Wednesday, July 29, 2015

Modifikasi kabel USB port original Ertiga dengan HU Pioneer AVH-X2750BT

Head Unit kendaraan Suzuki Ertiga sebenarnya sudah menghasilkan suara yang lumayan bagus bila dibandingkan dengan suara yang dihasilkan oleh Head unit Merk China. Akan tetapi saya ingin kalau Head Unit mobil saya diganti dengan Merk Pioneer (head Unit selanjutnya disebut HU). Selain suara yng dihasilkan lebih bagus lagi dibandingkan dari HU original saya juga bisa menonton film kalau sedang menunggu bunda belanja.

Awalnya bunda keberatan dengan mengganti HU ini tapi setelah dirayu-rayu akhinya izin itu keluar. Setelah penggantian HU (saya memilih Pioneer AVH-X2750BT, yang masuk kedalam kantong saya budgetnya). Lobang USB original Ertiga tidak bisa dipergunakan untuk dipasangkan USB Flash Disk, karena beda bentuk socket belakang yang dipergunakan (Socket yang menancap ke HU). Sehingga lobang itu hanya menjadi pajangan saja.



Bentuk socket kabel USB original Ertiga
Bentuk Socket kabel USB Pioneer

Jadinya poisisi Port USB untuk HU sekarang tidak beraturan karena berupa kabel saja. Kadang terurai ke lantai, kadang saya sembunyikan di Glove Box. Terpikir dalam benak saya kenapa tidak kabelnya saja saya modifikasi. Ambil setengah dari HU dan setengah lagi dari kabel port asli. Kedua kabel itu nanti digabung jadi satu.

Oleh karena itu saya mulai mencari infomasi di internet tentang kabel data USB. Adapun informasi yang saya dapatkan kalau Kabel USB itu biasanya terdiri dari 4 kabel. Merah, Hitam, putih dan Hijau. Untuk fungsi warna dapat dilihat digambar diatas. Saya berpikir pasti bisa disambungkan antara Port USB Ertiga dengan kabel USB yang tersambung ke HU Pioneer. Setelah memikirkan baik burungnya (soalnya kalau udah dipotong masih bisa disambung ulang karena posisinya dibelakang dashboard). Akhirnya saya memodifikasi kabel tersebut dan akhirnya Port USB original Ertiga bisa disambungkan dengan HU Pioner AVH-X2750BT dan hasilnya pun sangat memuaskan.

Warna dan fungsi kabel USB

Informasi yang didapat dari Internet

Adapun cara pembuatannya adalah sebagai berikut:
Untuk melepaskan dan memasang kabel tersebut kita harus melepaskan kabel USB di HU dan juga Port USB original Ertiga. Tentu saja karena posisi kabel USB Pioneer berada dibelakang HU maka kita harus sedikit membongkar dashboard untuk melepaskan kabel.

Peralatan yang diperlukan adalah:
1. Obeng plus

Sedangkan langkah pengerjaan 
  1. Lepaskan Glove Box dari tempatnya.
Glove Box

  1. Masukkan tangan kearah dalam sampai menemukan lock tutup atas HU. Tekan keatas sampai cover tersebut terlepas, sehingga kita tidak perlu mencongkel (merusak) untuk melepaskannya.

3.       Angkat pelan-pelan cover bagian sebelah kiri dan teruskan ke sebelah kanan kemudian tarik sampai cover terlepas.

4. Lepaskan dua baut pengikat HU dibagian kiri dan kana dan simpat kedua baut tersebut dengan rapi

5.       Tarik HU sedikit keluar sampai kita bisa melepaskan kabel USB yang terpasang dibelakang HU. HU ditarik berikut Framenya. Frame di kunci berikut HU. 

