Wednesday, December 17, 2014

Pembantu ohhhhh Asisten Rumah tangga (curcol)

Saat sekarang ini bagi orang tua yang bekerja PRT (Pembantu Rumah Tangga) atau sekarang lebih kerennya disebut ART (Asisten Rumah Tangga). Sudah merupakan hal yang biasa dipergunakan jasanya. Bagi yang mempunyai orang tua yang masih sehat tentunya masih beruntung sekali bisa menitipkan rumah dan anak-anak kita kepada orang yang kita kenal. Tapi kadang tidak tega juga menitipkan semua itu kepada mertua atau orang tua kita dihari tua mereka yang seharusnya mereka sudah beristirahat menikmati jerih payah yang mereka tebar selama ini. Akan tetapi lebih tidak tega lagi meninggalkan anak untuk dirawat dengan orang yang tidak kita kenal sama sekali. Banyak sekali berita tragis yang kita baca atau kita lihat karena meninggal anak kepada orang yang tidak kenal.

Itu yang kami hindari. Padahal saya sebenarnya ingin Bunda tinggal dirumah untuk merawat dan membesarkannya dengan tangan sendiri. Melihat tumbuh kembang buah hati sendiri, akan tetapi karena kebutuhan terpaksa itu ditunda dulu.

Mencari PRT atau AST sekarang ini tidaklah semudah seperti dahulu. Kalau dulu mereka yang bekerja dirumah kita kadang loyal sekali dengan kita. Sudah dianggap seperti saudara sendiri malah, kemana-mana diajak. Tapi sekarang sangat jauh berbeda sekali. Sulit sekali menemukan yang sangat cocok degan kita. Kadang mereka mau enak sendiri., kerja cari yang enak dan minta gaji gede. Malah ada yang baru sehari dirumah eh malah sudah nanya-nanya ke tetangga kalau ada lowongan ditempat lain, yang parahnya kita belum pulang kerja eh dia sudah masuk kamar.

Sejak saya menempati rumah di Bekasi hampir 7 tahun  lalu mungkin hampir 10 orang yang sudah kami perkerjakan dirumah untuk membantu kami dirumah. Hanya 5 orang yang bisa bertahan lama dan sesuai dengan keinginan kami. Mereka bisa dipercaya, sayang kepada anak kami Dua orang merupakan kakak beradik yang kami dapatkan dari tetangga kami.  Sedangkan tiga orang lagi  adalah warga sekitar rumah kami. Seorang dari tiga itu adalah Tukang cuci yang sudah lama bekerja dengan kami.
Ketiga orang yang bekerja adalah dua orang beradik kakak dan seorang lainnya yang tinggal didekat umah kami. Pertama kali sang kakak datang kerumah kami untuk bekerja dirumah kami. Anaknya ramah dan lembut. Bahasa jawanya medok juga sih…. Dia dibawa oleh temannya kepada kami bangun rajin pagi sekali malah. Dia sudah merapikan rumah.

Tidak berapa kami melihat kalau sendiri kasihan juga, maka kami menanyakan apakah adiknya juga mau bekerja disini sehingga dia ada teman kalau dirumah. Akhirnya dia juga membawa adiknya kerumah. Kedua anak kami sangat cocok sekali dengan mereka dan kami juga percaya dengan mereka.

Sewaktu akan mendekati lebaran, kmai memutuskan untuk pulang kampung karena sudah lama lama kami tidak pulang kampung sewaktu lebaran. Biasanya kami pulang pas akhir tahun. Si mbak Azra dan Nabil juga akan pulang kampung juga (tentu saja). Kami bertanya apakah mereka akan balik lagi ke rumah kami dan mereka bilang kalau mereka akan kembali lagi setelah libur lebaran kerumah kami.

Sewaktu kami dikampung kami mendapatkan telepon mereka kalau mereka berdua tidak akan balik lagi. Bagai mendengar petir disiang bolong, kami hanya bisa terdiam. Perasaan menjadi tidak enak lagi, liburan jadi hambar. Kami harus mencari orang baru lagi untuk menjaga kedua anak kami. Berbagai rayuan kami sampaikan ke mereka agar mereka balik ke Bekasi dan Beribu alasan yang mereka berikan untuk menolaknya. Sebelum pulang kekampungnya, Berkali-kali Bunda bertanya ke mereka berdua apakah nanti setelah lebaran akan kembali kerumah kami dan berkali-kali juga mereka menjawab akan balik lagi. Ternyata semua itu bohong belaka. Padahal kami berusaha sebaik mungkin mejaga mereka agar mereka betah dirumah. Kalau kami jalan kami belikan makanan kalau kami pulang kadang bahkan kami ajak jalan. Akan tetapi itu semua tidak berpengaruh. Beruntungnya nenek Azra dan Enok mau datang berkunjung ke rumah (Alhamdulillah). Sekalian saja kami bawa dari Padang.

Sekembalinya dari libur saya memeriksa lemari dikamar ART kami ternyata benar kalau mereka sudah merencanakan untuk tidak kembali lagi kesini karena semua baju mereka bawa semua.

Sebelum kedua orang diatas kami juga mempunyai ART yang juga cukup lama bekerja dengan kami. Dia bertugas mengurus rumah dan menjaga anak kami. Jam kerjanya Cuma dari Pagi sampai Sore. Sampai kami pulang kerja. Tetapi dirumah tetap ada nenek Azra yang mengawasi. Namanya Popon, dia merupakan anak dari tukang cuci langganan kami. Sewaktu dia bekerja terpaksa sang Ibu kami berikan cuci sampai waktu yang tidak terbatas (hehehe).

Sekarang dia bekerja dirumah bos suaminya sehingga tidak bisa memperkerjakannya lagi. Pas swaktu dia minta berhenti datanglah ART diatas.

Sampai suatu saat Kedua nenek Azra berada dikampung dan tidak ada yang menjaga Azra dan Nabil. Kami kebingungan dan sampai kami diperkenalkan oleh Mpok (yang mencuci dirumah kami) dengan seorang wanita yang masih muda umurnya sekita 28 tahunan. Namanya Ayu. Dia mantan TKI dari Malaysia. Sampai sekarang dia dan Mpok masih bekerja dengan kami. Kami senang karena ada orang yang bisa dipercaya untuk menjaga Azra dan Nabil.

Akan tetapi kami masih dikejutkan dengan informasi bahwa Ayu akan kembali berangkat kembali ke Malaysia. Kami meminta dia untuk mencarikan penggantinya. Dia mengatakan susah sekali mendapatkan yang baru. Sekarang yang muda lebih suka kerja di pabrik atau toko.

Baru sebentar kami bernapas lega ada yang akan menjaga Nabil dan Azra kemudian datang lagi masalah lain. Alhamdulillah tidak berapa lama dia mengatakan kalau keberangkatannya ditunda. Kami bisa bernapas lega sejenak.

Sebenarnya saya dan Bunda ingin anak-anak kami dibesarkan oleh tangan orang tuanya sendiri dan bukan oleh orang lain. Suatu saat saya impian kami ini bisa terlaksana dan kami tidak lagi tergantung dengan orang lain dan hanya kami yang merawat anak darah daging kami sendiri. Insya Allah. 

