
Setelah menyelesaikan sarapan pagi, kami berdua beranjak keluar hotel untk mencari taksi. Sewaktu sampai diluar saya terkejut ternyata parkiran mobil hotel sudah menjadi lautan air. Ternyata hujan semalam telah menyebabkan banjir disekitar hotel. Saya berpikir wah lumayan nih libur training. Ternyata masih ada taksi yang mau mengantarkan kami ke lokasi training dna tentu saja harganya menjadi dua kali lipat. Tapi biarlah semua kantor yang bayar. Akhirnya dengan biaya 800 Baht kami sampai juga di lokasi training. Dua kali lipat dari biasanya.

Sore harinya sepulang dari mengajar kami berencana untuk mengunjungi Mega Bang Na Mall yang berada di sebelum lokasi training kami dan berjarak 8 km. Kami menggunakan free shuttle bus yang disediakan oleh hotel.

Setelah mandi sore dan berdandan cantik, saya turun kebawah untuk bertemu Dwijo karena kami sudah berjanji akan jalan keluar. Setelah menginformasikan pihak hotel kami diberitahukna kalau kita akan segera berangkat.
Mobilnya lega banget
Setelah manggunakan Hyundai H-1 untuk menuju mall tersebut. Kali pertama saya menggunakan kendaraan jenis bongsor ini. Walaupun sore hari jalanan di daerah ini tidak terlalu macet. Kondisinya bisa dikatakan lancar. Tidak sampai 20 menit kami sampai di Mega Bang Na.
Orang Thailand sangat hormat sekali dengan Raja dan Ratunya

Duduk di air muncrat dewek

Bagian luar mall yang dijdikan untuk panggung dan cafe

Bagian dalam mall yang biasa saja
Tidak banyak yang bisa diceritakan disini, karena mallnya mirip-mirip mall yang ada di Indonesia. Cuma luasnya yang lumayan melelahkan untuk dikelilingi. Dibagian bawah kami menemukan sebuah toserba yang menjual makanan kecil yang bisa dijadikan oleh-oleh bagi teman kantor. Akhirnya Cuma disini kami berbelanja dan selebihnya kami Cuma melakukan foto session.

Awalnya kami ingin mencari makan diluar mall, seperti street food gitulah karena di Thailand kan terkenal dengan street food nya. Akan tetapi setelah beberapa lama berjalan kaki kami tidak mendapatkan tempat yang dimaksud karena sudah ada yang tutup. Sedangkan yang sedang bejualan lumayan meragukan kehalalalanya.

Setelah beberapa jauh berjalan kami memutuskan untuk kembali ke hotel dengan menggunakan taksi.  Kami awalnya akan menggunakan bus akan tetapi takut nyasar, akhirnya taksi menjadi pilihan paling logis. Makan malam untuk mala mini adalah bungkusan dari restoran tempat kami makan siang, karena sopnya enak kami membungkus untuk makan malam dari pada susah mencari makan malam lagi.

Sesampainya kami di hotel kami langsung menuju kamar masing-msing dan saya melanjutkan dengan makan malam dengan makanan yang sudah kami beli siang tadi.


Perjalanan ke komunitas muslim….

Untuk Hari kamis perjalanan diluar perjalanan harian kami, kali ini adalah ingin mengunjungi komunitas muslim didaerah sana, disekitaran Areeya Mandarina Village. Daerah ini berjarak sekitar 8 km dari hotel kami tinggal.

Naik taksi dulu
Selesai training dan kembali ke hotel kami langsung beberes. Selesai dandan kemudian kami langsung berangkat k eke komunitas muslim tersebut. Kami menggunakan taksi untuk menuju lokasi tersebut.

Lalulintas yang lancar membuat perjalanan kami lebih cepat sampai menuju tujuan kami. Kami sampai hampir mendekati magrib. Kami mendengar suara adzan dari sebuah masjid yang berada di dalam kawasan tersebut. Tenyata dibagian dalam kawasan tersebut juga ada pasar yang sepertinya didominasi oleh pedagang muslim.