Lepaskan hati-hati jangan sampai ada kabel lain yang copot (bisa panjang urusan nantinya) Setelah kabel USB Pioner terlepas kemudian kita akan melepaskan Port USB original Ertiga beserta kabelnya. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

6.       Lepaskan cover penutup sebelah kiri supir. Posisinya berada pada bagian kiri pedal kopling. Cara melepasnya dengan cara menarik keluar cover itu sampai cover itu lepas.
Lepas cover samping
7.       Congkel tutup port original Ertiga sampai lepas. Kadang ini sedikit membutuhkan rasa tega kita. Setelah lepas maka sisa port USB akan jatuh kedalam belakang dashboard.
Lepas cover Port USB
8.       Ambil kabel USB dan sisa port dari bagian cover yang kita lepas diatas. Dari bagian cover itu bisa kita lihat posisi kabel USB tersebut. Ambil dan keluarkan semua termasuk kabel dan casing port USB.
Komponen Port USB
Setelah selesai melepaskan semua kabel tugas kita selanjutnya adalah menggabungkan dua kabel menjadi satu kabel berdasarkan referensi diatas.

Untuk penyambungan kabel peralatan yang diprlukan adalah:
  • Solder
  • Timah
  • Shrinking Tube (selang bakar)
  • Pasta
  • Cutter atau tang potong
9.       Kita potong kabel USB Pioneer dan potong dua juga kabel yang ke Port USB. Perkiran panjang kedua kabel jika disambung cukup menghubungkan HU dan Port original Ertiga.
Potongan kabel USB Original

Potongan kabel USB Pioneer
10.   Kemudian buka kulit luar kabel utama sehingga akan terlihat nantinya kabel-kabel kecil . Unruk sebagai informasi kalau kabel USB ertiga tiap ujungnya ada dua warna socket yaitu warna biru dan warna coklat.  Yang dipakai pada proses penyambungan ini adalah yang socketnya warna biru. Kalau yang kita buka socket coklat maka socket tidak bisa terpasang ke port USB.
Socket yang ke Flash Dish

Socket kabel USB original yang ke Head Unit

Gambar Kabel telah terkelupas:

Kabel original Ertiga

Kabel USB Ertiga
11.   Pada proses penyambungan disini kita menggunakan solder untuk mendapatkan hasil yang baik. Dan untuk mencegah shor kita menggunakan selang bakar (shrinking tube) dan plus isolasi. Untuk proses penyambungan kita sambungkan kabel no 1 USB Pioneer dan kabel no. 1 USB ertiga, terus sampai kabel no 5. Untuk di ertiga ada 2 kabel no 5 itu digabung saja. Jangan lupa diberikan isolasi atau selang bakar untuk pengaman. Hasil penyambungan akan seperti ini (Hasil yang lebih baik akan didapat jika kabel dibuat lurus dan tidak melengkung seperti gambar).


Kabel yang sudah disambung da diberi pengaman

Kabel yang sudah di pengaman dobel
12.   Kemudian setelah selesai sebelum memasang kembali ke kendaraan. Coba dulu kabel yang kita sambung tersebut pada computer untuk membaca flashdisk atau memutar film. Kemarin saya pakai untuk memutar film dari pagi sampai sore ternyata lancar jaya.

13.   Pasang kembali kabel yang telah disambung dan jangan lupa berikut casingnya. Untuk memasang casing sebaiknya dirakit diluar dan dipasang dari depan (tekan dari arah depan sampai terpasang kembali di posisinya.

14.   Kemudian dari arah belakang pasang kabel ke HU dan ke port USB.

15.   Sebelum merapikan kembali dashboard, uji sekali lagi kualitas pemasangan dan penyambungan kabel. Kalau sudah yakin dengan hasil kerja anda maka pasang kembali semua yang dilepas sebelumnya.


 Hasil dan kualitas pembacaan USB dengan menggunakan kabel modifikasi.
Memeutar film dari USB Flash Disk
Saya kemarin agak kesulitan memasang tutup cover atas, akan tetapi setelah sekian lama berjuang saya bisa memasangnya kembali.

Semoga postingan saya bermanfaat bagi pembaca semua....

Tuesday, April 7, 2015

Mudik ke Bukittingi & Padang 2014

Sudah lama saya ingin menulis tentang pengalaman kami pulang kampung tahun lalu. Liburan tahun lalu termasuk yan terlama karena saat itu bunda baru saja berhenti dari pekerjaan lamanya dan saya juga mengambil cuti panjang, sedangkan kakak masih kelas 1 SD dan biasanya SD islam liburnya lama.