Wednesday, December 3, 2014

Lomba Mewarnai Azra di Taman Mini Indonesia Indah

Rencana awal minggu ini kami akan pergi camping di kawasan Ranca Upas didaerah Bandung. Saya ingin mengajak mereka menikmati keindahan alam dan juga keindahan langit malam diarea terbuka. Bunda ingin melihat bintang dengan menggunakan teleskop yang kami beli (maklum sejak dibeli baru sekali kami melihat bulan). Akan tetapi rencana itu gagal karena satu dan lain hal. Alasannya antara lain  karena pengeboran sumur bor kami yang baru jadi uang kami sudah habis tersedot kesana.  

Dikarenakan camping kami ke Ranca Upas ini gagal maka weekend ini dan kebetulan sekali pada hari yang sama sekolah Azra mengadakan acara lomba mewarnai. Langsung saja  Azra kami daftarkan ke acara perlombaan melukis dan mewarnai yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 30 November 2014. Sebenarnya saya ingin  dirumah saya untuk menikmati liburan, tapi demi anak biarlah saya ikuti saja. Kadang kalau dirumah saja kedua anak kami selalu bertanya kemana kita minggu ini. Hadeeeeeehhhh nak, ayahmu ingin istirahat……. Huhuuhu…. Biarlah demi menyenangkan saya ikut permintaanya. Selasanya minggu kemaren Azra didaftarkan untuk ikut lomba tersebut dengan uang pendaftaraan Rp. 50.000,-.  Dari uang tersebut mendapatkan tiket masuk untuk dua orang, snack pagi dan makan siang. Acaranya sendiri akan diadakan pada Anjungan Jambi.

Pada hari H kami berangkat dari rumah jam 7 pagi, acaranya sendiri pada jam 9 pagi dan anak-anak harus berkumpul pada jam 8.30 di anjungan Jambi. Karena kami belum sarapan pagi, maka kami mencari sarapan dulu di sepanjang jalan kami menuju kesana. Dari rumah kami melewati jalan Kodau dan kami sengaja tidak masuk tol karena harus mencari sarapan. Ternyata kami baru bisa  menemukan sarapan di daerah Taman Mini juga hehehe. Kemudian kami langsung masuk melewati Pintu 3 Taman Mini Indonesia Indah. Kami diminta hanya membayar buat karcis masuk mobil saja padahal masih kurang 2 orang lagi yang belum bayar karena tiket gratis kami Cuma 2 buah, atau mungkin anak kecil tidak dihitung.  Terima kasih pak…..
Peta Taman Mini Indonesia Indah (Google Maps)
Kami mencari Anjungan daerah Jambi dengan santai ternyata lokasi nya berdekatan dengan Snowbay. Langsung saja Nabil meminta untuk berenang…. Nanti ya nak kami bilang. Saya langsung memarkirkan kendaraan dibahu jalan, dengan harapan kalau kami cepat pulang tidak susah keluarnya. Sebelum kami keluar kami menikmati dulu sarapan yang telah dibeli bunda tadi. Kamipun menikmati sarapan pagi dulu sejenak

Selesai sarapan kami turun dari mobil dan berjalan ke anjungan tempat lomba, Azra langsung bertemu dengan Gurunya dan mengambil tempat duduk didepan. Budan mengikuti Azra dari belakang.  Sedangkan saya dan Nabil duduk dibelakang, sambil melihat tingkah polah anak-anak yang lain beserta orang tuanya. Banyak sekali anak yang ikut lombai ini. Sepertinya dari Se-Jabodetabek. Ada juga lomba menari pada hari itu dan dianjungan yang sama.

Azra sedang menunggu
Mulai manyun

Dirumah semangat ikut lomba disini kok manyun parah

Para peserta lomba mewarnai

Lomba dimulai jam 9 pagi. Nabil sudah mulai gelisah. Ini anak memang gampang bosenan, maunya keliling terus. Sekitar jam 10. Azra selesai mewarnai dan kembali menuju ketempat kami berada. Kami kemudian beranjak pulang dan tidak lupa guru Azra memberikan makan siang kepada kami. Kemudian kami beranjak pulang.

Didalam mobil kami menikmati berkeliling Taman Mini Indonesia Indah ini yang dahulunya merupakan ikon Jakarta yang makin lama berkurang daya tariknya. Taman ini merupakan miniatur Indonesia yang dibuat era Presiden Soeharto. Rumah Adat dari Sabang Sampai Merauke ada disini. Ini sangat baik sekali buat kita untuk mengetahui adat yang ada dinegeri ini dan anak cucu kita tahu dengan adat istiadat leluhur mereka. 

Nabil dari pagi terus meminta kami untuk naik ke kereta gantung yang ada disana, seingat saya kami sudah pernah menaikinya. Tetapi bunda berkeras kalau belum pernah naik. Sewaktu saya mengajak naik bunda menolak halus permintaan saya. Ternyata ada rahasianya. Bunda takut naik kereta gantung  hahaha.

Langsung mobil saya parkir didekat area kereta gantung. Saya pikir banyak yang antri untuk menaiki kereta ini, kalau banyak yang antri maka akan saya tunda naik kereta ini. Setalah memarkirkan mobil kami berjalan ke loket pembelian ternyata tidak ada orang yang antri disana. Saya harus membeli 4 tiket karena yang gratis hanya 1 tahun kebawah. Harga tiketnya pun sekarang sudah naik menjadi Rp. 30.000,-. Padahal dahulu masih Rp. 25.000,-. Entah apa alesannya yang membuat harga naik.

Kami langsung naik keatas dan langsung mendapatkan kereta no 16 (kalau tidak salah dan warnanya Pink hehehe). Sewaktu naik bunda lumayan tegang raut mukanya, akan tetapi makin lama berubah menjadi tenang. Azra dan Nabil sangat menikmati naik kereta gantung ini. Kami melihat miniatur pulau Indonesia dari atas kereta dan juga rumah-rumah adat dari berbagai daerah. Kurang dari setengah jam kami sudah kembali lagi ke stasiun awal. Wajah bahagia terliat dari muka anak-anak kami.


Tiketnya (ngambil dari blog mana yah ini)

Bunda dan Azra

Saya dan Ami alias Nabil

Rumah gadang (taragak pulang kampuang)

Rumah adat yang lain

Ini yang sering keluar di tv saat saya masih kecil

Jalur kereta gantung

Kepulauan Indonesia dari atas kereta gantung

Ternyata kami naik kereta no 58

Kami sampai ke stasiun awal
Kami langsung menuju parkiran ketempat mobil kami tinggal. Dan keluar kembali ke Pintu 3 dimana kami masuk tadi. Dari pintu keluar kami langsung masuk tol dan keluar di Pintu Tol Jati warna . Berhubungan bunda belum masak kami membeli makan siang di sebuah rumah makan kapau (katanya sih). Bunda membeli 3 bungkus nasi dengan lauk bebek cabe ijo, ayam gulai dan cincang Daging. Pas membayar harga yang ditagihkan kepada bunda sangat menakjubkan yaitu 81rb unutk 3 bungkus nasi. Harga yang fantastis buat 3 bungkus nasi padang. Kalau beli disederhana restauran pun sepertinya tidak semahal ini. Ya udah lah ini kami jadikan pelajaran saja. Bertanyalah sebelum membeli.