Kami langsung menuju masjid kecil yang berada di belakang pasar. Setelah mengambil wudhu, kami masuk da bersiap melaksanakan sholat magrib. Langsung saya didampuk menjadi imam besar (badannya yang besar). Waduh…. Jadi demam panggung. Tapi Alhamdulillah saya bisa melaluinya dengan baik.
Sholat dahulu

Ada yang bisa baca?
Selesai berdoa kami melanjutkan perjalanan kami untuk melihat sekitar komunitas ini. Kami langsung melihat toko-toko sekitar masjid. Ada yang menjual baju, makanan dan lainnya. Hal paling menarik bagi kami yaitu dagangan kaki limanya dan tentu saja di sini kebanyakan yang halal.
Daganganntya menarik tapi ga tau rasanya
Pertama kami membeli makanan yang akan dijadikan menu makan malam kami. Kami membeli nasi gule ayam. Namanya juga di Bangkok. Potongan ayamnya serem-serem. Guede-guede banget. Kemudian diikuti dengan cemilan yang akan kami makan disepanjang perjalanan kami pulang ke hotel.

Ini sumpah enak banget

Sate ayam
Saya berdiskusi dengan Dwijo bagaimana kami akan pulang nantinya. Setelah debat kusir berkepanjangan dan akhirnya kami berjalan kaki menuju rumah eh hotel. Kami menikmati perjalanan sembari menikmati cemilan yang kami beli tadi.

Kami berjalan santai menuju hotel. Memang jalan kaki disini lebih tenang dibanding di negeri sendiri. Trotoarnya lebar dan rata. Kami sangat menikmati sekali jalan kaki disini. Kami melihat sebuah masjid di seberang sana dan cukup besar, akan tetapi kami susah akan menyeberang karena jembatan penyebrangannya cukup jauh.
Ini dia Masjidnya

Sudah lama kami berjalan dan kami merasa kok belum sampai juga di hotel. Padahal kami juga sudah juga berhenti sebentar untuk istirahat di sebuah SPBU (kencing padahal). SPBU disini lebih bagus dari pada di Indonesia. Termasuk kamar mandinya cuy…..
Beli minuman dulu

Namanya kok mirip-mirip yah
Kami sampai juga di Paradise Park Mall, itu berarti masih 2 km lagi menuju hotel. Padahal kaki ini sudah capek sekali. Kami juga tidak bisa masuk kedalam mall karena mall nya sudah tutup. Padahal jam masi menunjukkan jam 8an. Cepet sekali toko disini tutupnya. Padahal kami sudah merencanakan untuk masuk kedalam mall untuk melihat-lihat lagi.
Aduh ini gambar busnya kok miring
Batalah kesempatan kami untuk melihat kembali Paradise Park Mall. Untuk menuju hotel kami menyerah dan memutuskan untuk menggunakan menggunakan bus soalnya sudah kecapean. Kami naik dari halte didepan mall, naik bus apa saja yang melewati kami. Awalnya kami memilih milih bus apa yang akan kami naiki. Soalnya tulisan tidak bisa kami baca. Inilah pertama kali kami menggunakan bus di Thailand. Cukup murah bayaran bus di sini. Bus hanya berhenti di halte saja dan untungnya didepan hotel kami ada halte bus sehingga kami bisa bilang ke kondukturnya saat menagih ongkos.
Makan malam halal
Jam 9 malam kami sudah sampai didepan hotel dan badan ini sudah mau rontok rasanya akibat jalan kaki 6 kilometer, jarang jalan sih. Tidak ada banyak kata menjelang kami masuk kedalam kamar dan langsung menyantap makan malam.


Hari Terakhir Training di Thailand

Pada hari terakhir terakhir training selesai lebih cepat dari pada biasanya soalnya sebagian siswa ada yang akan pulang ke kampung halaman sore itu juga.

Sebelum pulang kami makan siang dahulu di sop Thailand langganan kami untuk terakhir kalinya. Seperti biasanya kami makan dengan lahapnya. Hari ini hari panjang karena kami akan menjelajah Bangkok siang ini.

Selesesai makan siang, kami angsung pulang dengan menebeng dengan translator kami seperti biasanya. Kami pamit dengan semua orang disini karena besok kami sudah terbang balik ke Indonesia.

