Wednesday, September 2, 2015

S3rious goes to Purwokerto


Sudah lama sekali komunitas S3rious (Suzuki Ertiga on kaskus) tidak mengadakan turing bagi anggotanya, kemarin terakhir kami ikut ke Bandung saat pernikahan kak Deni Made, sang artis S3rious. Kali ini S3rious mengadakan turing yang agak jauh dari biasanya yaitu turing ke Purwokerto. Begitu saya bicarain ke bunda mengenai masalah ini Bunda langsung tertarik untuk langsung ikut. Kami sekeluarga langsung mendaftar untuk turing kali ini. Turing ini akan dilaksanakan pada tanggal 15-17 Agustus 2015. Bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan Negara kita. Inilah turing terjauh komunitas ini selama ini. Untuk pendaftaran tentu saja gratis hanya dipungut tambahan 50rb untuk biaya kue kotak dan pembuatan stiker bagi kendaraan yang ikut turing. Untuk hotel sendiri dipilih hotel Wisata Niaga saya tidak tau gimana kualitas hotel ini sebelumnya berhubung kita pergi bareng ya ikut aja.  Tipe kamar yang kami ambil yaitu Superior dengan rate 360rb-an. Jadi untuk 2 malam kami harus membayar 700rban. Harga tersebut sudah termasuk sarapan pagi bagi dua orang.

Beberapa hari sebelum berangkat kami sudah mempersiapkan bekal selama diperjalanan, baik itu makanan kecil dan mie instan. Sehari sebelum berangkat setelah pulang kerja bunda mulai melakukan packing dan menyusun barang yang dibawa didekat pintu supaya gampang dikeluarkan dan dimasukkan kedalam mobil.

Jam 3 pagi saya dan bunda bangun dan mulai mempersiapkan segala keperluan kami. Bunda mulai membangunkan anak-anak dan saya mulai memasukkan barang kedalam mobil. Saya berpikir kenapa tidak dari malam saya masukkan ini barang yah. Pemikiran yang sudah terlambat hahahaha.
Sesudah melakukan sholat subuh kami langsung meninggalkan rumah menuju titik kumpul kami di rest area KM 57. Kondisi jalan yang masih lengang membuat kami cepat sampai di titik kumpul di Rest Area KM 57. Jam 5.45 kami sudah sampai disana dan langsung mengisi bahan bakar. Celakanya mesin SPBU yang dipakai Cuma 2 dari banyak mesin yang tersedia. Terpasalah kami antri BBM terlebih dahulu. Saya ingin mencoba merasakan BBM jenis Pertalite yang katanya lebih bagus dari Premium.
Selesai mengisi BBM saya langsung memarkirkan kendaraan di samping mesjid supaya ntar posisinya enak. Bunda saya minta menyiapkan sarapan pagi berupa mie instan. Sambil memakan mie kami menikmati indahnya pagi di Rest Area km 47. Setelah sarapan bunda dan kakak ingin pergi membeli donut buat bekal kami diperjalanan. Sedangkan saya duduk manis menunggu.
Satu persatu para anggota S3rious datang, seperti biasa jam keberangkatan akan molor. Saya mulai mendekati mobil panitia untuk meminta stiker, snack, baju sponsor dll. Dan kemudian balik lagi ke mobil untuk memasang stiker turing tersebut. Turing ini akan diikuti 18 kendaraan Suzuki Ertiga dan 1 Toyota kijang keluarga pemilik Suzuki Ertiga.

Tuesday, September 1, 2015

Mudik Bareng 2015 (Kaskus Road To Sumatera 2015)

Mudik adalah kata-kata yang paling indah bagi kami sekeluarga. Saya, bunda dan kedua anak kami. Kami hanya bisa menikmati mudik sekali setahun dan untuk itu kami ingin mempersiapkan mudik ini dengan sebaik mungkin. Baik itu selama diperjalanan ataupun selama kami dikampung nantinya. Pada tahun ini bunda telah bekerja pada perusahaan yang baru sehingga cutinya pun belum full. Untuk itu kami berusaha untuk menghitung dan kalkulasi kapan kami pulang dan kapan kami balik lagi ke Jakarta eh Bekasi.