Sebelun sebelum keberangkatan semangat pulang kampung udah terasa dirumah kami. Kami semua berdiskusi untuk membuat list yang aka kami beli untuk dinikmati diperjalanan, dan juga barang yang akan kami bawa. Saya juga membuat list yang harus saya bawa pada saat perjalanan ini. Peta pada GPS hadiah pembelian mobilpun telah saya update dengan versi terbaru. Saya juga tidak lupa mengumpulkan peta gratis yang di sediakan oleh salah satu Radio di Jakarta. Menurut saya peta ini sangat informatif sekali memberikan jarak antar kota, lokasi SPBU, Lokasi dealer. Walaupun iklannya berjibun, saya terbantu sekali untuk melihat jalur mana yang akan saya lewati nantinya.

Alhamdulillah, dua bulan sebelum lebaran saya juga mendapatkan arisan dari komunitas mobil yang saya ikuti. Rencanya uang hasil arisan ini akan saya belikan roofbox yang bisa dipakai saat pulang nantinya. Setelah mencari-cari di internet saya mendapatkan seller yang akan menjual roofbox hapro roady second. Sebenarnya dia juga menjual sport rack sekalian, berhubung tidak bisa dipasang di mobil saya hanya membeli boxnya saja.

Untuk hari keberangkatan sebelumnya terjadi perdebatan kapan kami akan berangkat pulang kampungpun kami sedikit berdebat dengan bunda, tapi karena bunda mau resign alias berhenti dari kantor lamanya akhirnya dia mengikuti kalau kami akan mulai perjalanan tanggal 19 Juli 2014 dan kembali pada tanggal 9 Agustus 2014. Yessss it’s a looooong holiday…..

Semimggu sebelum keberangkatan semua peralatan dan makanan kering yang dibutuhkan telah kami beli. Seperti makanan kecil, kotak P3K, tabung pemadam kecil dll. Khusus untuk mekanan kecil harus disimpan terlebih dahulu karena kalau tidak kami mesti membeli lagi. Hihihihi.

The Journey begin….
Pada hari H yaitu tanggal 19 Juli 2014, setelah sahur saya belum bisa beristirahat sebelum keberangkatan. Karena saya masih memasang jaring pengaman untuk melindungi radiator dari batu-batu kecil. Pemasangan sendiri baru selesai sekitar jam 10 pagi dan itu saja dimulai dari subuh. Setelah pengaman terpasang saya istirahat tidur. Tidak beberapa lama saya mesti belanja untuk membeli air minum , untuk selama kami diperjalanan.

Tuesday, February 3, 2015

Pengalaman Membuat Bakso Sendiri

Pada hari libur banyak saja kegiatan yang harus dilakukan padahal waktu yang tersedia hanya dua hari, yakni  Sabtu dan Minggu. Belum lagi ada acara jalan-jalan yang sering diminta oleh kedua anak kami. Tapi belakangan kami ada kegiatan baru yaitu mencoba untuk membuat makanan yang biasa dijual. Dari pada jajan terus, mending buat sendiri siapa tahu bisa dijadikan usaha sampinan nantinya. Kami bertekat walau gagal kita harus makan hasil karya kita tersebut hihihihi.

Untuk mendapatkan resep sendiri kami peroleh melalui banyak sumber. Ada yang melalui keluarga, internet dll.  Pertama kali, kami dulu membuat resep sari kaya. Hasilnya cukup memuaskan, kemudian kami lanjutkan ke Tekwan dan hasilnya sangat memuaskan dan begitu juga dengan resep Mie Ayam. Untuk Mie Ayam rasa yang kami buat sangat enak (hehehe maklum buatan sendiri ya harus dipuji sendiri). Sedangkan kali ini kami ingin mencoba membuat Bakso daging, karena saya dan bunda termasuk orang yang suka dengan makanan ini.