Company Trip Kantor Bunda

Weekend ini rencananya akan dilakukan pengeboran untuk membuat sumur bor dikarenakan debit air yang keluar dari pompa air dirumah kami. Sebenarnya untuk melakukan pengeboran ini sudah lama sekal kami rencakanakan karena dalam sumur bor dirumah kami mungkin 10-12 meter, karena rumah kami ini kami beli adalah rumah bekas alias tangan kedua.

Kok ceritanya berubah jadi nyeritain keadaan air di rumah saya. Ini akan saya ceritain di lain kali ya. Cerita lengkapnya disini (Membuat sumur bor baru). Sekarang kita mulai cerita  soal Company tripnya bunda.  Dengan  tidak jadinya kami membuat sumur baru dirumah maka weekend ini kami tidak ada kegiatan, maka saya mengusulkan kepada bunda untuk ikut saja dalam acara company trip kantor bunda yang diadakan di Bukit Hambalang Bogor.

Bunda sebenarnya hampir 3 bulan bergabung dengan perusahaan barunya  tempat dia bekerja. Dan kebetulan sekali pada bulan November 2014  ini akan diadakan acara perayaan ulang tahun perusahaannya yang sudah 30 tahun. Kali ini  rencananya diadakan di daerah Bogor yaitu di Bukit Hambalang. Itu loh tempat dibangunnya komplek atlet yang terkenal itu…..

Kepergian kami baru diputuskan malam hari jadi belum ada persiapan apapun dari kami. Langsung saja bunda packing baju dan lainya. Untuk bekal makanan kecil akan dibelikan besok pagi.

Sabtu pagi kami berangkat  dari rumah jam 6 pagi.  Kami  berangkat pagi sekali dikarenakan harus mengambil  pompa air yang telah saya beli  sehari sebelumnya. Yang saya titipkan dikantin didepan kantor saya. Cerita mengenai pompa disini (Membeli pompa air baru).

Setelah mengambil pompa air yang akan kami gunakan pada lubang sumur bor yang baru. Kami mencari tempat untuk sarapan pagi karena dari rumah kami belum sarapan  sama sekali. Kami membeli soto ayam yang mangkal dekat dengan kantor saya.  Pada saat kami semua sarapan bunda bilang kalau kita belum membawa makanan kecil kalau anak-anak ingin makan snack. Akhirnya  saya harus mencari toko yang menjual makan kecil. Saya ingat kala didekat rumah sakit dibelakang kantor  saya ada toko yang menjual banyak makan kecil. Ya iyalah toko tersebut kan yang membuat para pedagang kecil gulung tikar.

Jam 7.15 kami selesai belanja makanan dan langsung tancap menuju Hambalang. Sekeluar bunda dari toko saya baru menyadari kalau disekitar rumah sakit ini banyak sekali menjual sarapan pagi. Saya bilang kepada bunda “Kenapa kita tidak sarapan disini saja ya?”. Baru ingat kalau disini banyak menjual sarapan pagi.

Selesai belanja kami langsung masuk tol Cempaka Putih Arah Bogor. Saya memacu mobil kami menuju Bogor. Ternyata di jalan tol sudah dipadati dengan kendaraan yang akan weekend menuju kawasan puncak atau Bogor. Laju kendaraan kadang tersendat  oleh ramainya kendaraan menuju puncak, kadang saya mesti mengganti jalur untuk mempercepat sampainya kami di lokasi.
Sewaktu kami berada dijalan tol bunda tidak menemukan peta lokasi company trip. Saya sempat stress karena kami tidak mengetahui lokasi tepatnya. Tapi dia begitu yakin kalau itu dekat dengan sebuah perusahaan yang pernah memanggilnya.

Kami keluar dari Gerbang Tol Sentul yang ada Sirkuitnya dan langsung belok kiri sebanyak dua kali. Kami sempat berhenti sebentar untuk mencari peta lokasi acara, akan tetapi peta tidak ditemukan. Ya udah kita cari saja, mudah-mudahan ketemu.

Saya juga ingat kalau didenah tersebut ada dua warna toko yang menandakan kalau kita harus belok tapi saya tidak yakin itu toko apa. Sewaktu kami melewati sebuah SPBU dan ada Alfamart di Indomaret disebelahnya saya bilang ke Bunda apakah belokannya disini. Bunda bilang masih jauh, ya udah kamipun terus berkendara.

Kami berhasil menemukan perusahaan yang bunda maksud dan saya minta bunda bertanya kepada petugas keaamanan yang bertugas. Pak Petugas bilang kalau mau ke bukit Hambalang bisa lewat sini tapi masih sepi, mending putar balik sampai SPBU kemudian belok kiri. Terus saja keatas.

Terpaksa kami harus memutar balik menuju SPBU yang dimaksud. Sekitar 10 menit berselang kami sampai di SPBU dan langsung berbelok kiri. Ternyata kami tidak melihat ada petunjuk kecil yang tergantung pas di belokan tersebut. Jalan makin kecil, kok saya tidak yakin ini jalan yang benar menuju acara kantor bunda.

Akan tetapi tidak berapa lama, jalan tersebut langsung berubah menjadi dua arah dan besar. Tapi kok banyak militernya. Ternyata disana terdapat Indonesia Peace and Security Center (IPSC). Banyak sekali fasilitas militer disana dalam kondisi baru. Makin keatas kami hanya melihat tanah kosong. Kami sangsi apakah kami berada dijalan yang benar.

Jalur menuju lokasi

Cabang jalan yang sempat membuat kami bingun

Tidak berapa lama kami menemukan lokasi acara kantor bunda. Segara kami masuk dan memarkirkan kendaraan. Setelah itu Bunda antri untuk menukarkan snack pagi dan snack buat anak. Kami berjalan kebawah mencari tempat untuk duduk.
Tenda yang disediakan buat karyawan dan keluarga

Banyak pohon disekeliling area 

Saya berpikir kalau Hambalang itu dingin seperti di puncak tapi ternyata saya salah. Hambalang ternyata masih panas.


Acara pertama adalah hiking bagi anak dan keluarga. Tapi saya malas ikut  Azra kemudian ikut lomba mewarnai ditempat dekat dengan kolam renang.
Azra akan hiking

Tak lama kemudian para keluarga pun ikut hiking mengelilingi bukit Hambalang. Semua peserta berbaris kecuali beberapa orang yang malas ikut (termasuk saya hehehe). Kemudian meninggalkan area berkumpul.


Sementara para peserta company trip berkeliling, staff kantor bunda ikut menyumbangkan lagu yang lumayan parah menurut saya, tapi yang penting mereka berani loh tampil.

Temen kantor bunda sedang manggung
Sekembalinya hiking kemudian para peserta berkumpul kembali dilapangan ada yang lesehan dan ada juga duduk ditenda. Kami semua ngobrol biasa tanpa ada kegiatan, kecuali Azra dan Nabil yang sibuk mencoba permainan yang tersedia. Akan tetapi permainan ini akan dibuka baru siang ini sedangkan hari sudah mulai terik. Saya heran walau di dataran tinggi kenapa daerah ini juga panas ya? Saya bilang ke bunda “Selesai makan siang kita pulang yuk?”. Bunda kemudian mengiyakan permintaan saya.Tidak berapa lama makan siang dibagikan dan kemudian kami menyantap bersama dengan teman-teman bunda.