Sayapun demikian, karena telah lama bekerja di sebuah perusahaan swasta dan baru saja mendapatkan jatah cuti saya tidak mengalami masalah yang berarti. Akan tetapi tahun ini saya agak aktif mencari teman untuk mudik bareng. Tidak sengaja saya menemukan sebuah trit di Kaskus mengenai cerita orang yang mudik ke Medan. Secara aktif saya terus pantau itu trit dan komen disana. Sampai suatu kali karena saat akan mendekati puasa diangkatlah yang mau mudik bareng ke Sumatera.  Makin lama makin banyak yang gabung dan komen disana dan banyak juga yang ingin ikut untuk mudik bareng. Secara jalan di Sumatera berbeda dengan jalan di Jawa. Dari list awal hampir sepuluh orang yang akan ikut mudik kami kali ini. Untuk meramaikan suasana ada ide juga untuk membuat stiker mudik bareng Kaskus.  Tujuannya untuk lebih mengenal rekan seperjalanan waktu dijalan dan juga mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk lebih saling mengenal satu sama lain sebelum berangkat diadakanlah kopdar antara peserta mudik,. Kopdar ini telah disepakati diadakan 2 minggu sebelum kami berangkat mudik, dikarenakan kesibukan para peserta maka yang hadirpun sedikit yaitu hanya 4 orang yaitu om Rio, Om Ricky dan om Hendrus beserta saya. Kopdar ini sendiri diadakan di sebuah restoran cepat saji dikawasan Salemba. Sekalian ini merupakan acara berbuka bersama kami diantara Kaskuser. Disana kami bercetita tentang pengalaman mudik masing-masing. Ada pula ini merupakan perjalan pertama bagi mereka melalui perjalanan darat. Berbagai cara turing kami rangkum disana  untuk terciptanya mudik yang nyaman.

Wednesday, July 29, 2015

Modifikasi kabel USB port original Ertiga dengan HU Pioneer AVH-X2750BT

Head Unit kendaraan Suzuki Ertiga sebenarnya sudah menghasilkan suara yang lumayan bagus bila dibandingkan dengan suara yang dihasilkan oleh Head unit Merk China. Akan tetapi saya ingin kalau Head Unit mobil saya diganti dengan Merk Pioneer (head Unit selanjutnya disebut HU). Selain suara yng dihasilkan lebih bagus lagi dibandingkan dari HU original saya juga bisa menonton film kalau sedang menunggu bunda belanja.

Awalnya bunda keberatan dengan mengganti HU ini tapi setelah dirayu-rayu akhinya izin itu keluar. Setelah penggantian HU (saya memilih Pioneer AVH-X2750BT, yang masuk kedalam kantong saya budgetnya). Lobang USB original Ertiga tidak bisa dipergunakan untuk dipasangkan USB Flash Disk, karena beda bentuk socket belakang yang dipergunakan (Socket yang menancap ke HU). Sehingga lobang itu hanya menjadi pajangan saja.



Bentuk socket kabel USB original Ertiga
Bentuk Socket kabel USB Pioneer

Jadinya poisisi Port USB untuk HU sekarang tidak beraturan karena berupa kabel saja. Kadang terurai ke lantai, kadang saya sembunyikan di Glove Box. Terpikir dalam benak saya kenapa tidak kabelnya saja saya modifikasi. Ambil setengah dari HU dan setengah lagi dari kabel port asli. Kedua kabel itu nanti digabung jadi satu.

Tuesday, April 7, 2015

Mudik ke Bukittingi & Padang 2014

Sudah lama saya ingin menulis tentang pengalaman kami pulang kampung tahun lalu. Liburan tahun lalu termasuk yan terlama karena saat itu bunda baru saja berhenti dari pekerjaan lamanya dan saya juga mengambil cuti panjang, sedangkan kakak masih kelas 1 SD dan biasanya SD islam liburnya lama.

Sebelun sebelum keberangkatan semangat pulang kampung udah terasa dirumah kami. Kami semua berdiskusi untuk membuat list yang aka kami beli untuk dinikmati diperjalanan, dan juga barang yang akan kami bawa. Saya juga membuat list yang harus saya bawa pada saat perjalanan ini. Peta pada GPS hadiah pembelian mobilpun telah saya update dengan versi terbaru. Saya juga tidak lupa mengumpulkan peta gratis yang di sediakan oleh salah satu Radio di Jakarta. Menurut saya peta ini sangat informatif sekali memberikan jarak antar kota, lokasi SPBU, Lokasi dealer. Walaupun iklannya berjibun, saya terbantu sekali untuk melihat jalur mana yang akan saya lewati nantinya.

Alhamdulillah, dua bulan sebelum lebaran saya juga mendapatkan arisan dari komunitas mobil yang saya ikuti. Rencanya uang hasil arisan ini akan saya belikan roofbox yang bisa dipakai saat pulang nantinya. Setelah mencari-cari di internet saya mendapatkan seller yang akan menjual roofbox hapro roady second. Sebenarnya dia juga menjual sport rack sekalian, berhubung tidak bisa dipasang di mobil saya hanya membeli boxnya saja.

Untuk hari keberangkatan sebelumnya terjadi perdebatan kapan kami akan berangkat pulang kampungpun kami sedikit berdebat dengan bunda, tapi karena bunda mau resign alias berhenti dari kantor lamanya akhirnya dia mengikuti kalau kami akan mulai perjalanan tanggal 19 Juli 2014 dan kembali pada tanggal 9 Agustus 2014. Yessss it’s a looooong holiday…..