Hari Sabtu malam sepulang dari bengkel setelah melakukan service mobil kami berkumpul di ruang keluarga untuk mendiskusikan apa saja yang haris dibeli esok hari (udah kaya mau hajatan saja). Azra si kakak mempunyai tugas dalam hal menulis daftar belanjaan bakso ala Padang. Daftar nya adalah:
  • Daging 1 kg
  • Tulang/ Gajih sesukanya
  • Mie Kuning Secukupnya
  • Mie putih secukupnya
  • Bawah Putih
  • Bawah Merah
  • Tahu isi
  • Cabe Rawit
  • Lada
  • Sawi
  • Toge (bila suka)
  • Tongcai (bila suka)
  • Daun Seledri
Minggu Pagi selesai melaksanakan sholat Shubuh, saya dan bunda langsung meninggal rumah untuk berbelanja keperluan dapur untuk dua minggu kedepan.  Sekaligus kami berbelanja untuk keperluan untuk memasak Bakso.

Monday, January 12, 2015

Roya (Penghapusan Hak Tanggungan) Sertifikat Tanah di BPN Kota Bekasi

Lunassssssssssss…………..sudah hutang kami di sebuah Bank Swasta Nasional untuk KPR rumah yang kami tempati sekarang ini. Sebenarnya belum lunas sih hehehe. Saya hanya memindahkan pinjaman ke kantor saya, yang mengenakan bunga lebih sedikit dari Bank. Lumayan penghematanya. Pada saat memindahkan saya mengerahkan semua bonus yang saya dapat dan semua simpanan yang kami punyai untuk melunasi pinjaman itu. Akhirnya kami bisa melunasi KPR kami pada bank.

Pada saat pelunasan saya diberikan document untuk roya tanah. Nahlo ini apa lagi saya pikir saat itu. Kemudian saya mencari informasi di Internet kalau kita sudah melunasi KPR di bank maka kita perlu untuk meroya kan lagi sertifikat tanah kita di kantor BPN setempat, karena saya tinggal di Bekasi maka dilakukan proses Roya di BPN Bekasi Kota.

Pengertian Roya secara umum adalah pencoretan Hak Tanggungan yang melekat pada buku tanah yang menjadi objek Hak Tanggungan, karena hapusnya Hak Tanggungan yang membebani atas tanah. Permohonan Roya diajukan kepada instansi yang berwenang yaitu Badan Pertanahan Nasional (BPN). Untuk sebuah hasil ketikan di buku tanah kami dibutuhkan sedikit kesabaran bagi kami hehehehe.
Saya mulai mencari lokasi dimana itu BPN Kota bekasi di Internet. Ternyata lokasinya di Jalan Chairil Anwar Bekasi Timur, disebelah BLU MALL, persis disebelah kali (saya tidak tau namanya). Yang pasti sejajar dengan Kali Malang.

Lokasi BPN kota Bekasi (Thanks Gogle Maps)
Kemudian saya mencari informasi tentang syarat-syarat roya di portal BPN. Sebenarnya banyak portal yang telah menceritakan Roya ini tapi saya tidak mau ketinggalan untuk menceritakan tentang pengalaman saya dalam berhadapan dengan birokrasi.

Dibutuhkan 3 kali kedatangan bagi saya dalam mengurus roya ini (sebenarnya bisa sekali sih hehehehe). Kedatangan pertama saya  gagal mengurus roya karena saya datang pada saat libur natal (huhuhu). Kedatangan saya kedua masih gagal untuk mengurus roya karena saya datang pada saat akhir tahun, sedangkan kantor BPN sudah tidak menerima berkas lagi. Untuk kedatangan ketiga saya tidak mau gagal lagi. Pada tanggal 10 Januari 2015, saya dan keluarga datang untuk menyerbu kantor BPN (hahahaha). Kali ini saya akhirnya beruntung.

