Monday, March 14, 2011

Memeriksa kandungan Bunda

Sabtu Tanggal 12 Maret, kami (saya, bunda dan Azra) berencana memeriksakan kandungan bunda di Rumah Sakit langganan kami memeriksa kandungan, yaitu RSIA Anna. Ini merupakan kali ke-4 kami memeriksakan kandungan di RSIA ini. Usia kandungan bunda sudah memasuki usia 6 bulan. Dulu kami sempat memeriksakan kandungan bunda di RSIA. Omni Pulomas dan RSIA. Mitra Keluarga Kelapa gading. Tapi karena jarak tempuh yang jauh dari rumah kami di bekasi maka kami pindah ke RSIA yang dekat rumah saja.

Di RSIA Anna, bunda biasanya diperiksa oleh Dr. Yeni Yulizir. Kata orang sih suaminya yang punya ini Rumah Sakit. Sumaminya dokter anak. Sekarang Azra juga diperiksa oleh beliau kalau sakit. Menggunakan jasa dokter Yeni bukanya tanpa alasan. Saya telah menanya kiri kanan dan juga searching di Internet. Dan memang ibu dokter ini enak buat diajak konsultasi dan ramah. Awalnya sih saya kurang sreg, soalnya dulu kesannya beliau terburu-buru dalam memeriksa. Tapi setelah datang kedua kesan pertama saya itu hilang dengan sendirinya.

Pagi hari seperti biasa saya mesti nganter bunda dulu kepasar dideket rumah. nama pasarnya saya lupa, tapi deket banget dengan perumahan saya. Seperti biasanya Azra dah bangun pengen ikut. Sepertinya dia tau kalo hari itu kita mau ke pasar. Chelsea pun dipanasin dan langsung menuju pasar. Didalam pasar saya harus nemenin bunda soalnya dia ga boleh angkat yang berat-berat. Si Azra pun ga mau diem, dia orangnya bosenan. Jadi Kita harus nemenin dia keliling pasar. Sesekali waktu saya nengok ke sekeliling pasar, liat bunda apa belanjanya udah banyak atau masih sedikit.



Kurang lebih satu jam kami berbelanja di pasar tersebut. Kami pun pulang kerumah dan rute yang kami lewati berbeda dengan jalur keberangkatan. Kami melewati kampung didekat komplek perumahan saya. Nuansa pedesaan masih terasa ketika kami melewati daerah itu. Saya pun berandai-andai, kalau saya punya uang saya pengen membeli tanah didekat sana.
(Minang vers Aion)
Saya " Kalau wak punyo pitih wak bali tanah disiko yo ya"
Bunda "Da baa doh, lamak suasana disiko masih adem. Bunda ingin membuek rumah yang bunda sendiri yang marancang dari awal"
Wah istri udah setuju, sekarang mau cari dimana yah uang sekitar 80 jutaan hehehehe. Ampun....

Sesampai kami dirumah, saya menelpon rumah sakit dan menanyakan apakah dokter Yeni praktek hari ini. Pegawai disana menjawab dokter praktek jam 5-an. Walah sore amat. Jam brape neh nanti pulangnya. Tapi bunda tetap mendaftar dengan pengalaman kalau kami periksa paling dapet urutan nomor 10-20an.

Pada jam 3.30 sore saya nganter Nenek Azra dulu ke Super Indo didekat rumah karena beliau pengen beli jeruk dan seperti biasa cimo pengen ikut juga.(soalnya dia demen banget naek motor). Sekitar kurang lebih 30 menit kami habiskan untuk berbelanja di Super Indo. pas balik dari belanja Ehh si bunda malah belom kelar mandi bahkan belom mandi. Wuih.. bakalan lama nih.

Jalan ke RS lewat komplek perumahan
Jalan Jati Asih

Akhirnya sekitar jam 4.30 kami berangkat dari rumah menuju ke RSIA Anna. Perjalan disana kurang lebih memakan waktu 15 menit. Kami melewati jalan pintas yang melewati perkampungan penduduk. Kami sangat senang melewati jalan ini soalnya selain singkat jalan ini juga tidak terlalu rame dengan mobil sehingga kami aman berkendara.

RSI Anna


Sesampai di RSIA Anna, saya memarkir Chelsea di lokasi parkir motor yang berada dikanan belakang RSIA tersebut.Setelah memarkir kendaraan kamipun masuk kedalam. Sesampai didalam suasana rumah sakit lumayan ramai dengan pasien dan pengantar. Didepan ruang praktek Dokter Yeni kami melihat banyak ibu-ibu hamil yang menunggu (wah bakalan lama nih). Kami menuju loket pendaftaran untuk melakukan pendaftaran. berikut urutan percakapan bunda dengan pegawai disana.
Bunda " Mbak mau mendaftar berobat"
Pegawai "Boleh bu, dengan dokter siapa?"
Bunda "Dengan dokter Yeni"
Saya minta bunda nanyain ke petugas udah berapa orang yang mendaftar.
Saya "Ya tanyo dulu alah nomor berapa kini yang mendaftar."
Bunda langsung nanya ke petugas nya.
Bunda "Mbak udah nomor urutan berapa?"
Pegawai "Nomor 28."
Tuiiiing berarti ibu yang didepan saya nomor 29. Kalau bunda jadi mendaftar berarti nomor 30. Jam berapa kelarnya nih. Saya menyarankan kalau memeriksa dedeknya besok aja. Si bunda ngambek soalnya pengen sekarang juga dengan sedikit bujuk rayu akhirnya hati bunda luluh juga.
Bunda " besok dokter praktek ga?"
Pegawai "Iya praktek dari jam 9 sampai jam 12, tapi konfirmasi dulu aja."
Bunda "Kalau daftar sekarang boleh ga."
Pegawai "Besok bu daftarnya."