Semimggu sebelum keberangkatan semua peralatan dan makanan kering yang dibutuhkan telah kami beli. Seperti makanan kecil, kotak P3K, tabung pemadam kecil dll. Khusus untuk mekanan kecil harus disimpan terlebih dahulu karena kalau tidak kami mesti membeli lagi. Hihihihi.

The Journey begin….
Pada hari H yaitu tanggal 19 Juli 2014, setelah sahur saya belum bisa beristirahat sebelum keberangkatan. Karena saya masih memasang jaring pengaman untuk melindungi radiator dari batu-batu kecil. Pemasangan sendiri baru selesai sekitar jam 10 pagi dan itu saja dimulai dari subuh. Setelah pengaman terpasang saya istirahat tidur. Tidak beberapa lama saya mesti belanja untuk membeli air minum , untuk selama kami diperjalanan.

Tuesday, February 3, 2015

Pengalaman Membuat Bakso Sendiri

Pada hari libur banyak saja kegiatan yang harus dilakukan padahal waktu yang tersedia hanya dua hari, yakni  Sabtu dan Minggu. Belum lagi ada acara jalan-jalan yang sering diminta oleh kedua anak kami. Tapi belakangan kami ada kegiatan baru yaitu mencoba untuk membuat makanan yang biasa dijual. Dari pada jajan terus, mending buat sendiri siapa tahu bisa dijadikan usaha sampinan nantinya. Kami bertekat walau gagal kita harus makan hasil karya kita tersebut hihihihi.

Untuk mendapatkan resep sendiri kami peroleh melalui banyak sumber. Ada yang melalui keluarga, internet dll.  Pertama kali, kami dulu membuat resep sari kaya. Hasilnya cukup memuaskan, kemudian kami lanjutkan ke Tekwan dan hasilnya sangat memuaskan dan begitu juga dengan resep Mie Ayam. Untuk Mie Ayam rasa yang kami buat sangat enak (hehehe maklum buatan sendiri ya harus dipuji sendiri). Sedangkan kali ini kami ingin mencoba membuat Bakso daging, karena saya dan bunda termasuk orang yang suka dengan makanan ini.

Hari Sabtu malam sepulang dari bengkel setelah melakukan service mobil kami berkumpul di ruang keluarga untuk mendiskusikan apa saja yang haris dibeli esok hari (udah kaya mau hajatan saja). Azra si kakak mempunyai tugas dalam hal menulis daftar belanjaan bakso ala Padang. Daftar nya adalah:
  • Daging 1 kg
  • Tulang/ Gajih sesukanya
  • Mie Kuning Secukupnya
  • Mie putih secukupnya
  • Bawah Putih
  • Bawah Merah
  • Tahu isi
  • Cabe Rawit
  • Lada
  • Sawi
  • Toge (bila suka)
  • Tongcai (bila suka)
  • Daun Seledri
Minggu Pagi selesai melaksanakan sholat Shubuh, saya dan bunda langsung meninggal rumah untuk berbelanja keperluan dapur untuk dua minggu kedepan.  Sekaligus kami berbelanja untuk keperluan untuk memasak Bakso.

Monday, January 12, 2015

Roya (Penghapusan Hak Tanggungan) Sertifikat Tanah di BPN Kota Bekasi

Lunassssssssssss…………..sudah hutang kami di sebuah Bank Swasta Nasional untuk KPR rumah yang kami tempati sekarang ini. Sebenarnya belum lunas sih hehehe. Saya hanya memindahkan pinjaman ke kantor saya, yang mengenakan bunga lebih sedikit dari Bank. Lumayan penghematanya. Pada saat memindahkan saya mengerahkan semua bonus yang saya dapat dan semua simpanan yang kami punyai untuk melunasi pinjaman itu. Akhirnya kami bisa melunasi KPR kami pada bank.

Pada saat pelunasan saya diberikan document untuk roya tanah. Nahlo ini apa lagi saya pikir saat itu. Kemudian saya mencari informasi di Internet kalau kita sudah melunasi KPR di bank maka kita perlu untuk meroya kan lagi sertifikat tanah kita di kantor BPN setempat, karena saya tinggal di Bekasi maka dilakukan proses Roya di BPN Bekasi Kota.

Pengertian Roya secara umum adalah pencoretan Hak Tanggungan yang melekat pada buku tanah yang menjadi objek Hak Tanggungan, karena hapusnya Hak Tanggungan yang membebani atas tanah. Permohonan Roya diajukan kepada instansi yang berwenang yaitu Badan Pertanahan Nasional (BPN). Untuk sebuah hasil ketikan di buku tanah kami dibutuhkan sedikit kesabaran bagi kami hehehehe.
Saya mulai mencari lokasi dimana itu BPN Kota bekasi di Internet. Ternyata lokasinya di Jalan Chairil Anwar Bekasi Timur, disebelah BLU MALL, persis disebelah kali (saya tidak tau namanya). Yang pasti sejajar dengan Kali Malang.