Saya sebelumnya telah mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan proses roya, yang saya dapatkan dari portal BPN, diantaranya:
  1. Map untuk Roya berwarna putih (dibeli dikoperasi BPN Bekasi seharga Rp. 10.000,-) lokasi koperasi ini berada didekat parkiran motor. Disamping belakang kantor BPN Bekasi.
  2. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya diatas materai Rp. 6.000,- (Surat pemohonan sudah merupakan satu paket dengan pembelian Map)
  3. Surat Kuasa apabila dikuasakan dan diberikan materai Rp. 6.000,- (Surat Kuasa sudah satu paket dengan pembelian Map)
  4. Fotocopy identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  5. Sertipikat tanah dan Sertipikat Hak Tanggungan dan/atau konsen roya jika sertipikat Hak Tanggungan hilang
  6. Surat Roya/Keterangan Lunas/Pelunasan Hutang dari Kreditur (Bank pemberi KPR)
  7. Fotocopy KTP pemilik tanah dan/atau kuasanya yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
Semua data telah saya persiapkan sebelumnya, berikut fotokopiannya. Map beserta surat permohonan pun telah kami isi dirumah (soalnya rumah ini atas nama bunda). Map beserta formulir telah saya beli pada kedatangan saya sebelumnya yang dimana saya gagal dalam meroyakan tanah hihihi.

Koperasi BPN kota Bekasi
Dari rumah kami berangkat bertiga, saya bunda dan Ami. Sedangkan kakak tidak mau ikut dan hanya mau dirumah saja. Kami berangat Jam 7.30. Kami berangkat menggunakan neng erti. Kami menyusuri kalimalang sampai MM dan terus ke arah Bekasi Timur. Sekitar jam 8.10 kami sampai di BPN kota Bekasi


Tuesday, December 30, 2014

Meghilangkan Subtitle Film

Bagi yang biasa meng-unduh (download) film di internet (biasanya sih bajakan hehehehe).  Nah kadang uploader telah memasukkan subtitle berbahasa asing (selain Indonesia tentunya) kedalam film yang telah kita unduh. Bagi yang bahasa Inggrisnya lancar tentu hal ini bukanlah masalah. Nah bagi orang-orang seperti saya kadang filmnya menjadi kurang seru, karena kita tidak begitu mengerti yang dimaksud. Kadang kita sedang masih mengartikan ehhhh tulisan dilayar hilang ganti dengan yang baru karena dialognya cepat. Nah kalau kita masukkan subtitle berbahasa Indoesia ke dalam film, tapi dalam film tersebut sudah ada text bahasa Inggrisnya  maka film akan sedikit terganggu keindahannya karena ada dua buah subtitile yang berhimpitan. Oleh karena itu terlebih dahulu kita hilangkan subtitle berbahasa Inggris baru kita masukkan Subtitle berbahasa Indonesia.

Film yang masih ada subtitlenya
Kali ini saya ingin membagikan infomasi bagaimana caranya mengilangkan subtitle yang sudah tertanam didalam film. Sebenarnya mungkin banyak sekali program yang bisa digunakan untuk menghilangkan subtitle ini dan juga sudah banyak orang yang sudah membuat cara menghilanmgkan subtitlediblog mereka  tapi saya tidak mau kalah. Saya ingin juga membuat hal tersebut di blog saya. Kali ini saya menggunakan program yang bernama mkvtoolnix v.7.4. Program ini adalah program freeware yang bisa kita download gratis.

Sunday, December 28, 2014

Parkir Inap di Bandara Internasional Soekarno Hatta

Pada tanggal 11 Desember 2014 malam Bunda menerima kabar buruk dari rumah dikampung, bahwa Papa bunda meninggal. Teriak histeris bunda langsung keluar dari bunda mendengar berita tersebut. Ceritanya akan saya ceritakan pada kesempatan lain. Langsung saja kami mencarikan tiket untuk semua penerbangan ke Padang, akan tetapi flight terakhir adalah jam 9-an malam. Pada saat mencari tiket sekitar jam 10 malam juga. Mustahil bagi kami pulang kerumah malam itu juga. Salah satu solusinya adalah mencari tiket langsung dibandara, karena untuk pesan melalui internet paling telat adalah 24 jam sebelum keberangkatan.