Selepas meletakkan barang di hotel kami menggunakan taksi untuk menuju stasiun BTS Udom Suk.  Ada pilihan stasiun untuk menuju Bangkok yaitu Stasiun Bang na dan Udom Suk. Kami memilih Udom Suk karena lebih mudah dicapai. Kami membeli tiket terusan untuk satu hari. Sehingga nanti naik turun BTS tidak perlu membeli tiket kembali. Tiket Seharga 140 Baht.
Mudah-mudahan nanti di Indonesia juga kaya gini

Pintu pemeriksaan karcis

Ini dimana yah?
Sekali lagi transportasi di Thailand lebih maju dari Indonesia. Dengan menggunakan rel sendiri, jam keberangkatan dan kedatangan BTS ini lebih tepat waktu. Kondisi interior kereta juga lebih nyaman.  Didalam AC nyaman dan ada penunjuk informasi next station alias stasiun berikutnya jadi kita bisia siap-siap.
Ini informasi stasiun yang ada didalam kereta
Perjalanan kami awali menuju stasiun Siam dari sana kami menghabiskan waktu untuk melihat lihat beberapa tempat seperti Siam Paragon, Siam Discovery Siam Square dan lainnya. Jadi tujuan wisata ini memang seperti wisata belanja seperti umumnya.  Banyak juga kami temui bule-bule entah dari mana. Tidak lama kami menghabiskan waktu disini.

Suasana dalam mall

Makanan.....

Madame Tossods  mahalnya

Kemudian kami menuju stasiun BTS lagi untuk menikmati wisata sungai. Dari Siam kami menggunakan MRT jalur Bang Na dan berhenti di stasiun Saphan Taksin.
Naek kapal dulu

Awalnya masih kosong

Didalam perjalanan
Dari stasiun kita keluar turun dan berjalan menuju dermaga. Didermaga tersedia loket penjualan tiket kapal. Disini ada penjualan tiket terusan yang mana kita bisa naik turun semaunya atau tiket yang satu kali saja. Kami memilih tiket terusan yang harnya 150 Baht. Untuk naik kapal juga ternyata kapalnya berbeda juga. Untuk wisata kapalnya lebih lambat, kalau yang cepat memang hanya untuk pindah-pindah.
Kalau makan mewah naik kapal ini dengan harga yang berbeda

Diatas kapal guide memberikan informasi yang rada kurang jelas bagi kami soalnya mix dengan Bahasa Thai. Yang pasti kami mendengar jelas instruksinya walau tidak ngerti hehehe. Kita bisa berpindah-pindah kapal kalau keadaaannya kosong.
Cakep nih Tuk Tuk

Kampung Cina di Thailand
Sayang fotonya blur
Kami turun di China Town (N5) dan jalan menuju pecinaan. Sesampai disana tidak banyak yang kami lihat kecuali dagangan para penjual aksesori dan saya kurang berminat untuk membeli. Setelah ambil fot-foto, kami kembali ke dermaga untuk  menuju ke Garden Palace.

Tidak lama menuju kapal menuju Grand Palace.  Disini harus membayar beberapa baht untuk bisa masuk dan didalamnya bisa melihat patung budha tidur mulu. Kurang menarik bagi saya soalnya tisur mulu Budhanya.
Ini Grand palace bukan yah?

Tidur lagi....

Besar sekali ini patung
Selesai melakukan foto-foto, kemudian keluar dan dipinggir jalan banyak terlihat tuk tuk dengan modifikasi maksimal. Kami hanya melihat-lihat saja dan teru menuju tempat penjualan souvenir. Sesampai di toko penjual souvenir ternyata tidak ada yang kami beli karena ingin belanja besok saja di Chatucak (JJ market) besok.
Tuk Tuk yang antri menungu penumpang
Akhirnya kami belanja di jualan seorang pedagang muslim yang menjual pisang bakar ala Thailand. Namanya pisang kalau sudah diberi keju dan coklat mah pasti enak saja bener tidak.
Ini dia penjual pisang yang lumayan mahal

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju tujuan akhir kami yaitu Asiatique. Lokasi ini merupakan tujuan wisata yang berada pinggir sungai. Disini banyak dijual macam-macam souvenir dan juga makanan dan  juga pakaian, bahkan pijit ikan pun ada. Kembali kami tidak membeli souvenir disini. Kami hanya membeli es Thailand dan Dwijo membeli kebab.
Asiatique

Kebab....
Area wisata ini cukup luas dan juga tersedia Bianglala. Awalnya kami ingin menjajalnya dan keinginan ini surut setelah melihat harga yang cukup mahal untuk menaikinya.