Lokasi BPN kota Bekasi (Thanks Gogle Maps)
Kemudian saya mencari informasi tentang syarat-syarat roya di portal BPN. Sebenarnya banyak portal yang telah menceritakan Roya ini tapi saya tidak mau ketinggalan untuk menceritakan tentang pengalaman saya dalam berhadapan dengan birokrasi.

Dibutuhkan 3 kali kedatangan bagi saya dalam mengurus roya ini (sebenarnya bisa sekali sih hehehehe). Kedatangan pertama saya  gagal mengurus roya karena saya datang pada saat libur natal (huhuhu). Kedatangan saya kedua masih gagal untuk mengurus roya karena saya datang pada saat akhir tahun, sedangkan kantor BPN sudah tidak menerima berkas lagi. Untuk kedatangan ketiga saya tidak mau gagal lagi. Pada tanggal 10 Januari 2015, saya dan keluarga datang untuk menyerbu kantor BPN (hahahaha). Kali ini saya akhirnya beruntung.

Saya sebelumnya telah mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan proses roya, yang saya dapatkan dari portal BPN, diantaranya:
  1. Map untuk Roya berwarna putih (dibeli dikoperasi BPN Bekasi seharga Rp. 10.000,-) lokasi koperasi ini berada didekat parkiran motor. Disamping belakang kantor BPN Bekasi.
  2. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya diatas materai Rp. 6.000,- (Surat pemohonan sudah merupakan satu paket dengan pembelian Map)
  3. Surat Kuasa apabila dikuasakan dan diberikan materai Rp. 6.000,- (Surat Kuasa sudah satu paket dengan pembelian Map)
  4. Fotocopy identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  5. Sertipikat tanah dan Sertipikat Hak Tanggungan dan/atau konsen roya jika sertipikat Hak Tanggungan hilang
  6. Surat Roya/Keterangan Lunas/Pelunasan Hutang dari Kreditur (Bank pemberi KPR)
  7. Fotocopy KTP pemilik tanah dan/atau kuasanya yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
Semua data telah saya persiapkan sebelumnya, berikut fotokopiannya. Map beserta surat permohonan pun telah kami isi dirumah (soalnya rumah ini atas nama bunda). Map beserta formulir telah saya beli pada kedatangan saya sebelumnya yang dimana saya gagal dalam meroyakan tanah hihihi.

Koperasi BPN kota Bekasi
Dari rumah kami berangkat bertiga, saya bunda dan Ami. Sedangkan kakak tidak mau ikut dan hanya mau dirumah saja. Kami berangat Jam 7.30. Kami berangkat menggunakan neng erti. Kami menyusuri kalimalang sampai MM dan terus ke arah Bekasi Timur. Sekitar jam 8.10 kami sampai di BPN kota Bekasi


Tuesday, December 30, 2014

Meghilangkan Subtitle Film

Bagi yang biasa meng-unduh (download) film di internet (biasanya sih bajakan hehehehe).  Nah kadang uploader telah memasukkan subtitle berbahasa asing (selain Indonesia tentunya) kedalam film yang telah kita unduh. Bagi yang bahasa Inggrisnya lancar tentu hal ini bukanlah masalah. Nah bagi orang-orang seperti saya kadang filmnya menjadi kurang seru, karena kita tidak begitu mengerti yang dimaksud. Kadang kita sedang masih mengartikan ehhhh tulisan dilayar hilang ganti dengan yang baru karena dialognya cepat. Nah kalau kita masukkan subtitle berbahasa Indoesia ke dalam film, tapi dalam film tersebut sudah ada text bahasa Inggrisnya  maka film akan sedikit terganggu keindahannya karena ada dua buah subtitile yang berhimpitan. Oleh karena itu terlebih dahulu kita hilangkan subtitle berbahasa Inggris baru kita masukkan Subtitle berbahasa Indonesia.

Film yang masih ada subtitlenya
Kali ini saya ingin membagikan infomasi bagaimana caranya mengilangkan subtitle yang sudah tertanam didalam film. Sebenarnya mungkin banyak sekali program yang bisa digunakan untuk menghilangkan subtitle ini dan juga sudah banyak orang yang sudah membuat cara menghilanmgkan subtitlediblog mereka  tapi saya tidak mau kalah. Saya ingin juga membuat hal tersebut di blog saya. Kali ini saya menggunakan program yang bernama mkvtoolnix v.7.4. Program ini adalah program freeware yang bisa kita download gratis.