Kami langsung mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa pulang. Saya juga langsung mengontak keluarga dipadang untuk mencarikan kendaraan yang akan membawa kami ke Bukittingi. Akhirnya kami mendapatkan sebuah mobil yang akan membawa kami ke Bukittingi nantinya.

Kami sedikit bingung dengan apa kami nanti berangkat ke Bandara Soekarno Hatta, kami akan berangkat jam 4.30 pagi setelah Shubuh. Ada dua pilihan sebenarnya yaitu pertama dengan membawa mobil kami dan kedua dengan menggunakan Taksi. Sedangkan opsi menggunakan Damri tidak masuk dalam pilihan, karena mendesaknya keperluan ini. Kalau dengan menggunakan mobil kami lebih cepat sampai ke Bandara sedangkan kalau menggunakan taksi kadang lama sampainya belum lagi kalau taksinya nyasar mencari rumah saya (biasanya sih gitu).

Bunda berkata kenapa membawa mobil saja dan menitipkan mobil tersebut di parkir inap bandara. Saudara bunda sering seperti itu katanya. Saya sendiri sering mendengar hal tersebut, akan tetapi tidak tahu dimana lokasi parkir inap tersebut. Saya takut karena nanti kami tidak tahu lokasi parkir inap tersebut kami terlambat untuk bertemu papa untuk terakhir kalinya. Mulailah saya searching di Google tentang parkir inap di Bandara Soekarno Hatta.

Ternyata lokasi parkir inap ini dibekas pool taksi yang lama. Jujur saya baru ingat kalau saya pernah melihat parkir inap ini, sewaktu saya dan Nabil pergi menjemput tamu kerja.

Akhirnya kami putuskan kami membawa mobil kami kebandara, selain cepat sampai kebandara karena terburu waktu dan kami tidak bergantung  kepada orang lain. Sekitar jam 4.20 kami meninggalkan rumah di Bekasi. Kami mengambil Tol JORR dan langsung menuju Bandara. Sekitar Jam 5 Pagi kami sampai di Bandara langsung menuju lokasi parkir inap dibandara (lokasi di kordinat -6.126620, 106.657788 di Google map).

Lokasi Parkir Inap yang ada bintangnya (terima kasih om Google Map)

Kalau dari tol Pluit terus saja jangan masuk ke terminal satu arah Tangerang dan setelah bundaran kea rah terminal 3 kita akan menemukan papan petunjuk Parkir Inap berada di sebelah kiri.

Wednesday, December 17, 2014

Pembantu ohhhhh Asisten Rumah tangga (curcol)

Saat sekarang ini bagi orang tua yang bekerja PRT (Pembantu Rumah Tangga) atau sekarang lebih kerennya disebut ART (Asisten Rumah Tangga). Sudah merupakan hal yang biasa dipergunakan jasanya. Bagi yang mempunyai orang tua yang masih sehat tentunya masih beruntung sekali bisa menitipkan rumah dan anak-anak kita kepada orang yang kita kenal. Tapi kadang tidak tega juga menitipkan semua itu kepada mertua atau orang tua kita dihari tua mereka yang seharusnya mereka sudah beristirahat menikmati jerih payah yang mereka tebar selama ini. Akan tetapi lebih tidak tega lagi meninggalkan anak untuk dirawat dengan orang yang tidak kita kenal sama sekali. Banyak sekali berita tragis yang kita baca atau kita lihat karena meninggal anak kepada orang yang tidak kenal.

Itu yang kami hindari. Padahal saya sebenarnya ingin Bunda tinggal dirumah untuk merawat dan membesarkannya dengan tangan sendiri. Melihat tumbuh kembang buah hati sendiri, akan tetapi karena kebutuhan terpaksa itu ditunda dulu.

Mencari PRT atau AST sekarang ini tidaklah semudah seperti dahulu. Kalau dulu mereka yang bekerja dirumah kita kadang loyal sekali dengan kita. Sudah dianggap seperti saudara sendiri malah, kemana-mana diajak. Tapi sekarang sangat jauh berbeda sekali. Sulit sekali menemukan yang sangat cocok degan kita. Kadang mereka mau enak sendiri., kerja cari yang enak dan minta gaji gede. Malah ada yang baru sehari dirumah eh malah sudah nanya-nanya ke tetangga kalau ada lowongan ditempat lain, yang parahnya kita belum pulang kerja eh dia sudah masuk kamar.

