Thursday, July 21, 2016

Perjalanan Bukitting – Padang via Danau Maninjau

Perjalanan menuju kota kelahiran saya mempunyai banyak destinasi yang ingin dikunjungi. Tetapi untuk semua itu  saya ingin sekalian menikmati keindahan wilayah Sumatera Barat ini walau kadang terbentur waktu kadang malas jalan juga sih hehehehe. Untuk menuju Padang ada banyak jalan yang bisa dilalui. Yang paling umum digunakan adalah Bukittingi – Padang Panjang – Sicincin – Padang. Berjarak sekitar 90 km bisa ditempuh 1,5 jam sampai 2 jam perjalanan menggunakan mobil pribadi. Jalur ini sangat sering sekali saya lewati.
Jalur Bukittingi - Padang via Danau Maninjau
Kali ini saya ingin mengambil jalur terjauh yaitu Jalur Bukittingi – Kelok 44 – Danau Maninjau – Lubuk Basung – Pariaman -  Lubuk Alung – Padang. Jarak yang akan kami tempuh nantinya hampir dua kali lipat dari jarak yang biasa saya pakai. Sekitar 160 km mesti kami tempuh apa bila kami melewati jalur ini, dan dibutuhkan waktu 5 jam untuk menuntaskan perjalanan ini. Sebenarnya masih ada jalur alternatif yang bisa dipakai kalau terjadi macet yaitu via malalak dan nanti keluar di Sicincin, tapi opsi melewati daerah ini kami abaikan.

Perjalanan kami dimulai pada hari Sabtu pagi jam 5.30 pagi. Saat itu Matahari belum menunjukkan cahayanya. Kami bertiga (saya, bunda dan Nabil) meninggalkan rumah di Tilatang Kamang. Saya memacu menuju keluar Bukittiingi melewati perempatan bypass dan terus naik Flyover menuju Padang Luar. Diperempatan Padang Luar kami berbelok kekanan menuju arah Maninjau. Kami berhenti sejenak untuk setting kamera. Sedikit masalah terjadi pada mengatur kamera dan menyita waktu sekitar 45 menit.

Setelah semua selesai kemudian perjalan kamipun dimulai. Hamparan sawah dikaki gunung singgalang menyegarkan mata kami. Jalan yang sedikit sempit tidak membuat kami surut. Sebenarnya kami ingin singgah di Puncak Lawang akan tetapi karena kami belum tahu jalan menuju kesana, maka rencana ini kami batalkan. Mendekati Kelok 44 jalanan mulai mendaki dan menurun serta berkelok-kelok. Jalanan seperti ini sangat menghilangkan kantuk dan menguji kemampuan dari pengemudi.

Wednesday, July 20, 2016

Pasar Pabukoan Nagari Kapau

Dua hari di kampung, membuat kami mencari menu tambahan untuk berbuka puasa hari itu. Awalnya kami ingin mencari ke Pakan Kamis menu berbuka hari itu. Tetapi entah mengapa saya berubah pikiran. Saya meneruskan perjalanan menuju Nagari Kapau yang letaknya beberapa kilometer jaraknya dari Pakan Kamis. Alasan saya adalah, kalau di Pakan Kamis sudah sering saya berbelanja tapi kalau di Kapau belum pernah menjelahinya.... Dulu pernah kami hanya lewat kesana.

Kalau didaerah kami Sumatera Barat kalau mencari menu berbuka baik yang menu utama atau kecil disebut Pabukoan. 

Jalan menuju Kapau (Gunung Singgalang malu-malu)
Gerbang Nagari Kapau 

Sekelumit cerita dan Foto Mudikers "KASKUS Road to Sumatera Jilid II (KRS 2016)"

Kali ini saya ingin berbagi cerita dan gambar tentang cerita mudik rekan kami para perantau yang ingin mudik ke kampung halaman. Cerita dikirim kan kepada saya melalui jaringan sosial media Whatsapp. Sebagian besar berbagi melalui gambar dan ada juga yang bercerita singkat:


Om Wike


Jumat 1 juli 2016
16.00 
Berangkat dari pisangan baru
17.40 
Sampai di tikum 1 rest area km 43 ketemu dengan om Sony, om Panca, om Arief, om Rinaldi, om Djayo. Beli tiket kapal Merak- Bakauheni disana. Om Sony n Panca, om Sinaldi selepas  buka dan sholat magrib jalan duluan. Sementara saya harus ganti ban karena pentilnya bocor alus, sekalian shalat dan buka puasa. Pakai ban cadangan dari Jakarta - Solok.
19.15 
Menuju Merak bareng om Arief. Jalan relatif lancar.
20.00 
Sampai Merak, ngantri sekitar setengah jam masuk kapal. Di kapal ketemu dengan om Hendrus dan om Rinaldi.