Foto bersama dengan teman bunda dan keluarga

Nah ini ada saya

 Nyantai dulu ah.....

Azra dan Nabil sedang mencoba berbagai permainan

Azra sedang mencoba mainan  meniup balon

Nabil sedang serius (maina apa yang gw coba yah ntar)
Sebelum acara makan siang ada pembagian hadiah beberapa lomba yang diadakan dikantor bunda seperti bulu tangkis, tenis meja, gaplek dll. Puncaknya ada juga acara tarik tambang yang dipertandingkan antara kantor bunda dengan kantor sister company. Oh iya saya lupa memberikan kalau acara ini diikuti oleh dua perusahaan yang masih bersaudaraan. Perusahaan ini sahamnya dimiliki oleh perusahaan Prancis. Jadi wajar kalau pada acara ini banyak warga negara asing yang datang yang pastinya kewarganegaraan Prancis. Mereka juga ikut serta dalam lomba tarik tambang antar perusahaan. Lucu juga sih melihat mereka adu otot.
Tarik Tambang yang ada bulenya

Makan siang bareng

Makan Siang bareng juga
Selepas makan siang teman-teman bunda dan Azra sholat duluan sedangkan kami bertugas menjaga barang. Dan selang beberapa lama mereka pun selesai sholat dan kami pun ijin pulang, ternyata banyak juga dari peserta yang lain yang beranjak pulang, karena mereka juga bawa kendaraan sendiri.

Sekitar jam 2 siang kamipun sampai dengan selamat dirumah. Alhamdulillah.



Membeli Pompa Air Baru

Saya ada rencana untuk melaksanakan pengeboran sumur bor untuk rumah kami, karena sumur sekarang sudah agak kering dan pompanya juga sudah agak rusak. Sumur air kami yang lama tidaklah dalam mungkin hanya sekitar 10-12 meter kedalamannya. Sekarang kami berencana membuatnya lebih dalam. Mungkin sekitar 40-60 meter. Untuk itu dibutuhkan pompa air yang lebih bagus daripada yang saya gunakan sekarang. Sekarang kami menggunakan pompa air merk “WASSER” dengan tipe PC 251 EA. Sudah lebih 6 tahun kami menggunakan pompa ini. Mungkin ini saatnya pompa ini diganti dengan yang baru.

Untuk pompa sendiri saya telah mencari-cari informasi di internet mengenai pompa jet pump yang bagus. Karena kedalaman pengeboran saya lebih dari 40 meter. Kalau yang bagus sih ada merk “GRUNDFOS” tapi ya itu tadi terbentur dengan pendanaan. Untuk yang kekuatan yang sama di 500 watt harga yang ditawarkan oleh “GRUNDFOS” hampir 2 kali lipat harga pompa jetpump “SHIMIZU” atau “WASSER” dengan kekutaan yang sama. Kata orang sih “uang ga boong”. Saya mencari diinternet kalau merk “GRUNDFOS” dengan tipe JD Basic 5 harganya sekitar Rp. 4.900.000,0- sedangkan saya melihat di Depo Bangunan kalau untuk “WASSER” yang tipe PC 500 EA harganya sekitar Rp. 2.907.000,- sedangkan untuk “SHIMIZU” tipe PC-503 BIT dijual dengan harga Rp. 2.940.000,-. Bisa dilihat perbedaan harga kedua merk terakhir dengan “GRUNDFOS”. Maka saya dengan berat hati mencari merk lain yang masih cukup dengan budget kami dan menghapus merek itu dari datalist kami.


Grundfos




Ada beberapa target saya dalam memilih pompa air yaitu, :

Shimizu PC-250 BIT

Shimizu PC-260 BIT

Shimizu PC-268 BIT

Shimizu PC-375 BIT

Shimizu PC-503 BIT

Wasser PC-255 EA

Wasser PC-380 EA

Wasser PC-500 EA
Akhirnya saya memilih pompa yang bekeuatan 375-380 watt, didasari karena kemampuan listrik dirumah saya masih di 1300 watt dan kedalaman daya hisap pompa berdasarkan spesifikasi masih cukup mempuni.

Pada suatu hari saya mendapat kesempatan pergi bebelanja ke Glodok, kebetulan sekali saya sedang akan membeli pompa air. Pagi hari ditanggal 21 November 2014, saya sendiri berangkat dari kantor untuk berbelanja keperluan kantor dan sekalian akan membeli Pompa. Yah itung-itung sambil menyelam minum air teh manis gitu hehehehe.

Sesampainya saya disana saya langsung menuntaskan tugas saya untuk berbelanja untuk keperluan kantor. Setelah selesai saya langsung berburu pompa air. Sekali lagi saya salah ternyata disini sidikit sekali yang menjual Pompa Air. Berbeda sekali jika akan membeli Generator. Saya mulai berputar-putar diselurh area Glodok untuk menanyakan pompa air. Dari LTC Glodok dari lantai dasar sampai lantai 3 saya obok-obok saya hanya menemukan satu orang penjual, itupun harganya mahal.

LTC Glodok (sumber Googlemap)
Karena hari itu merupakan hari Jumat maka saya melaksanakan Sholat dahulu dimesjid dekat kantor Polisi samping LTC. Setelah melaksanakan kewajiban saya langsung melakukan hunting kembali digedung gambar dibawah ini. Sayapun kesulitan menemukannya. Saya menemukan beberapa penjual Pompa air di belakang komplek pertokoaan ini. Nama kompleknya saya tidak tahu. Patokan saya bertanya adalah “SHIMIZU” PC 375 BIT dan “WASSER” PC 380 EA.

Denah Glodok (sumber Googlemap)

Dilokasi “A” saya mendapatkan harga termurah untuk “SHIMIZU” adalah 1,7jt lebih. Ada beberapa pedagang mememang dan sebagian besar pedagang pompa yang saya temui berada disini. Tapi yang lain harganya lebih diatas dari toko yang saya incar tadi.

Dilokasi “B” saya mendapatkan harga pompa air “SHIMIZU: adalah1,8jt tidak kurang, pada lokasi C dan D saya tidak menemukan penjual pompa air (mungkin saya tidak melihatnya).

Akhirnya saya kembali ke lokasi “A” untuk membeli pompa tersebut. Saya menseleksi dua merk yaitu “WASSER” dan “SHIMIZU”. Rencana awal saya mau memakai yang kapasitas 500 watt akan tetapi saya meragukan kemampuan listrik rumah saya. Karena pada spesifikasinya dicantumkan daya input awalnya 1,2 kw. Bisa ngedrop mulu nih listrik dirumah. Akhirnya saya memilih yang dibawahnya yaitu kapasitas 375 watt.
Saya bertanya kepada yang jual bagus yang mana, mereka bilang “WASSER” sudah lumayan, dan kualitasnya sama dengan “SHIMIZU”. Penjualnya bilang karena “SHIMIZU” karena iklan terus sedangkan yang lain tidak. Cukup lama saya menimbang mana yang akan saya beli model dan tipe apa. Akhirnya saya memutuskan membeli merk “WASSER” dengan tipe PC 380 EA. Dengan alasan kami sudah familiar dengan merk ini dan terjangkau dikantong (tentu saja). harga yang saya dapat adalah Rp. 1.560.000,- (kalau tidak salah). 