Parkiran Motor RSIA Anna


Kami bergerak menuju parkiran motor untuk mengambil Chelsea. Kami pulang melalui jalan yang sama dengan jalan kami berangkat. Jalan berangkat sedikit rada bikin ngeri soalnya ada tanjakan didaerah perumahaan elite gitu tapi saya lupa namanya  yang tanjakannya sangat tajam. sekitar 40 derajat. Karena jalan tersebut dibuat untuk menyeberangi jalan tol.

Turunan dahsyat

Di tengah jalan bunda bilang mau makan yang es buah. Saya bingung tempat jualan es buah yang enak dan lokasinya enak buat hang-out hehehe. setelah muter-muter kami dapet tukang es buah yang jualan di jalan Ratna deket lapangan futsal. Es buah ini juga jualan rujak (sekalian kali yah). Minumlah kami es buah disana. ternyata dimana-mana rasa es buah sama aja hehehe.

Tukang Es Buah


Keesokan paginya pada hari Minggu kami (Saya, bunda dan tidak ketinggalan Azra) sudah siap-siap untuk berangkat dari ke rumah sakit dengan menggunakan rute yang sama. Kurang lebih 15 menit kami sampai di RSIA Anna. Bunda saya suruh mendaftar duluan soalnya saya mau mengisi bensin buat Chelsea dulu di Jati asih. Saya menggeber Chelsea ke Pom bensin. Pas didepan Pom si Chelsea batuk dan berhenti. Ternyata bensinnya habis dan Alhamdulillah saya ga perlu dorong Chelsea terlalu jauh.

Setelah balik ke Rumah Sakit dan memarkir motor, saya bergegas menemui bunda di ruang tunggu. ternyata kami mendapatkan nomor urut 1. Wah mending berobat hari minggu yah. Udah sepi dan tidak nunggu lama lagi. Kekurangan kalau nunggu dokter Yeni cuma satu biasanya prakteknya delay satu jam. Jadi kalau dibilang jam 8, datangnya  pasti jam 9. ternyata bener dokter datengnya jam 9. Saya jadi berpikir apa emang si pegawainya aja yang bilang kalau dokternya dicepetin satu jam. Tapi bodolah.

Sekitar jam 9 pagi, sang dokter datang dan masuk ruang praktek. kami dipanggil. Bunda menceritakaan keluhan yang dia alami. Dokter menanggapi dengan ramah (iya lah dokter, kalau jutek bakalan lari pasiennya). Pas sewaktu mau di USG ternyata mesin USG masalah dan dokter minta USG penggantinya. Sementara menunggu bunda dan dokter berbincang ringan, dan juga nenyain Azra. Si perawat langsung mengganti USG-nya. Ternyata USG pengganti yang ini lebih bagus dari USG yang biasa dipakai dokter.

Foto dedek

Kata dokter sih dedeknya sehat dan umurnya sudah 24 minggu. Berat dedek sekarang sudah 600 gram (masih kecil banget yah). Posisi dedek sih sekarang melintang kata dokter, dan ari-arinya sudah mulai naik walau belum sempurna. Yang buat saya seneng banget yaitu katanya so dedek itu cowok. Alhamdulillah semoga jadi anak yang sholeh ya nak. Kalau memang USG benar maka kami nantinya dikaruniai sepasang anak.

Bunda dikasih obat buat vitamin, obat untuk mencegah kram dan satau lagi saya lupa. selesai pemeriksaan kami pulang. Behubung bunda belom makan jadi kami mencari makan di perjalanan pulang. Rencananya kami mau makan di Mie Ayam Kota di jalan Kodau. Sesampai disana itu Mie ayam tutup. Tumben nih mie ayam tutup. Udah laper-laper ternyata tutup. Kami terus mencari sampai di Pasar Kecapi. Samapai disana saya sempatin beli celengan tanah liat buat nabung hasil keuntungan dagang saya (kecil-kecilan). Harganya Rp. 10.000,- (itu juga dah nawar). sudah kelar beli celengan eh jalan mau ke pasar kecapinya macet. Rencana kami mau makan bubur. ya udah batalin deh capek kalau nunggu macet.

Kami putar arah pulang ke rumah. pas mau masuk komplek keliatan Bakmi Vilami. Kami pun sepakat pengen coba ini bakmi katanya sih enak Bunda pesen capcay pake nasi dan saya pesen mie ayam jamur komplit. ternyata rasa mienya biasa aja. Sama aja dengan langganan saya yang kaki lima.

Tepat jam 10.30 kami semua samapi lagi dirumah dengan selamat. Kami harus menunggu sebulan lagi untuk melihat dedek dalam perut. Sampai ketemu dengan ayah bulan depan ya nak.

No comments:

Post a Comment