23. 30 
Turun kapal. Ketemu om Fendi, mobilnya mogok, menunggu sebentar dan akhirnya diputuskan untuk terus jalan, karena mobilnya alami masalah yang cukup serius. Konvoi bertiga dengan om Arief n Hendrus.
Mobil om Fendi yang rusak

Tuesday, July 19, 2016

Mudik Bareng KASKUS Road to Sumatera Jilid 2 (Mudik ke Bukittinggi 2016) via Jalur Lintas Tengah


Hari yang kami sekeluarga nanti-nantikan selama beberapa bulan belakangan ini telah tiba. Hari dimana kami akan mudik bersama ke kampung halaman kami di Sumatera Barat setelah selama setahun merantau dinegeri orang. Perbedaan tujuan akhir tidak menyurutkan kami untuk bersama-sama menuju kampung halaman. Pagaralam, Dhamasraya, Kerinci, Curup, Padang, Bukittinggi, Batu sangkar, Payakumbuh, Bangka, Bangkinang, Medan, Pariaman, Solok, Baturaja, Jambi, Kisaran adalah tujuan dari peserta mudik kali ini. mengenai pembetukan grup mudik "KASKUS Road to Sumatera Jilid II" telah saya ceritakan di postingan saya sebelumnya. Clik here (KASKUS Road to Sumatera Jilid II)

Kali ini saya mendapatkan grup dengan anggota om Heri, om Panca dan Herlan.  Herlan rekan saya di S3rious dan juga di ERCI walau beda Chapter. Sebelum keberangkatan kami sepakat kalau akan menggunakan HT nantinya selama perjalanan. Tujuan untuk mempermudah kami dalam berkomunikasi selama diperjalanan. Kami menetapkan frequensi yang akan digunakan selama perjalanan dan menentukan juga frequensi cadangan seandainya berbenturan dengan pengguna lain.

Barang-barang yang akan kami bawa pada saat mudik telah dipersiapkan bunda dan telah di packing dengan rapi jauh sebelum hari keberangkatan. Jadi saya hanya tinggal memasukkan barang tersebut kedalam kabin mobil dan juga kedalam roofbox.  Pemasangan Roofbox telah selesai dilakukan seminggu sebelum keberangkatan dan tentu  saja dibantu oleh asisten saya yang paling cantik dan setia yaitu istri saya hehehehe. Akan tetapi pada beberapa hari sebelum keberangkatan saya mendapatkan kabar kalau didaerah 4 lawang(Sumatera Selatan). Bagi yang memakai roof rack kena razia. Saya sendiri sedikit terkejut mengenai hal ini. Apa yang harus saya lakukan? Tetap memakai roofbox atau melepasnya. Kalau saya melepasnya tentu saja barang akan semakin pada didalam kabin. Mudik kali ini formasi mudik kami sekeluarga adalah 4 orang dewasa dan 2 orang anak-anak. Jadi lumayan padat didalam kendaraan, jika ditambah lagi barang maka pasti akan bersempit-sempitan. Kalau tetap mamakai tetap memakai roofbox maka kemungkinan akan terkena razia nantinya. Saya akhirnya memilih opsi tetap memakai roofbox dikarenakan kami ingin mudik kami nyaman.
Jarak yang mesti kami tempuh by G-map 1356km
Tanggal 1 Juli 2016 ba’da Shubuh, saya mulai memasukkan barang-barang kami kedalam mobil dan juga kedalam roof box dibantu oleh bunda. Bunda telah selesai memasak menu yang akan kami bawa nantinya pada saat perjalanan.  Adapun menu kami kali ini sedikit elit dan lengkap yaitu dendeng lado mudo, ayam goreng bumbu, telor rebus bulat dan teri kacang balado merah plus sayur mentimun. Barang telah tersusun rapi didalam box yaitu barang yang tidak akan dibongkar selama diperjalanan.  Sedangkan barang yang ada di dalam kabin adalah barang yang akan dipergunakan selama perjalanan, yaitu makanan kecil, menu makan, alat sholat dan air minum.

Persiapan Mudik Bareng ke Sumatera(Kaskus Road to Sumatera Jilid II)


Tidak terasa satu tahun berlalu kami melewati mudik bareng alias mudik bersama dengan kaskuser yang kami lakukan tahun lalu.  Tahun lalu anggota mudik kami 13 orang dan semuanya  murni kaskuser.  Tahun ini peminat mudik bareng ke Sumatra mengalami peningkatan yang cukup drastis. Pada awalnya saya hanya ingin membatasi sekitar 20 orang pemudik saja yang akan bergabung, akan tetapi banyak yang meminta untuk bergabung maka ditambah menjadi 40an anggota dan terus menjadi sekitar 50an anggota. Memang tidak semua peserta mudik adalah kaskuser, ada juga sebagian adalah pengunjung dari blog ini dan ingin mencari teman untuk mudik. Sebagian dengan alasan mudik sendiri dan ada juga yang ingin bergabung dengan alasan ingin mencari teman.