Jadi bisa saya simpulkan disini, sebelum membeli Pompa air ada beberapa hal yang mesti diperhatikan:
  • Berapa kedalaman sumur nanti jadi disesuaikan dengan kemampuan pompa.
  • Kalau ada yang menjual lebih dekat dari rumah anda jangan beli jauh-jauh karena Pompa air itu berat sekali.
  • Sesuaikan dengan kemampuan listrik dirumah anda.
  • Carilah informasi yang sebanyak-banyaknya tentang pompa kualitas pompa, penjual pompa dll.
  • Sesuaikan dimensi pompa dengan lokasi instalasi pompa.
  • Yang paling penting sesuaikan budget anda.

                

Tuesday, December 2, 2014

Membuat Sumur Bor baru

Akhirnya yang kami takutkan itu datang. Pompa air dirumah kami tidak lagi mengeluarkan air lagi, kalaupun keluar debit airnya sangat kecil sekali. Sebenarnya sudah lama kami ingin membuat sumur bor yang baru, tapi keinginan itu selalu batal entah karena musim hujan datang sehingga jumlah air yang didikirimkan oleh pompa air kami yang lama normal kembali atau karena kondisi keuangan kami yang lagi cekak hehehe.

Hampir selama seminggu pompa air dirumah hidup lebih dari 3 jam sekali hidup dipagi hari dan jumlah air yang dikumpulkan hanya sebanyak 2 ember, sehingga kami harus sangat sangat berhemat dalam menggunakan air. Bahkan yang membantu kami dalam mencuci pakaian harus membawa pakaian kotor kami kerumahnya dan dicuci disana dan kadang anak-anak kami harus menumpang mandi dirumah si mbak.

Akhirnya kami berdua membulatkan tekad untuk membuat sumur bor yang baru dirumah kami. Sebenarnya saya ingin kalau pengeboran dilakukan ditempat yang sama dengan lokasi pompa air kami sekarang. Akan tetapi sepertinya luas tempatnya kurang memungkinkan dilakukan disana, maka diputuskan kalau lokasi pengeboran dilakukan didepan rumah seperti tetangga yang lain. Kalau tetangga yang lain kadang melakukan pengeboran di lapangan didepan rumahnya. Berhubung didepan rumah kami adalah rumah tetangga yang lain maka pengeboran terpaksa dilakukan di dalam halaman rumah kami.

Pada pertengahan bulan November 2014, kami mulai mencari-cari tukang bor yang akan kami gunakan nantinya untuk melakukan pengeboran sumur yang baru. Disekitar rumah kami terdapat beberapa tukang bor sumur. Kami ingin bertanya sebanyak mungkin mengenai informasi yang mungkin kami dapatkan mengenai membuat sumur bur ini. Saya pun juga mencari tukang sumur bor ini di Internet. Siapa tahu kalau sekarang tukang sumur bor juga melek internet (semua orang pasti ingin maju). Total ada 4 tukang sumur bor yang kami seleksi (mungkin bisa lebih banyak kalau nyarinya lebih santai). Dua tukang yang berada di dekat rumah saya dan dua lainnya yang saya dapatkan dari internet tapi masih disekitaran Bekasi (yang kata orang di planet lain). Kalau untuk urusan “jubir” saya menyerahkan urusan tersebut kepada bunda yang selalu setia menjadi ujung tombak dalam menghadapi orang lain hehehe. Pada saat menanyakan kepada Tukang A (saya sengaja menyimpan informasi detail tukang bor air untuk menjaga nama baik dari tukang) yang lokasi tokonya berada didekat rumah saya kalau disekitar rumah saya itu kalau ingin mendapatkan air bersih penggalian harus dulakukan sedalam 60 meter (60 m). Ok, sejak itu kami putuskan kalau nantinya kami akan melakukan pengeboran sedalam 60 mter. Ada dua alasan kami melakukan pengeboran sedalam itu, satu karena biar mendapatkan air bersih dan supaya nantinya pada musim kemarau masih mendapatkan air bersih.

Dari proses Tanya jawab kami dengan semua para tukang sumur (marketing) tukang gali itu didapatlah perbandingan informasi sebagai berikut:
 
Perbandingan tukang sumur bor air di Bekasi
Untuk Tukang A dan C adalah para tukang yang mempunyai toko disekitaran rumah kami, sedangkan untuk Tukang B dan D adalah tukang yang saya cari  dan dapatkan melalui internet. Akhirnya setelah berdiskusi dengan bunda akhirnya kami memutuskan kalau kami akan menggunakan jasa tukang bor D yang harganya lebih murah dan lama pengerjaan lebih cepat dan yang paling penting adalah kedalam pengeboran yang akan dimasukkan casing 4” (inch). Casing 4 inch dimana nantinya diletakkan mata jet. Semakin dalam semakin bagus karena pada musim kering nantinya mata jet pump akan terus terendam air karena ketinggian air akan turun. Kalau hanya 3 buah casing 4 inchi yang digunakan dan pada saat musim kemarau air tanah ketinggiannya turun dan mata jet tidak digenang oleh air maka dipastikan kalau pompa tidak bisa menghisap air. Tentu saja kalau meletakkan mata jet sedalam 40 meter diperlukan juga pompa yang prima yang daya hisapnya juga bisa menghisap air dari kedalaman yang jauh.

Untuk pompa sendiri saya membeli sendiri pompanya di Gloodok dengan harapan mendapatkan harga murah. Pilihannya jatuh ke merk “WASSER” yang tipe PC 380 EA. Untuk ceritanya akan saya ceritakan lebih lanjut di sini (Membeli pompa air baru).

Pada tanggal 21 November 2014, kami menelpon tukang sumur bor yang akan kami gunakan jasanya nanti untuk melakukan survey lokasi (maksud hati kami). Kami ingin bertanya apakah kami bisa ketempat dia dan ingin bertanya beberapa hal terlebih dahulu sebelum kami memakai jasa dia. Akan tetapi dia sedang berada diluar dan tidak bisa ditemui. Kami berdua akhirnya memutuskan tetap memakai jasa tukang bor ini walaupun belum mengetahui dan bertemu sama sekali. Kami meminta tukang bor ini datang kerumah untuk melakukan survey lokasi pengeboran dan membicarakan kapada dilakukan pengeboran tersebut. Tukang bor bisa datang siang hari, sedangkan kami sedang keluar kota  company trip yang diadakan oleh perusahaan bunda (ceritanya disini). Jadi saya akan infokan kapan bisa mereka datang kerumah kami untuk melakukan survey.

Sesampainya kami dirumah setelah pulang dari company tripnya kantor bunda, saya langsung sms Pak reza untuk meninformasikan bahwa kami telah dirumah dan bisa dilakukan survey. Dia akan datang kerumah diatas jam 8 malam ternyata. Ya udah kami tunggu saja. Kamipun tertidur karena kecapaian pulang dari Hambalang Bogor.

Sekitar Jam 8.30 malam pak reza menelpon saya kalau dia sudah berada didekat rumah saya. Tidak beberapa lama kemudian diapun sampai dirumah kami dengan kedua teman (atau siapun itu). Saya mempersilahkan mereka masuk dan ternyata mereka semua ahli hisap semua (alias merokok hahaha). Lumayan ada teman hehehe.