 Setelah puas berkeliling akhirnya kami meninggalkan Asiatique dan beranjak menuju ke lokasi awal kami naik pertama kali untuk menuju stasiun BTS Saphan Thaksin.

Perjalan menuju ke hotel kami harus transit di Stasiun Siam dan lanjut menuju menggunakan BTS menuju Udom Suk. Kondisi penumpang didalam kereta lumayan padat karena barengan dengan orang pulang kerja dan juga barengan turis yang pulang juga.

Dari stasiun BTS Udom Suk kami menggunakan taksi untuk menuju hotel. Kami langsung beristirahat untuk persiapan besok pagi.

Berbelanja di Chatucak dan Pulang

Pagi hari tanggal 27 Agustus 2016, saya sudah selesai packing dan langsung akan check out dari hotel. Kami berdua akan berbelanja oleh-oleh di Chatucak. Kami check out terlebih dahulu takut telat pulang dari Chatucak dan bisa kena 1 day lagi….
Add caption

Setelah selesai check out kami langsung naik taksi menuju stasiun Udom Suk untuk menuju  Mo Chit. Kereta ini juga aka melewati Siam akan tetapi kami tidak turun karena memang tujuan kami hanya Chatuchak.

Kami sampai di Chatuchak pagi sekali bahkan toko-toko belum buka. Kami menunggu degan sabar toko-toko buka, makin siang makin banyak toko yang buka. Kami mulai mengitari kawasan ini. Kawasan ini sangat sangat luas dan capek untuk mengelilinginya. Segala macam pernak pernik dijual. Mulai dari baju, sepatu, aksesoris, makanan dan banyak lainnya (soalnya ga bisa dikelilingi semua). Setelah beberapa kali berbelanja akhirnya saya menyerah dan duduk saja menunggu Dwijo selesai berbelanja.
Toko yang masih belum buka
Ini dia restoran muslim yang lumayan besar itu

Buah Thailand enak

Denah lokas Chatuchak

Penjual kaos 

Masih banyak yang lain
Selesai berbelanja kami berdua menuju sebuah restoran muslim yang berada disekitar kawasan Chatuchak. Sebenarnya masih ada restoran lain yang agak besar, akan tetapi perut sudah lapar. Kami memilih untuk makan disini saja. Capek kalau mencari lagi. Sepertinya kalau berbelanja disini harus disediakan waktu seharian full hanya untuk kesini.
Makan siang dulu

Ternyata banyak juga pengunjung dari Indonesia

Katanya self Service tapi pada padahal tidak

Makan siang saya (tom yam)

Ini dia gambar lapangan Chatuchak dari stasiun BTS
Selepas maka kami beranjak untuk kembali ke hotel dengan menggunakan BTS dan taksi. Kami sampai di hotel sebelum jam 12 siang sehigga kalaupun kami belum check out tidak akan kena denda. Tapi sudahlah nasi sudah jadi bubur dan mending bikin bubur ayam saja. Kami langsung menuju Bandara Swarvabhumi dengan menggunakan taksi.
Bandara Svarnabhumi

Masih dibandara

Kami sampai dibandara dan waktu flight masih lama, kembali perut yang besar ini lapar. Kami  berdua bergerilya menjadi makanan halal di bandara yang besar ini. Kami mencari makanan di lantai bawah. Kantin yang katanya untuk karyawan. Ternyata yang belanja lebih banyak penumpang. Soalnya kantin letaknya di pojok dan lantai bawah.
Makan lagi
Ternyata disini ada menjual makanan halal dan Alhamdulillah kami bisa makan dengan tenang lagi, walau posisi yang jual itu dipojok ruangan.

Setelah makan, kami masuk kedalam bandara untuk check in dan mengurus Imigrasi. Proses imigrasi lumayan memakan waktu karena antrian yang cukup panjang. Setelah itu, kami kembali menukarkan uang kembali ke dolar karena nanti harus payback kekantor.

Alhamdulillah perjalanan menuju Jakarta berjalan lancar dan disetelah landing saya di jemput oleh keluarga tercinta. Walau malam kedua anak saya masih dengan setia menunggu ayahnya datang. Kami kemudian berangkat menuju rumah dengan menggunakan taksi. 

Sesampai dirumah anak-anak sudah tepar didalam taksi dan begitu juga saya yang kecapean seharian jalan. Alhamdulillah perjalanan ini lancar.

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images