Kami sebenarnya juga mempunyai grup WA untuk bertukar informasi dan di grup ini mempunyai 2 orang Admin saya (ID Kaskus : kerong_xxx) serta om Reza. Akan tetapi kali ini om Reza tidak mudik ke Sumatera, kali ini dia lebih memilih menjaga tanah Jawa (hehehe). Jadi kali ini tugas saya yang mengundang anggota untuk masuk kedalam grup WA(sebagai Admin). Satu persatu anggota kami bertambah dan sekarang sudah menjadi 60an anggota (total dengan tahun lalu).

Kemudian pemilihan judul yang dipakai untuk mudik. Berhubung tidak semua yang mudik adalah Kaskuser, saya sedikit bingung akan judul mudik kami. Maka saya tetap memutuskan  memakai “KASKUS Road 2 Sumatera”, karena akar ini dari semua ini adalah berasal dari para kaskuser  dan saya ingin kalimat KASKUS itu tetap dipakai. Sementara saya tidak menggunakan angka 2 (dua) pada akhir judul karena  sudah ada ditengah. Jadilah judul mudik yang dipakai kali ini adalah “KASKUS Road 2 Sumatera”

Seperti biasa saya mendesign stiker untuk ditempel pada kendaraan kami nantinya. Sebagai penanda kami para mudikers. Awalnya saya mendesign sesuai dengan batas kemampuan saya. Jadilah stiker karya saya sebagai berikut ini.
Stiker Belakang Mobil

Thursday, May 26, 2016

Mamasang Peredam Panas di Suzuki Ertiga


Kali ini saya ingin berbagi mengenai pemasangan peredam panas di kendaraan Suzuki Ertiga Doble Blower. Tujuan pemasangan peredamam ini adalah untuk mengurangi panas pada cabin sewaktu mobil dijemur diterik matahari (siang bolong).

Sebenarnya ertiga sendiri sudah dilengkapi dengan peredam panas tapi hanya terpasang dibeberapa tempat. Untuk itu saya ingin memasang peredam panas tambahan di plafon mobil kami sekeluarga.
Peredam panas yang dijual sangat bermacam material dan beragam harganya. Dari yang murah sampai yang mahal. Sedangkan materialnya ada yang Busa ditambah alumunium foil dan aja juga aspal plus alumunium foil, bahkan ada yang tiga bahan digabungkan sekaligus (aspal busa dan alumunium foil). Sebenarnya aspal cenderung kepada peredaman suara sedangkan busa dan alumunium foil ke peredaman panas. Saya sendiri disini hanya memilih peredam panas busa dan alumunium foil saja. Entah kenapa saya lebih cenderung memilih bahan ini. Ini sebenarnya tergantung kebutuhan saja. Bisa dipakai yang aspal.

Bahan peredam saya beli di toko karet mobil didaerah sawah besar. Tepatnya di gedung muzatek. Perlembarnya saya beli 50k dengan ukuran 100 cm x 120 cm.

Adapun perlengkapan yang dibutuhkan dalam memasang peredam panas ini adalah, sebagai berikut :
  • Busa peredam panas  (2 lembar)
  • Alumunium tape
    Alumunium Tape (Rp. 35.000)
  • Obeng (screwdriver) +/ Plus
  •  Cutter
Cutter

  •  Ornament remover

Thursday, February 11, 2016

Memperpanjang SIM C beda alamat dengan KTP

Sebenarnya saya memperpanjang SIM C berbarengan dengan SIM A yang juga habis masa ceritaya bisa dibaca pada pada link berikut ini http://goo.gl/vcPwxs . PAda awalnya saya sedikit ragu apakah saya bisa memperpanjang SIM C tersebut soalnya alamat yang tertera pada SIM C berbeda dengan alamat yang ada pada KTP elektronik saya.

Beruntungnya saat ini sudah ada perpanjangan SIM secara online. Jadi saya tidak harus datang ke SAMSAT kota Bekasi yang biasanya selalu ramai dengan antrian orang membuat SIM. Syaratnya tentu saja harus punya E-KTP yang mana datanya sudah tersimpan di server milik pemerintah dalam ini mungkin Kementrian Dalam Negeri (CMIIW)….

Pada hari pertama kedatangan saya ke Gerai SIM yang berada di lantai 3 Mall Artha Gading, dimana saya saat itu kurang beruntung. Loket pendaftaran sudah ditutup karena jam operasionalnya untuk pendaftaran jam 08.30 -12.00. Saat itu saya dating pada pukul 13.30.  Ototmatis saya tidak diayani, mereka hanya melayani penyelesaian berkas yang belum dipanggil.