Dalam percakapan ini kami akhirnya hanya menggunakan jasa pengeboran saja. Untuk pembelian material akan dilakukan oleh kami sendiri, nanti pada saat dilakukan pemasangan pipa tukang akan menuliskan apa saja kebututuhan yang mereka butuhkan. Hari pengeboran pun telah kami tetapkan yaitu pada hari 26 dan 27 November 2014. Waduhhhhhh itu hari kerja yah. Terpaksa ambil cuti lagi. Pak Reza (selaku marketing) akan kembali menelpon saya sehari sebelum pengeboran dilakukan untuk memastikan kalau pengeboran bisa dilakukan.

Ada satu masalah besar lagi yang mengganjal untuk melaksanakan pengeboran tersebut, yaitu harus tersedianya air dalam jumlah yang banyak. Saya bertanya berapa banyak air yang dibutuhkan untuk melakukan pengeboran. Pihak pengebor mengatakan untuk melakukan pengeboran saya minimal dibutuhkan 3 gentong air (drum limbah yang berwarna biru). Sedangkan untuk mengurasnya akan membutuhkan air yang lebih banyak. Woalahahhhhhhh. Saya ini melakukan pengeboran karena kesulitan air kok minta air banyak….. weleh-weleh. Ampun bener dah. Ini menambah beban lagi. Pak Reza memberikan masukan kalau mereka bisa mencari air ke kali yang terdekat untuk pengeboran, karena pengeboran bisa menggunakan air kotor. Sedangkan untuk pengurasan harus menggunakan air bersih. Saya berpikir untuk membeli air keliling dengan gerobak, tapi berapa banyak uang yang mesti saya sediakan. Awalnya kami tidak ingin memberatkan tetangga untuk meminta air kepada mereka. Akhirnya kami meminta datang kerumah tetangga kami Pak Dayat. Kami sekeluarga termasuk Azra dan Nabil datang ke sana untuk meminta ijin meminta air. Dengan tangan terbuka mereka bersedia memberikan airnya kepada kami. Alhamdulillah, satu masalah selesai. Kami tidak mungkin meminta bantuan ketetangga sebelah kami yang lain karena satu dan lain hal hehehehe……

Tepat pada hari H pengeboran sumur bor yaitu tanggal 26 November 2014, saya tetap mendapatkan tugas wajib untuk mengantarkan bunda kerja ke kantor (walaupun cuti huhuhuhu). Saya menunggu para pekerja dahulu sebelum berangkat mengantarkan Bunda. Sebelumnya jam 6.30 saya juga harus mengantar Azra ke sekolah dan meminta untuk dijemput dari sekolah mumpung ayahnya cuti (waduhhhh). Pada jam 7.30 pagi para pekerja yang akan membuat sumur datang kerumah kami dengan terlebih dahulu bertanya ke warga sekitar rumah saya.

Saya menunjukkan kepada salah seorang dari 5 orang yang akan bekerja dirumah untuk mengebor sumur. Awalnya saya kaget juga banyak banget nih orang kerjanya, mana kemaren belum ditanya makan siang siapa yang nyediain Selesai saya menunjukkan tempatnya saya langsung tinggalkan karena harus mengantarkan bunda kekantor (sudah telat banget soalnya). Sebelum saya pergi saya mengeluarkan mobil dahulu dari garasi supaya para pekerja lebih lega bekerja dirumah kami, secara rumah kami tidak terlalu besar.

Saya memacu motor dengan cepat dengan harapan saya bisa melihat bagaimana proses pengeboran itu sendiri. Sekitar jam 10an saya sampai kembali ke rumah (kemana aja euyyy). Saya harus mengurus keperluan ini itu dan lain-lainya (sok sibuk)…….

Beberapa ratus meter mendekati rumah saya masih tenang soalnya saya tidak mendengar kebisingan akibat pengeboran. Akan tetapi tidak jauh dari rumah saya saya mendengan suara mesin generator dihidupkan dan saya terkejut ternyata ada banyak mesin yang mereka bawa kerumah total ada 4 mesin yang mereka bawa.

Adapun peralatannya yang digunakan adalah:
1.        Mesin Generator Utama
Berfungsi untuk mensuplai pasokan listrik ke mesin Bor sumur.
Generator
2.     Mesin pompa 1
Berfungsi untuk mengirimkan air kebawah/ ke mata bor dan menghisap air dalam penampungan.

Pompa Air
3.       Mesin Bor dan  penyangga.
Berfungsi untuk melakukan pengeboran. Mesin bor ini digerakkan oleh sebuah motor besar yang listriknya disuplai oleh generator. Motor ini bisa berputar berlawan arah tergantung keinginan dari operator yang bisa memindahkan switch. Dengan menggunakan belt motor tadi dihubungkan dengan shaft yang berhubungan dengan reduction gear. Kemudian disambung dengan pipa pengeboran.
Mesin Bor
4.       Mesin Pompa 2
Mesin ini tadinya berfungsi untuk mencari air kalau persediaan air dirumah saya tidak mencukupi. Tadinya saya heran kenapa air comberan dirumah kering ternyata dihisap oleh pompa ini untuk proses pengeboran. Terakhir digunakan juga untuk menguras air kotor di dalam sumur bor dengan cara menginjeksikan air bersih kedalam lobang.

5.       Pipa Pengeboran
Berfungsi untuk memperpanjang mata bor masuk kedalam tanah. Panjangnya tergantung dari sipembuat. Pada tukang bor kami panjang pipa yang digunakan adalah  1,6 meter.
Pipa bor
 6.       Drum/ Gentong air
Berfungsi unutk menampung air bersih dan air lumpur yang keluar akibat pengeboran. Untuk air bersih digunakan 3 gentong sedangkan air kotor/ lumpur digunakan 1 buah gentong.
Penampungan Air

7.       Saringan
Berfungsi untuk menyarik tanah dan bebatuan akibat pengeboran.


8.       Peralatan Pendukung lainnya
Seperti ember, rokok, kunci pipa, dll.

Adapun proses pengeboran terbagi atas 2 tahapan besar.

  •              Pengeboran dengan menggunakan mata bor besar.
Pengeboran ini direncakanan sampai kedalam 40 meter untuk memasukkan 10 buah pipa diameter 4 inch.  Sampai kedalam inilah mata jet bisa direndam.

  •           Pengeboran dengan menggunakan mata bor kecil
Pengeboran ini merupakan kelanjutan dari pengeboran sebelumnya. Pengeboran dilakukan sampai kedalaman 60 meter sehingga bisa memasukkan casing 2 inch sebanyak 5 buah. Pada pengeboran tahap ini mata bor diganti dengan mata bor yang lebih kecil.

1.       Pengeboran dengan menggunakan mata bor besar.
Sebelum melakukan pengeboran mereka akan membuat lubang dengan ukuran sekitar 60cm x 60 cm x 30 cm didekat titik pengeboran dan kemudian membuat saluran air dari titik pengeboran ke lubang tersebut. Guna dari lubang tadi adalah untuk menampung air yang keluar dari titik pengeboran akibat disuntik oleh pompa air . Biasanya air yang keluar membawa material pasir, lumpur atau kadang kerikil. Pompa air yang menyuntikkan air ke mata bor juga mngeambil air di bak penampungan ini. Kadang kalau airnya sudah kotor dan banyak mengandung lumpur maka akan diganti dengan yang baru.