Sejak saya menempati rumah di Bekasi hampir 7 tahun  lalu mungkin hampir 10 orang yang sudah kami perkerjakan dirumah untuk membantu kami dirumah. Hanya 5 orang yang bisa bertahan lama dan sesuai dengan keinginan kami. Mereka bisa dipercaya, sayang kepada anak kami Dua orang merupakan kakak beradik yang kami dapatkan dari tetangga kami.  Sedangkan tiga orang lagi  adalah warga sekitar rumah kami. Seorang dari tiga itu adalah Tukang cuci yang sudah lama bekerja dengan kami.
Ketiga orang yang bekerja adalah dua orang beradik kakak dan seorang lainnya yang tinggal didekat umah kami. Pertama kali sang kakak datang kerumah kami untuk bekerja dirumah kami. Anaknya ramah dan lembut. Bahasa jawanya medok juga sih…. Dia dibawa oleh temannya kepada kami bangun rajin pagi sekali malah. Dia sudah merapikan rumah.

Tidak berapa kami melihat kalau sendiri kasihan juga, maka kami menanyakan apakah adiknya juga mau bekerja disini sehingga dia ada teman kalau dirumah. Akhirnya dia juga membawa adiknya kerumah. Kedua anak kami sangat cocok sekali dengan mereka dan kami juga percaya dengan mereka.

Sewaktu akan mendekati lebaran, kmai memutuskan untuk pulang kampung karena sudah lama lama kami tidak pulang kampung sewaktu lebaran. Biasanya kami pulang pas akhir tahun. Si mbak Azra dan Nabil juga akan pulang kampung juga (tentu saja). Kami bertanya apakah mereka akan balik lagi ke rumah kami dan mereka bilang kalau mereka akan kembali lagi setelah libur lebaran kerumah kami.

Sewaktu kami dikampung kami mendapatkan telepon mereka kalau mereka berdua tidak akan balik lagi. Bagai mendengar petir disiang bolong, kami hanya bisa terdiam. Perasaan menjadi tidak enak lagi, liburan jadi hambar. Kami harus mencari orang baru lagi untuk menjaga kedua anak kami. Berbagai rayuan kami sampaikan ke mereka agar mereka balik ke Bekasi dan Beribu alasan yang mereka berikan untuk menolaknya. Sebelum pulang kekampungnya, Berkali-kali Bunda bertanya ke mereka berdua apakah nanti setelah lebaran akan kembali kerumah kami dan berkali-kali juga mereka menjawab akan balik lagi. Ternyata semua itu bohong belaka. Padahal kami berusaha sebaik mungkin mejaga mereka agar mereka betah dirumah. Kalau kami jalan kami belikan makanan kalau kami pulang kadang bahkan kami ajak jalan. Akan tetapi itu semua tidak berpengaruh. Beruntungnya nenek Azra dan Enok mau datang berkunjung ke rumah (Alhamdulillah). Sekalian saja kami bawa dari Padang.

Sekembalinya dari libur saya memeriksa lemari dikamar ART kami ternyata benar kalau mereka sudah merencanakan untuk tidak kembali lagi kesini karena semua baju mereka bawa semua.

Sebelum kedua orang diatas kami juga mempunyai ART yang juga cukup lama bekerja dengan kami. Dia bertugas mengurus rumah dan menjaga anak kami. Jam kerjanya Cuma dari Pagi sampai Sore. Sampai kami pulang kerja. Tetapi dirumah tetap ada nenek Azra yang mengawasi. Namanya Popon, dia merupakan anak dari tukang cuci langganan kami. Sewaktu dia bekerja terpaksa sang Ibu kami berikan cuci sampai waktu yang tidak terbatas (hehehe).

Sekarang dia bekerja dirumah bos suaminya sehingga tidak bisa memperkerjakannya lagi. Pas swaktu dia minta berhenti datanglah ART diatas.