Saat itu saya bertanya “Mbak kalau alamat pada SIM dan KTP elektronik beda bagaimana?”, “Apakah bisa diperpanjang?” lanjut saya. Dijawab oleh Mbak penjaga loket “Bisa mas, nanti alamat mengikuti KTP”. Alhamdulillah jadi saya tidak perlu lagi mencabut berkas dan mengurus ke Bekasi. Cukup satu kali dating SIM saya langsung selesai.

Wednesday, February 3, 2016

Memperpanjang SIM A di Gerai SIM Artha Gading

SIM (Surat Ijin Mengemudi) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseoraang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan trampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Pada tahun ini kedua SIM saya akan habis masa berlakuknya. Baik itu SIM A dan SIM C, keduanya berakhir masa berlakunya pada bulan Januari 2016.  Pada awalnya saya mencari informasi tentang dimana lokasi untuk memperpanjang SIM di daerah Bekasi. Itu ada Mobil SIM Keliling/ Gerai SIM yang bisa memperpanjang SIM A dan C, dan lokasinya berpindah-pindah. Kadang  di daerah Harapan Indah (kata orang sih saya belum pernah kesana). Untuk detail seluruh Indonesia bisa didapat informasi mengenai SIM keliling di alamat berikut ini.  http://www.simkeliling.info/ (data tidak lengkap lohhhh).

Perpanjangan SIM ini saya bagi dua cerita karena untuk SIM A, Alamat KTP dan SIM sama, sedangkan alamat pada SIM C, KTP dan SIM C alamatnya berbeda. SIM C alamat Jakarta (sewaktu indekos) dan KTP Bekasi. Untuk perpanjangan SIM C saya ceritakan pada sesudah artikel ini.

Ternyata saya mendapatkan informasi tambahan, ada keluar surat pembaruan surat pembaruan dari No.: ST/271/II/2015  menjadi No.:ST/2652/XII/2015 pada 18 Desember 2015. Peraturan baru resmi berlaku 1 Januari 2016 dari Kakorlantas Polri  sebagai tindak lanjut peraturan Kapolri No 09 tahun 2012 pasal 28 mengenai masa berlaku surat izin mengemudi (SIM).

Tuesday, January 19, 2016

Menambah Dual USB Socket Charger pada Mobil ERTIGA

Pada perjalanan jauh kadang kala dibutuhkan banyak outlet charger untuk mengisi ulang battere handphone, GPS dll. Ini yang saya rasakan pada saat kami sekeluarga mudik ke Sumatera Barat (kampong halaman kami). Selama perjalanan jauh kami butuh banyak outlet port untuk pengecasan gadget tersebut. Pada kendaraan Ertiga hanya tersedia satu buah outlet cigarette lighter yang sering kami gunakan untuk re-charge battere GPS dan Handphone. Kadang dipakai secara bergantian. Untuk Handphone bisa di re-charge ke cigarette lighter tersebut tapi harus pakai alat lagi tapi kadang harus dilepas kalau GPS butuh daya alias charging ulang.

Nah untuk sebagai persiapan mudik tahun ini, saya ingin mencegah rebutan  outlet port seperti tahun-tahun lalu (sebenernya sih antara saya dan bunda saja), tapi kalau ada tamu yang menumpang mobil kami bisa juga menggunakan alat tersebut.

Mulailah saya mencari informasi dan barang yang akan saya pakai di kendaran kami. Saya sebenarnya sudah mendapatkan informasi kalau di sebuah forum di India pada mobil Ertiga disana sudah ditambahkan cigarette lighter tambahan untuk bagian penumpang yang dipasangkan pada yang mobil Ertiga (Link http://goo.gl/spiugz). Pada link tersebut dijelaskan cara menambahkan cigarette lighter tambahan pada mobil dengan mengambil daya langsung dari aki dan menambahkan fuse pengaman tambahan.

Thursday, January 7, 2016

Membeli tiket kereta api (Tiket.com)

Karena ingin membawa anak-anak kami jalan-jalan menggunakan kereta api, saya sering browsing di internet tentang Perkeretaapian. Informasi yang paling lengkap saya dapatkan dari Kaskus Sepur, semua informasi tentang perkeretaapian dibahas disana. Mulai dari cara membeli tiket, dimana bisa membeli tiket, cara pembayaran, jenis kereta api semua dibahas disini. Bahkan gerbong kereta juga dibahas disini. Untuk mengunjungi forum ini bisa mengunjungi alamat web berikut (klik disini). Semea tentang kereta dibahas disini.
Kaskus Sepur Logo