Mesin bor yang langsung digerakkan oleh mesin kecil

Saya melihat mesin yang mereka gunakan ini berbeda dengan mesin tukang bor yang pernah saya lihat. Saya pernah melihat pengeboran didekat rumah saya kalau mereka tidak menggunakan generator tapi langsung menggunakan mesin pompa yang ditempel diatas mesin bor. Operator mesin bor jenis itu tenaganya kecil dan kalau menghantam batu akan susah sekali berbeda dengan yang mereka gunakan. Biasanya kalau mesin bor jenis itu mereka akan mengebor kecil dahulu sampai 60 meter dan kemudian dilanjutkan untuk menggunakan mata bor yang besar.
Proses pengeboran berlangsung

Dalam bekerja sepertinya mereka sudah ada pembagian tugas. Ada yang bertugas memantau mesin dan kondisi pengeboran. Ada yang bertugas mengangkat kotoran atau pasir atau tanah yang mengendap dengan menggunakan saringan. Ada yang bertugas menambah air kedalam bak penampungan. Dan bertugas membuang tanah atau pasir kedalam karung plastik. Oh… iya saya lupa kalau jangan lupa mempersiapkan karung plastik yang banyak jika lokasi pengeboran tidak terdapat tempat untuk membuang pasr atau tanah yang keluar akibat pengeboran.

Pada jam 11an operator meminta saya membeli barang-barang yang mereka butuhkan pas pemasangan casing 4” , karena sebelum menggebor dengan diameter 2 inch mereka ingin memasang pipa casing terlebih dahulu supaya pasirnya tidak jatuh. Adapun daftar barang yang saya beli adalah sebagai berikut:


Bon Belanja Pipa dkk 1

Bon Belanja Pipa dkk 2
Bon Belanja Pipa dkk 3


Sekitar jam 1 siang saya pergi ke toko material didepan komplek rumah saya untuk berbelanja. Sabernarnya ada satu toko lagi yang diinformasikan paling murah se-Jabodetabek (kata Pak Reza) menjual pipa-pipa ini tapi sayangnya mereka tidak mau mengirimkan ke area rumah saya padahal jaraknya tidak terlalu jauh. Kalau si engkohnya minta tambahan transport saya kasih tapi malah belagu gitu.. ya udah deh saya beli didepan komplek saja.

Tidak lama berselang saya kembali kerumah, total belanja saya hari ini saya 3,7 lebih juta hanya untuk membeli pipa dan kawan-kawan (diluar pompa yah). Untuk Pipa sendiri saya pilih “WAVIN AW” yang dibawah “RUCIKA” dan untuk sambungan pipa saya pilih merk “RUCIKA”. Untuk Katup keluar saya memilih ukuran ¾ inch lebih besar dari yang disarankan dan saya membeli yang berbahan tembaga yang harganya lebih mahal (huhuhuhu…….) dengan harapan lebih tahan lama. Sedangkan katup bawah yang berfungsi menahan air supaya tidak jatuh hanya ada merk “ONDA” padahal operator menyarankan merk “YORK”. Katanya bahannya lebih bagus.

Beberapa menit berselang pengantar material pun datang mengantarkan pipa dan kawan-kawanya. Terjadi salah pengiriman untuk pipa hisap yang seharusnya berukuran 1 ¼ Inch tetapi yang dikirim ukurannya 1 ½ Inch. Terpaksa mereka bawa kembali untuk menukar dengan pipa yang benar.

Awan tebal bergelayut di langit Bekasi dan tidak beberapa lama hujan turun dengan derasnya. Pekerjaan tetap dilanjutkan dengan menutup mesin dengan terpal. Akan tetapi pengeboran dipaksa berhenti total  karena petir bersahut-sahutan diatas langit Bekasi. Dengan sigap operator mematika mesin generator dan kemudian berhenti bekerja. Saya bertanya “Pak kenapa mereka berhenti bekerja?”. Si bapak menjawab “Takut tersengat listrik pak. Soalnya pernah saat ada petir. Ada aliran listrik yang seperti sinar menjalar di kabel”. Ngeri juga nih pekerjaan.

Selang 30 menit kemudian pekerjaan dilanjutkan dengan pengeboran sembari operator memperhatikan lapisan tanah yang keluar dari pengeboran. Air bersih terus disuplai dari rumah Pak Dayat (terima kasih banyak Pak Dayat). Sepertinya untuk pengeboran ini lebih dari 12 Gentong air berukuran besar itu dibutuhkan.

Kondisi depan rumah kami saat itu sangat sangat berantakan, kotor dan berisik. Untung saja tetangga sebelah kanan tidak protes, biasanya sih dia rajin protes mulu. Ini itulah, sudah terkenal sih.
Sampai suatu waktu kepala proyek pengeboran (hehehe) menginstruksikan kalau sudah mencapai kedalaman yang diinginkan. Dia meminta rekannya untuk mempersiapkan pipa paralon yang ukuran 4 inchi untuk dimasukkan kedalam bekas pengeboran. Tapi terlebih dahulu mereka mengangkat pipa besi yang digunakan untuk mengebor, karena jumlah pipa banyak maka untuk beberapa pipa pertama masih menggunakan Crane. Sedangkan sisanya karena sudah lumayan ringan menggunakan beberapa kunci pipa untuk menggangkat .

Pengangkatan Pipa Bor
Pemasangan Pipa Paralon 4 Inchi

Setelah selesai mengangkat pipa besi dan mata bor. Pipa paralon 4 inchi langsung dimasukkan dan tidak lupa diberikan lem paralon. Berhubung paralon 4 inchi lumayan berat dibutuhkan lebih dari 2 orang untuk mengangkat dan memasang pipa tersebut.

2.       Pengeboran dengan menggunakan mata bor kecil
Waktu hampir menunjukkan jam 4 sore ketika para pekerja selesai memasukkan pipa paralon yang 4 inchi kedalam lubang pengeboran. Pekerjaan diteruskan dengan penggantian mata bor dengan yang lebih kecil dan kemudian memasukkan mata bor tersebut kedalam lubang dan juga memasukkan pipa besi sampai pipa besi bisa disambungkan kembali dengan mesin. Sampai kondisi itu kemudian para pekerja berhenti bekerja dan kemudian mempersiapkan diri untuk pulang. Semua peralatan mereka tinggal dirumah kami dan disusun dengan rapi didepan rumah saya. Tidak lupa mereka membersihkan lantai rumah saya yang kotor walaupun alakadarnya. Yah paling tidak ada niat lah mereka. Generator, pompa air, mesin bor, pipa besi bor dan semua peralatan lainnya mereka ditinggal. Setelah itu mereka membersihkan diri mereka dan mengganti baju dan kemudian pamit pulang.

Malamnya badan kok jadi pegel-pegel banget ya. Padahal yang mengebor kan mereka kenapa saya yang kecapaian? Hahaha.. baru ingat kalau dari pagi saya memperhatikan mereka bekerja dengan berdiri. Tidak berapa lama ngobrol dengan bunda saya langsung tidak sadarkan diri.
Keesokan  harinya saya agak pagian mengantarkan bunda ke kantor dengan harapan bisa melihat mereka bekerja. Jam 9.30 pagi saya sudah berada kembali dirumah dan para pekerja pengeboran sudah berada dirumah dan melanjutkan pekerjaan mereka.

Pekerjaan hari ini adalah melanjutkan pengeboran yang menggunakan mata bor yang lebih kecil. Pada beberapa batang pertama mereka sepertinya menemukan tanah yang keras, soalnya masuknya pipa pengeboran kadang lambat sekali kadang diulang naik turun. Sampai suatu waktu air yang keluar dari dalam tanah itu seperti susu. Pipa pengeboran bisa masuk dengan mudahnya.
Pada hari ini ada tambahan 2 orang pekerja yang datang ke rumah, saya pikir mereka hanya melihat saja tapi ternyata mereka ini adalah yang kana merakit pipa yang tersisa dan juga merakit pompa air yang telah saya beli di Glodok beberapa waktu yang lalu.  

Pipa pengeboran  terus ditambah sampai semua pipa besi yang berada diluar habis dimasukkan kedalam tanah. Sampai itu pula para pekerja berhenti bekerja dan mulai mengangkat pipa besi untuk keluar dari dalam tanah. Cara pengerjaan sama seperti dengan kemarin. Pertama di angkat menggunakan crane karena jumlah pipa besinya lebih dari 30 buah.

Mereka bergantian menarik crane untuk mengangkat pipa besi dibutuhkan 5 orang dan 1 orang menahan pipa besi agar tidak jatuh dengan menggunakan kunci pipa.
Pengangkatan pipa lagi

Pemasangan pipa tekan dan pipa hisap
Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan menguras air kotor yang berada didalam pipa paralon. Penguran dilakukan dengan menyuntikkan air bersih yang telah dipersiapkan sebelumnya pada 4 buah gentong yang telah diisi air dari rumah Pak Dayat. Penyuntikkan dilakukan dengan menggunakan pompa yang kecil kemudian air yang keluar dari dalam lobang ditambung di bak yang telah dibuat sebelumnya. Air dalam bak ini kemudian dikirim lagi ke selokan depan rumah saya dengan menggunakan pompa yang lain. Jadi ada 2 pompa yang hidup secara bersamaan. Setelah air yang keluar dari dalam tanah itu agak benik kemudian penyuntikan dihentikan.

Kemudian pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan atau memasukkan pipa 2 inchi kedalam lobang pengeboran. Setelah pipa 2 inchi dimasukkan kedalam lubang, kemudian pipa kecil. Kemudian mata jet dipasang kemudian dipasang juga pipa 1 ¼ inchi untuk pipa hisap dan pipa 1 inchi unutk pipa tekan (CMIIW). Setelah itu pipa dipasngkan ke pompa air yang telah saya beli dan dirakit sebelumnya. Untuk pemasangan pipa hisap dan pipa tekan dihubungkan dengan sambungan ulir bukan dilem seperti pada casing 4 inchi dan 2 inchi.

Sekitar jam 4an semua pekerjaan telah selesai dan para pekerja pun mulai bersiap-siap pulang. Semua peralatan siangkut keatas mobil bak terbuka yang mereka bawa. Saya ditelpon oleh pak reza agar memberika uang jasa pengeboran  kepada pak winata. Sayapun mengajak pak winata kedalam rumah untuk memberikan uang jasa pengeboran tersebut. Setelah Pak Winata selesai menghitung kemudian dia dan pekerja pamit pulang.
Air yang keluar pertama kali
Saya terus menguras atau mengeluarkan air dari dalam tanah dengan menggunakan pompa saya. Cukup lama saya membuka keran sampai air dirumah agak bening. Kata para pnegebor sekiatr dua hari kalau dikuras terus air akan bersih. Saya menguras paling hanya 1 jam paling lama kemudian saya hentikan dan malam saya lanjutkan lagi. Akan tetapi keesokan harinya air didalam pompa habis jadi pompa tidak mengeluarkan air. Saya mencoba untuk memancing dan saya masih beripikiran positif kalau tidak ada masalah. Keesokan harinya saya juga tetap harus memancing air sebelum dikuras. Pada tanggal 30 November 2014, saya kemudian menelpon Pak reza unutk menceritakan kronologisnya. Dia menjanjikan kalau senin akan diperbaiki dan saya diminta untuk membeli Katup atau yang lebih dikenal tessen klep merk “YORK” Karena dicurigai komponen itu yang bocor.

Senin terpaksa lagi saya mengambil cuti dadakan dikantor karena harus menunggu para tukang yang akan membenarkan saluran pipa. Paginya saya mesti berkeliling Jatiasih untuk mencari komponen tersebut. Karena di toko material komponen tersebut dijual yang berbeda merk sedangkan yang merk “YORK” hanya dijual di toko tukang bor sumur. Tidak lupa pula saya membeli tambahan seal tape untuk mengganti atau menambah tape pada sambungan pipa.

Tidak beberapa lama saya sampai dirumah para tukang pun sampai dan langsung bekerja. Mereka dating 3 orang. Mereka mengangkat semua pipa dari dalam sumur dan juga mengganti tessen klen dengan yang telah saya beli tadi, juga mereka menambahkan pemasangan seal tape pada tiap sambungan. Setelah semua dipasang kebocoran tidak lagi terjadi. Alhamdulillah.

Adapun total pengeluaran saya dalam melakukan pengeboran ini adalah sebagai berikut:

  •  Biaya Jasa penegboran                  Rp. 6.000.000,-
  • Beli Matrial Pipa                            Rp. 3.900.000,-
  • Beli Pompa Jet Pump                     Rp. 1.560.000,-
  • Tips pengantar pipa                       
  • Beli Snack untuk 2 hari                   Rp. 100.000,-
  • Beli Tessen klep merk “YORK”     Rp. 100.000,-
  • Tips perbaikan pipa                        Rp. 50.000,-
Total Pengeluaran                        Rp. 11.710.000,-

Dari cerita saya diatas saya ingin memberikan masukan kepada para pembaca semua (mudah-mudah berguna):
  •  Kalau ingin melakukan pengeboran sumur bor carilah yang terdekat dahulu untuk bertanya-tanya sampai kedalaman berapa meter air bersih didapat. Kalau informasi telah kita dapatkan pengeboran bisa dilakukan oleh pengebor yang lain hehehe. Buat perbandingan satu tukang dengan yang lain.
  • Usahakan kalau menggunakan jet pump pemasangan casing 4  inchi semakin banyak semakin bagus, karena nanti kalau kita ingin mengganti dengan pompa yang lebih kuta tidak masalah. Karena mata jet harus tetap terendam air, nah kalau casing 4 incinya Cuma sedikit dan pada musim kemarau mata jet tidak terendam air dipastikan air akan tidak keluar.
  • Buat perjanjian dengan  tukang bor nantinya sampai mendapatkan air bersih.
  • Kalau untuk keperluan sendiri gunakanlah pipa yang kualitasnya bagus seperti Rucika atau Wavin AW jangan yang biasa saja. Juga perhunakan katup Tessen klep yang merk “YORK”.
  • Kalau bisa perhatikan mereka sedang bekerja karena biar kita tidak ditipu (kalau mau sih).
  • Sediakan Karung plastik kalau tiada ada tempat pembuangan tanah hasil pengeboran disekitar rumah.
  • Pastikan kalau total pengeboran sesuai dengan perjanjian.
  • Survey beberapa toko material untuk mendapatkan ahrga material yang murah.
  • dll